<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-723494244482934199</id><updated>2012-02-16T06:33:53.330-08:00</updated><title type='text'>BAJANK SETANGGOR LOMBOK NTB</title><subtitle type='html'>It's Nice to be important.But,Its' more Important to be Nice !!! Do U believe it ???</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://bajankbrilliant.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/723494244482934199/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bajankbrilliant.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Jamaludin Tohir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15137828952366334717</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_EjSgRuGN76o/TRC1dsuepbI/AAAAAAAAAAQ/KzHhz0ntZ_w/S220/CGHDHDF.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>34</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-723494244482934199.post-7545559184186615413</id><published>2011-11-15T08:10:00.000-08:00</published><updated>2011-11-15T08:10:51.954-08:00</updated><title type='text'>ANDAPUN BISA KREATIF !!!</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; text-align: justify; text-indent: 9.0pt; text-justify: kashida; text-kashida: 0%; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt;"&gt;Merasa diri tidak kreatif, bisa mengakibatkan seseorang benar-benar tidak kreatif. &lt;br /&gt;Padahal, setiap orang bisa kreatif, asal tahu kuncinya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; text-align: justify; text-indent: 9.0pt; text-justify: kashida; text-kashida: 0%; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt;"&gt;Apakah Anda kreatif? Mungkin Anda dengan cepat akan menjawab,"Tidak" Atau, setidaknya Anda dengan ragu menjwab, "Ya" sebab Anda merasa diri Anda tidaklah sebesar Kartika Affandi, Mira W. atau Christine Hakim.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; text-align: justify; text-indent: 9.0pt; text-justify: kashida; text-kashida: 0%; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt;"&gt;Selama ini kita menganggap kreativitas itu hanya milik para jenius di bidang seni. Kita merasa diri kita tidak kreatif karena tidak menghasilkan suatu karya yang patut dikagumi banyak orang. Atau kita mengira kreativitas hanya dihasilkan oleh nama-nama besar yang memang punya bakat dan kecerdasan tertentu. Kadang-kadang malah kita menganggap bahwa hanya orang-orang eksentrik yang senang begadang, berpenampilan kumal, mungkin jarang mandi, dan yang lelaki berambut gondrong yang bisa berkreasi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; text-align: justify; text-indent: 9.0pt; text-justify: kashida; text-kashida: 0%; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt;"&gt;Padahal, kita semua ini (yang tak punya bakat hebat serta hidup normal-normal saja), adalah manusia kreatif juga. Contoh sederhana, bukankah keinginan untuk menjadikan hidangan yang lain dari pada biasa, kreativitas juga? Memang, dengan melakukan hal itu nama Anda tidak akan masuk dalam ensiklopedi, atau diundang menjadi presenter acara masak di televisi, tetapi setidaknya Anda telah melakukan sesuatu yang berbeda dari yang rutin&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; text-align: justify; text-justify: kashida; text-kashida: 0%; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Ruach LET&amp;quot;; font-size: 14.0pt;"&gt;Pentingnya kreativitas&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-_8QTb91efU4/TsKOkRpCimI/AAAAAAAAASk/vmXzl-Mh_eU/s1600/DSC00376.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="http://3.bp.blogspot.com/-_8QTb91efU4/TsKOkRpCimI/AAAAAAAAASk/vmXzl-Mh_eU/s400/DSC00376.JPG" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; text-align: justify; text-justify: kashida; text-kashida: 0%; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Ruach LET&amp;quot;; font-size: 14.0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; text-align: justify; text-indent: 9.0pt; text-justify: kashida; text-kashida: 0%; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt;"&gt;"Kreativitas adalah kemampuan untuk menciptakan sesuatu, untuk mewujudkan impian dan mencoba hal-hal baru," kata Ami S. Budiman, psikolog yang menjadi direktur pada PT Sarlito Binapersona&lt;i&gt;."Setiap &lt;/i&gt;orang pada dasarnya lahir dengan potensi untuk kreatif, tetapi banyak yang tidak memanfaatkan potensi ini dengan baik. Padahal, bila kita semakin kreatif, bisa dipastikan bahwa kita akan semakin bergairah. Kesempatan untuk berkreasi memacu seseorang untuk berani tampil dan mandiri mencari solusi," lanjutnya Bahkan, menurut penelitian rata-rata manusia hanya menggunakan kurang dari 0,1 % dari potensi kreatifnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; text-align: justify; text-indent: 9.0pt; text-justify: kashida; text-kashida: 0%; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt;"&gt;Potensi kreatif itu sampai tak terasah, karena kebanyakan kita menjalani hari-hari dengan modus rutin, bukan modus kreatif, "kata Jansen Sinamo, Direktur Jasa Konsultasi Manajemen &lt;i&gt;Mahardhika. &lt;/i&gt;Mereka yang bekerja, datang ke kantor hanya untuk memenuhi target kerja, atau bahkan target waktu. Yang di rumah menyelesaikan tugas rumah tangga hanya karena memang ada tugas x, y, z.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; text-align: justify; text-indent: 9.0pt; text-justify: kashida; text-kashida: 0%; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt;"&gt;Jansen menambahkan, orang yang tak menggunakan kreativitasnya mudah tergerogoti secara emosional. Dia akan cepat jenuh karena tak ada kenikmatan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; text-align: justify; text-indent: 9.0pt; text-justify: kashida; text-kashida: 0%; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt;"&gt;Cobalah ingat apa yang terjadi bila pembantu Anda pulang kampung. Anda merasa seperti mesin yang tak pernah berhenti bekerja. Mencuci piring bisa sepuluh kali sehari, menyapu dan mengelap lantai entah berapa kali karena si kecil menumpahkan susu dan makanannya. Menjelang tidur, Anda sudah kehilangan daya. Anda sebal dengan hari yang sudah lewat, dan benci menghadapi hari esok! Kalau keadaannya begitu, bagaimana bisa nikmat?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; text-align: justify; text-justify: kashida; text-kashida: 0%; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Ruach LET&amp;quot;; font-size: 14.0pt;"&gt;"Takut, ah!"&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; text-align: justify; text-indent: 9.0pt; text-justify: kashida; text-kashida: 0%; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt;"&gt;Syarat lain dalam berkreasi adalah jangan takut salah. "Jadikan kesalahan sebagai informasi penting untuk dicoba lagi,"kata Daniel Golemen, penulis buku &lt;i&gt;The Creative Spirit. &lt;/i&gt;Banyak orang takut berbuat salah, karena tak ingin ditertawakan dan direndahkan. Padahal, kalau kita tidak mencoba, dan tidak melakukan kesalahan, kita akan kehilangan kesempatan untuk melakukan sesuatu yang baru dan inovatif. Jangan salah, seniman-seniman besar itu lebih banyak melakukan kesalahan dibandingkan dengan orang-orang yang tidak imajinatif. Rahasianya, mereka membiarkan semua ide mengalir bagai air.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; text-align: justify; text-indent: 9.0pt; text-justify: kashida; text-kashida: 0%; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt;"&gt;Yang juga penting adalah rasa humor. "Dengan rasa humor, Anda akan merasa lebih terbuka menerima segala kemungkinan. Rasa humor ini juga bisa mengikis rasa takut dan malu yang bisa menghambat kreativitas," lanjut Golemen lagi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; text-align: justify; text-indent: 9.0pt; text-justify: kashida; text-kashida: 0%; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt;"&gt;Jansen Silamo mengatakan bahwa ada kebiasan-kebiasan manusia kreatif yang patut ditiru. "Mereka tak puas dengan satu jawaban, tak begitu saja patuh pada peraturan, dan menikmati naik-turunnya ritme kehidupan, berani berpikir beda, dan terbuka terhadap gagasan baru, "ujarnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; text-align: justify; text-indent: 9.0pt; text-justify: kashida; text-kashida: 0%; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt;"&gt;Faktor lain adalah seringnya kita kehilangan waktu santai. Nyaris seluruh waktu tersita untuk masalah-masalah rutin. Coba ingat ingat, pernahkan Anda mengalami kejadian ini? Anda sedang &lt;i&gt;jogging &lt;/i&gt;di suatu pagi, tiba-tiba, 'klik' tiba-tiba muncul suatu ide untuk pemecahan masalah yang sudah berhari-hari menggumpal di kepala Anda. Ini membuat Anda heran, kenapa tidak dari kemarin ide itu datang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; text-align: justify; text-indent: 9.0pt; text-justify: kashida; text-kashida: 0%; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt;"&gt;Menurut Daniel Golemen, pada saat seperti itu Anda sedang dalam kontak dengan rub kreatif (creative &lt;i&gt;spirit). &lt;/i&gt;Nah, kalau rub itu sudah datang, segalanya menjadi mudah. Keinginan untuk mencipta, menyelidiki, dan mewujudkan suatu impian sudah berada di tangan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; text-align: justify; text-indent: 9.0pt; text-justify: kashida; text-kashida: 0%; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt;"&gt;Namun &lt;i&gt;creative spirit &lt;/i&gt;ini tidak begitu saja datang. Pertama pikiran Anda harus difokuskan pada suatu masalah terlebih dahulu, menghimpun semua informasi yang relevan. Ini, menurut Golemen, adalah tahap persiapan. Menjalani tahap ini tidaklah semudah yang diperkirakan. 'Badan sensor' dalam diri Anda bisa terns mengganggu, misalnya dengan kekhawatiran-kekhawatiran: "Aduh, aku tidak mau cara ini, nanti aku dikira bodoh," atau, "Ah, cara begitu pasti tidak akan berhasil.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; text-align: justify; text-indent: 9.0pt; text-justify: kashida; text-kashida: 0%; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt;"&gt;"Namun, kalau Anda berhasil mengumpulkan informasi yang dibutuhkan, dan rasio Anda lebih berbicara, Anda dapat menepis keragu-raguan itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; text-align: justify; text-indent: 9.0pt; text-justify: kashida; text-kashida: 0%; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt;"&gt;Ini adalah tahap inkubasi."Kita lebih siap menerima masukan dalam keadaan santai. Suasana seperti itu sangat penting karena sering menghasilkan suatu kreativitas. Entah ketika sedang mandi, perjalanan jauh, atau jalan-jalan pagi,"jelas Goleman.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; text-align: justify; text-indent: 9.0pt; text-justify: kashida; text-kashida: 0%; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt;"&gt;Sebagai contoh, &lt;i&gt;video game &lt;/i&gt;yang membuat jutaan anak kecil terpana itu, diciptakan Nolan Bushnell, bos Atari, ketika sedang santai menggambar di pantai.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; text-align: justify; text-indent: 9.0pt; text-justify: kashida; text-kashida: 0%; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt;"&gt;Kemudian datanglah tahap penting, yang sering datang tanpa diundang, misalnya saat Anda sedang &lt;i&gt;jogging &lt;/i&gt;seperti yang diceritakan di atas.Tahap ini membuat Anda berteriak,"Aha, ini dia!" Inilah ide kreativitas yang ditunggu-tunggu!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; text-align: justify; text-indent: 9.0pt; text-justify: kashida; text-kashida: 0%; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt;"&gt;Golemen menekankan bahwa saat santai itu penting dalam kreativitas. Tetapi untuk orang-orang tertentu, dalam keadaan mendesak justru mereka jadi 'brilian' "Memang, ada ungkapan yang mengatakan, &lt;i&gt;'Necessity is the mother of invention. &lt;/i&gt;(Kreativitas itu muncul karena memang dibutuhkan)'. Tetapi kalau keadaan sudah sangat mendesak tentu hasilnya tidak akan optimal. Kita jadi kurang teliti dan tidak bisa mengembangkan lebih jauh lagi," kata Jansen.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; text-align: justify; text-justify: kashida; text-kashida: 0%; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Ruach LET&amp;quot;; font-size: 14.0pt;"&gt;Anda pun Bisa !&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-Xlx7sLb3e1w/TsKO1YChVXI/AAAAAAAAASs/ldil58-w5RQ/s1600/DSC00337.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="400" src="http://2.bp.blogspot.com/-Xlx7sLb3e1w/TsKO1YChVXI/AAAAAAAAASs/ldil58-w5RQ/s400/DSC00337.JPG" width="300" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; text-align: justify; text-justify: kashida; text-kashida: 0%; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Ruach LET&amp;quot;; font-size: 14.0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; text-align: justify; text-indent: 9.0pt; text-justify: kashida; text-kashida: 0%; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt;"&gt;Robert Epstein, Ph.D., seorang psikiater dari Amerika, mengatakan bahwa kita sering tak mengindahkan ketika ada sesuatu ide datang. Padahal orang-orang kreatif langsung menangkap ide yang muncul tiba-tiba itu. "Mereka tahu persis cara menangkap ide," katanya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; text-align: justify; text-indent: 9.0pt; text-justify: kashida; text-kashida: 0%; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt;"&gt;Otto Loewi, seorang ahli biologi sel, pernah mendapat ide baru di saat dia sedang tidur. Dia langsung mencatat ide itu dalam keadaan mengantuk. Keesokan paginya, ternyata tulisannya tak terbaca dan dia tak ingat ide apa yang muncul. Malam berikutnya dia mimpi lagi. Kali ini, begitu bangun dia langsung menyambar jas lab dan lari ke laboratoriumnya. Hasilnya: dia mendapat Nobel untuk temuannya itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; text-align: justify; text-indent: 9.0pt; text-justify: kashida; text-kashida: 0%; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt;"&gt;Epstein mengungkapkan bahwa orang-orang kreatif itu selalu memakai berbagai cara untuk mengembangkan kreativitas mereka. Pelukis membawa kertas sketsa ke mana-mana, penulis dan pembuat iklan membawa notes kecil. Bahkan dalam keadaan darurat, catatan dan sketsa itu bisa dibuat di atas kertas tisu, bungkus cokelat, atau kertas apa saja yang ada di depan mata. Dengan nada humor Epstein mengatakan bahwa kreativitas itu bisa dilakukan di 3B: &lt;i&gt;bed, bath, bus!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; text-align: justify; text-indent: 9.0pt; text-justify: kashida; text-kashida: 0%; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt;"&gt;Yang perlu disadari, kata Jansen, kreativitas itu tak bisa melewati batas ketinggian ilmu kita. Jadi jangan memasang target terlalu tinggi. Misalnya saja, kreativitas Einstein tentu berbeda dengan kreativitas seorang guru fisika di SMU. Begitu pula, segetol apa pun kita belajar karaoke, suara kita tak akan menyamai Whitney Houston.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; text-align: justify; text-indent: 9.0pt; text-justify: kashida; text-kashida: 0%; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt;"&gt;Tetapi bukan itu yang penting, bukan? Howard Gardner, ahli psikologi perkembangan dari Harvard mengatakan, kepuasan yang didapat dengan melakukan suatu hal yang kreatif, sama besarnya dengan mereka yang menciptakan hal-hal besar. Kita mengasah diri kita bukan untuk menyamai mereka, tetapi untuk menghasilkan kepuasan yang sama seperti yang mereka rasakan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; text-align: justify; text-indent: 9.0pt; text-justify: kashida; text-kashida: 0%; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt;"&gt;Yang paling penting adalah kata Jansen,"Jangan mengatakan, 'Saya bukan orang kreatif' Sebab, tindakan Anda pun akan mengarah ke &lt;st1:city w:st="on"&gt;&lt;st1:place w:st="on"&gt;sana&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; &lt;i&gt;(self-fulfilling prophecy)."&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; text-align: justify; text-indent: 9.0pt; text-justify: kashida; text-kashida: 0%; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt;"&gt;Mulai sekarang lebih baik katakan pada diri Anda, "Saya juga bisa kreatif!"&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; text-align: justify; text-justify: kashida; text-kashida: 0%; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Ruach LET&amp;quot;; font-size: 14.0pt;"&gt;Kreativitas di Tempat Kerja&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; text-align: justify; text-indent: 9.0pt; text-justify: kashida; text-kashida: 0%; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt;"&gt;Kreativitas karyawan merupakan aset penting bagi perusahaan. "Karyawan yang rnerasa kreativitasnya diakui, akan bekerja dengan penuh kegembiraan hingga produktivitasnya akan tinggi. Di samping itu, efisiensi bisa ditingkatkan, karena karyawan yang kreatif tentu akan berupaya mengunakan sumber-sumber yang ada secara optimal. Biaya pemeliharaan kesehatan pun akan menurun,' kata Jansen Sinamo.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; text-align: justify; text-indent: 9.0pt; text-justify: kashida; text-kashida: 0%; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt;"&gt;Suasana gembira itu perlu diciptakan. Misalnya' dalam rapat tak boleh ada ide yang diangap aneh. Setiap orang boleh mengeluarkan ide apa pun.Tidak sedikit di antara ide-ide itu yang dapat dikembangkan menjadi solusi inovatif. &lt;st1:city w:st="on"&gt;&lt;st1:place w:st="on"&gt;Ada&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; penelitian yarng mengatakan bahwa kelompok yang lebih banyak tertawa, biasanya lebih produktif dan kreatif dibanding kelompok yang serius.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; text-align: justify; text-indent: 9.0pt; text-justify: kashida; text-kashida: 0%; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt;"&gt;Menurrut Jalisen, perlu diciptakan iklim yang &lt;i&gt;demanding &lt;/i&gt;(tuntutan berstandar tinggi) agar kreativitas bisa meningkat,"Jadi setiap orang berusaha melakukan yang terbaik, "ujarnya. "Setelah ada harapan dan apresiasi, karyawan akan bersemangat bila mereka merasa diharapkan, lalu diberi tanggapan," lanjut Jansen~ "Jadi yang atas menetapkan standar, dan yang bawah mendukung. Pada dasarnya anak buah itu senang &lt;i&gt;kok &lt;/i&gt;rnembuat senang atasannya. Namun, tentu saja atasan yang prestasi kerja dan moralnya patut dihormati." Kreativitas tiap orang berbeda-beda, tergantung pengaruh lingkungan kerja' keyakinan yang dia tanam pada diri sendiri, dan intelektualnya. Menurut Jansen, bila orang itu tidak mau mengembangkan intelektualnya, dia tidak bisa mengembangkan kreativitasnya lagi "Susahnya, karena frustrasi orang-orang seperti ini menjadi &lt;i&gt;negaholics &lt;/i&gt;(memandang segala sesuatu secara negatif). Yang lebih berbahaya, dia menyebarkan penyakitnya 'pada orang lain."&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; text-align: justify; text-justify: kashida; text-kashida: 0%; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Ruach LET&amp;quot;; font-size: 14.0pt;"&gt;Ide dari Jalan&lt;i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; text-align: justify; text-indent: 9.0pt; text-justify: kashida; text-kashida: 0%; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt;"&gt;Baby Nainggolan, desainer dan pemilik usaha barang daur ulang bermerek Rafael punya cara khusus untuk mendapathan ide. "Saya selalu ingin tabu dan mengamati banyak hal hingga detail. Misalnya, bila dijalan saya menemukan ranting, daun, barang bekas, besek; atau menyaksikan pameran alat tulis kantor, saya amati bentuk dan teksturnya dengan teliti. Hasilnya saya rekam di dalam kepala. Kadang-kadang saya mencatat di telapak tangan dulu sebelum disalin di rumah,' katanya. Dengan demikian, ia mempunyai dokamentasi ide. Misalnya, ide untuk membuat potpourri berwadahkan besek, berhiaskan kulit jagung, atau beberapa kelompok perangkat alat tulis kantor.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; text-align: justify; text-indent: 9.0pt; text-justify: kashida; text-kashida: 0%; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt;"&gt;"Dalam mendesain, saya selalu mempunyai alternatif. Misalnya, ternyata kulit jagung tidak tersedia lagi di mana-mana, saya cari bahan pengganti dari lulup (sejenis kulit pohon) atau kertas yang direkayasa mirip kerutan kulit jagung,'katanya. Ini membuatnya lebih efisien dalam pemakaian bahan dan alokasi waktu. Nilai jual barang juga tak berkurang. 'Kalau persiapan matang, saya yakin pembeli selalu ada dan pasar selalu terbuka,'katanya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; text-align: justify; text-indent: 9.0pt; text-justify: kashida; text-kashida: 0%; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/723494244482934199-7545559184186615413?l=bajankbrilliant.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bajankbrilliant.blogspot.com/feeds/7545559184186615413/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bajankbrilliant.blogspot.com/2011/11/andapun-bisa-kreatif_15.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/723494244482934199/posts/default/7545559184186615413'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/723494244482934199/posts/default/7545559184186615413'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bajankbrilliant.blogspot.com/2011/11/andapun-bisa-kreatif_15.html' title='ANDAPUN BISA KREATIF !!!'/><author><name>Jamaludin Tohir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15137828952366334717</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_EjSgRuGN76o/TRC1dsuepbI/AAAAAAAAAAQ/KzHhz0ntZ_w/S220/CGHDHDF.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-_8QTb91efU4/TsKOkRpCimI/AAAAAAAAASk/vmXzl-Mh_eU/s72-c/DSC00376.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-723494244482934199.post-3989971523641323193</id><published>2011-06-23T06:43:00.000-07:00</published><updated>2011-11-12T17:57:38.935-08:00</updated><title type='text'>HAY SOBAT GOLONGAN DARAHMU APA ???</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div style="color: yellow;"&gt;&lt;title&gt;&lt;/title&gt;&lt;style type="text/css"&gt; &lt;!--  @page { margin: 0.79in }  P { margin-bottom: 0.08in } --&gt; &lt;/style&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="color: yellow; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Di Negara Jepang Telah dilakukan riset besar-besaran utk mengetahui tipe2 manusia berdasarkan golongan darah shg tdk heran kemudian banyak perusahaan jepang memakai hasil penelitian tsb utk seleksi masuk ke perusahaannya. Jangan heran bila anda masuk ke perusahaan jepang di tanya tentang golongan darah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: yellow; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Ada banyak refreensi di jepang yg membahas ttg golongan darah, menurut sumber, ada sekitar 30-an lebih sumber yang membahas golongan darah ini yang dihubungkan dengan karakter manusia diantaranya: Buku &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Touch My Heart&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; (diterjemahkan di Indonesia: Mengenal Kepribadian Anak Menurut Golongan Darah) adalah salah satu buku Toshitaka yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dari buku-bukunya yang sangat diminati oleh para pembacaranya, di antaranya; &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;You Are Your Blood Type, Blood Type: A Guide for the Body and Soul, Understanding Compatibility from Blood Types&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: yellow;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-BH_jsHQyP2I/Tr8j2EqLWjI/AAAAAAAAAR4/FL-6Xu6K_dM/s1600/DSC00380.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="400" src="http://3.bp.blogspot.com/-BH_jsHQyP2I/Tr8j2EqLWjI/AAAAAAAAAR4/FL-6Xu6K_dM/s400/DSC00380.JPG" width="300" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Golongan darah A&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="JUSTIFY" style="color: yellow;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; Biasanya orang yang bergolongan darah A ini berkepala dingin, serius, sabar dan kalem atau cool, bahasa kerennya. Orang yang bergolongan darah A ini mempunyai karakter yang tegas, bisa di andalkan dan dipercaya namun keras kepala. Sebelum melakukan sesuatu mereka memikirkannya terlebih dahulu. Dan merencanakan segala sesuatunya secara matang. Mereka mengerjakan segalanya dengan sungguh-sungguh dan secara konsisten. Mereka berusaha membuat diri mereka sewajar dan ideal mungkin. Mereka bisa kelihatan menyendiri dan jauh dari orang-orang. Mereka mencoba menekan perasaan mereka dan karena sering melakukannya mereka terlihat tegar. Meskipun sebenarnya mereka mempunya sisi yang lembek seperti gugup dan lain sebagainya. Mereka cenderung keras terhadap orang-orang yang tidak sependapat. Makanya mereka cenderung berada di sekitar orang-orang yang ber’temperamen’ sama sehingga dalam perilaku sexnya cenderung datar, monoton dan membuat bosan pasangannya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: yellow;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Golongan darah B&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: yellow; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; Orang yang bergolongan darah B ini cenderung penasaran dan tertarik terhadap segalanya. Mereka juga cenderung mempunyai terlalu banyak kegemaran dan hobby. Kalau sedang suka dengan sesuatu biasanya mereka menggebu-gebu namun cepat juga bosan. Tapi biasanya mereka bisa memilih mana yang lebih penting dari sekian banyak hal yang di kerjakannya. Mereka cenderung ingin menjadi nomor satu dalam berbagai hal ketimbang hanya dianggap rata-rata. Dan biasanya mereka cenderung melalaikan sesuatu jika terfokus dengan kesibukan yang lain. Dengan kata lain, mereka tidak bisa mengerjakan sesuatu secara berbarengan. Mereka dari luar terlihat cemerlang, riang, bersemangat dan antusias. Namun sebenarnya hal itu semua sama sekali berbeda dengan yang ada didalam diri mereka. Mereka bisa dikatakan sebagai orang yang tidak ingin bergaul dengan banyak orang sehingga dalam perilaku sexnya sangat membatasi hal hal yang tidak umum seperti oral sex, anal sex dan foreplay yg panjang yg membuat pasangannya merasa tidak nyaman.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: yellow;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;Golongan darah O&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="JUSTIFY" style="color: yellow;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; Orang yang bergolongan darah O, mereka ini biasanya berperan dalam menciptakan gairah untuk suatu grup. Dan berperan dalam menciptakan suatu keharmonisan diantara para anggota grup tersebut. Figur mereka terlihat sebagai orang yang menerima dan melaksakan sesuatu dengan tenang. Mereka pandai menutupi sesuatu sehingga mereka kelihatan selalu riang, damai dan tidak punya masalah sama sekali. Tapi kalau tidak tahan, mereka pasti akan mencari tempat atau orang untuk curhat (tempat mengadu). Mereka biasanya pemurah (baik hati), senang berbuat kebajikan. Mereka dermawan dan tidak segan-segan mengeluarkan uang untuk orang lain. Tapi mereka sebenarnya keras kepala juga, dan secara rahasia mempunyai pendapatnya sendiri tentang berbagai hal. Dilain pihak, mereka sangat fleksibel dan sangat mudah menerima hal-hal yang baru. Mereka cenderung mudah di pengaruhi oleh orang lain dan oleh apa yang mereka lihat dari TV. Mereka terlihat berkepala dingin dan&amp;nbsp; terpercaya tapi mereka sering tergelincir dan membuat kesalahan yang besar karena kurang berhati-hati. Tapi hal itu yang menyebabkan orang yang bergolongan darah O&amp;nbsp; ini di cintai sehingga dalam perilaku sexnya sangat variatif, energik dan penuh stamina, selalu mencari jurus jurus dan posisi posisi baru setiap kali berhubungan sex yang kadang membuat pasangannya kewalahan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: yellow;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Golongan darah AB&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="JUSTIFY" style="color: yellow;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; Orang yang bergolongan darah AB ini mempunyai perasaan yang sensitif, lembut. Mereka penuh perhatian dengan perasaan orang lain dan selalu menghadapi orang lain&amp;nbsp; dengan kepedulian serta kehati-hatian. Disamping itu mereka keras dengan diri mereka sendiri juga dengan orang-orang yang dekat dengannya. Mereka jadi cenderung kelihatan mempunyai dua kepribadian. Mereka sering menjadi orang yang sentimen dan memikirkan sesuatu terlalu dalam. Mereka mempunyai banyak teman, tapi&amp;nbsp; mereka membutuhkan waktu untuk menyendiri untuk memikirkan persoalan-persoalan mereka sehingga dalam perilaku sexnya sangat memperhatikan keadaan pasangannya, sangat penuh perasaan dan kehati hatian yg sering membuat pasangannya merasa hubungan sexnya kurang menggigit.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: yellow;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;lalu &lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;ul style="color: yellow;" type="DISC"&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Golongan darah O&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;  &lt;/span&gt;  &lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="color: yellow; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Ini adalah tipe pemimpin. Saat melihat sesuatu yang diinginkan, orang dengan golongan darah ini akan berusaha mencapainya. Anda juga termasuk trend-setter, loyal, punya daya juang tinggi dan percaya diri yang kokoh. Kelemahan Anda adalah mudah cemburu, agak sombong dan cenderung amat kompetitif. Benar tidak?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="color: yellow;" type="DISC"&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Golongan darah A&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;  &lt;/span&gt;  &lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="color: yellow; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Anda suka keselarasan, kedamaian dan organisasi. Bisa berkerjasama dengan baik dengan orang lain, peka, sabar dan penuh perhatian. Namun kelemahan anda adalah tidak bisa melakukan sesuatu dengan santai dan cenderung keras kepala.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="color: yellow;" type="DISC"&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Golongan darah B&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;  &lt;/span&gt;  &lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="color: yellow; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Anda punya tabiat keras dan individualis, suka terang-terang tanpa tedeng aling2 dan melakukan segala sesuatu dengan cara sendiri. Namun Anda juga kreatif dan fleksibel, dan bisa beradaptasi dengan gampang terhadap segala situasi. Namun kelemahan yang Anda punya adalah cenderung terlalu mandiri, yang bisa merugikan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="color: yellow;" type="DISC"&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Golongan darah AB&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;  &lt;/span&gt;  &lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="color: yellow; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Dingin dan terkendali, makanya tak mengherankan teman menjadikan Anda sebagai tempat berbagi cerita, terutama urusan curhat. Anda terlahir untuk menghibur orang lain secara alami, khas Anda. Namun sayangnya Anda cenderung angin-anginan dan sulit membuat keputusan, blak-blakan yang kadang menyakiti hati orang lain&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: yellow; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;KALO" Q SENDIRI SIH GOLONGAN DARAH O YAITU SEPERTI INI :&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: yellow; text-align: justify;"&gt;&lt;title&gt;&lt;/title&gt;&lt;style type="text/css"&gt; &lt;!--  @page { margin: 0.79in }  P { margin-bottom: 0.08in } --&gt; &lt;/style&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="JUSTIFY" style="color: yellow;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Tipe Golongan darah O :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="JUSTIFY" style="color: yellow;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Jenis O adalah golongan darah pertama, leluhur prototipe tipe O adalah predator, cerdik agresif.Aspek Jenis O profil tetap penting dalam setiap masyarakat bahkan sampai hari ini - kepemimpinan, ekstroversi, energi dan fokus di antara sifat-sifat mereka yang terbaik. Type O dapat kuat dan produktif, ketika respon stres Type O bisa salah satu dari kemarahan, hiperaktif, dan impulsif. Perubahan sifat terjadi disebabkan dari pola makan yang buruk, kurangnya olahraga, perilaku tidak sehat atau tingkat stres meningkat. Masalah kesehatannya cenderung karena pencernaan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="JUSTIFY" style="color: yellow;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Jika Tipe O bisa menyesuaikan hidupnya, Tipe ini dapat menuai manfaat dari keturunan Anda. warisan genetik Anda menawarkan kesempatan untuk menjadi kuat, ramping, produktif, berumur panjang dan optimis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepribadian Tipe O &lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="JUSTIFY" style="color: yellow;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Cenderung bertanggung jawab, tegas, terorganisir, tujuan, aturan-yang sadar, dan praktis. Tipe O memiliki kelebihan dari golongan darah lainnya dalam hal "penginderaan" - menggunakan 5 indra untuk mengumpulkan informasi, dan mengkombinasikannya dalam berpikir, Mereka lebih terinci dan berorientasi fakta, logis, tepat dan teratur.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: yellow; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;!!! SEKIAN EAWW SEMOGA BERMANFAAT !!!&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: yellow; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;!!! JAMALUDIN TOHIR !!!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="JUSTIFY" style="color: yellow;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: yellow;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="JUSTIFY" style="color: yellow; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/723494244482934199-3989971523641323193?l=bajankbrilliant.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bajankbrilliant.blogspot.com/feeds/3989971523641323193/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bajankbrilliant.blogspot.com/2011/06/hay-sobat-golongan-darahmu-apa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/723494244482934199/posts/default/3989971523641323193'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/723494244482934199/posts/default/3989971523641323193'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bajankbrilliant.blogspot.com/2011/06/hay-sobat-golongan-darahmu-apa.html' title='HAY SOBAT GOLONGAN DARAHMU APA ???'/><author><name>Jamaludin Tohir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15137828952366334717</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_EjSgRuGN76o/TRC1dsuepbI/AAAAAAAAAAQ/KzHhz0ntZ_w/S220/CGHDHDF.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-BH_jsHQyP2I/Tr8j2EqLWjI/AAAAAAAAAR4/FL-6Xu6K_dM/s72-c/DSC00380.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-723494244482934199.post-2205432610247655733</id><published>2011-03-13T01:23:00.000-08:00</published><updated>2011-03-13T20:18:21.702-07:00</updated><title type='text'>KASIH SAYANG DARI SEGELAS AIR SUSU</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;m:smallfrac m:val="off"&gt;    &lt;m:dispdef&gt;    &lt;m:lmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:rmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:defjc m:val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent m:val="1440"&gt;    &lt;m:intlim m:val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim m:val="undOvr"&gt;   &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt; &lt;/m:wrapindent&gt;    &lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Suatu hari,seorang anak laki-laki miskin yang hidup sebagai pedagang asongan dari pintu ke pintu biasanya dilakukan dikompleks-kompleks rumah Dinas kehabisan uang .kondisnya saat itu sangat lapar.Anak lelaki tersebut memutuskan untuk meminta makanan dari rumah berikutnya,akan tetapi dia hilang keberanian saat ibu muda istri pejabat membuka pintu.anak itu tidak jadi meminta makanan ,ia hanya berani meminta segelas segelas air.ibu muda tersebut melihat dan berfikir bahwa anak lelaki tersebut pastilah sedang lapar.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Oleh karena itu,ia membawakan segelas besar susu.kemudian,anak lelaki tersebut minum dengan lahapnya dan bertanya, “berapa saya harus membayar untuk segelas besar susu ini?”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Ibu itu menjawab,”kamu tidak perlu membayar apapun,orang tua kami dulu megajarkan kami untuk tidak menerima bayaran jika melakukan suatu kebaikan,”kata ibu itu menambahkan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Sambil menghabiskan susunya,anak lelaki tersebut berkata dalam hatinya :”Dari hatiku yang terdalam ,aku sangat simpati pada ibu yang berbaik hati ini,dia tidak sombong sekalipun istri seorang pejabat !”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://lh5.googleusercontent.com/-83xgsxYfEFE/TX2HV6HUE7I/AAAAAAAAALw/W6BIamlOKSs/s1600/jamal+gagah.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="400" src="https://lh5.googleusercontent.com/-83xgsxYfEFE/TX2HV6HUE7I/AAAAAAAAALw/W6BIamlOKSs/s400/jamal+gagah.jpg" width="300" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Bebrapa puluh tauhun kemudian ,ibu muda dahulu (yang kini sudah agak lanjut usianya) mengalami sakit yang sangat kritis.balai pengobatan sudah tidak mampu lagi mengobati penyakit komplikasinya,apalagi saat ini ia berstatus sebagai janda seorang pensiunan kereta api.atas saran keluarganya,si wanita ini dipindahkan ke Rumah Sakit umum pemerintah yang ada di kota tersebut untuk diobservasi.namun,tetap saja tidak bisa diobati.akhirnya,dengan menjual barang-barang yang tersisa dan atas bantuan rekan-rekan sesame janda pensiunan,si wanita ini dikirim ke ibu kota karena disana ada dokter yanmg mampu mengobati penyakit komplikasinya itu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Dr.jamaludin tohir dipanggil utnuk melakukan pemeriksaan.pada saat ia mendengar nama kota asal si ibu tersebut,terbersit seberkas pancaran yang aneh pada mata dr.jamal.segera ia bangkit mengenakan jubah kedokterannya dan bergegas turun melalui aula rumah sakit menuju kamar si wanita tersebut.Ia langsung mengenali wanita itu dengan sekali pandang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Dr.jamal kemudian kembali keruang konsultasi dan memutuskan untuk melakukan serangkaian medical check up total serta terapi-terapi medis lainnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;“Pokonya si wanita tersebut harus sembuh,”demikian obsesinya.mulai hari itu,si biu yang tergolek lemah tersebut menjadi perhatian dr.jamal dengan kasih saying yang tulus.memasuki bulan ketiga dirumah sakit tersebut ternyata si ibu benar-benar sembuh.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Lalu Dr.Jamal meminta bagian keuangan Rumah sakit untuk mengirimkan seluruh tagihan biaya pengobatan kepadanya guna persetujuan.Dr.Jamal melihatnya,dan menuliskan sesuatu pada pojok atas lembar tagihan tersebut.ia sangat yakin ibu ini tidak akan mampu membayar tagihan tersebut&amp;nbsp; walaupun harus dicicil seumur hidupnya.Bisnis yang dirintis bersama sang suami (Al-Marhum)ketika memasuki pension gagal karena ditipu orang,demikian cerita si ibu kepada dr.jamal bebrapa waktu lalu,hal ini pula yang membuat ia jatuh miskin,dengan seorang anak yang juga saat ini pengangguran.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Lembar tagihan akhirnya sampai ke tangan ibu yang malang itu.dengan rasa was-was ia memberanikan diri membaca tagihan yang disodorkan oleh bagian keuangan.disana tertera rincian biaya yang dikeluarkan selama ia menjalani pengobatan.dia berfikir dengan pandangan matanya yang sayu meredup disertai dengan guratan wajahnya yang agak memucat setelah melihat tagihan&amp;nbsp; tersebut “Bagaiman harus membayar tagihan tersebut walaupun semua apa yang dimilikinya sekarang dikeluarkan untuk membayar tagihan tersebut jauh dari cukup bahkan tidak sampai seperempatnya”akan tetapi,ada sesuatu yang menarik perhatiannya pada pojok atas lembar tagihan tersebut.ia membaca tulisan yang berbunyi:”telah dibayar lunas dengan segelas besar air susu!” tertanda:Dr.Jamaludin Tohir.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;(^_~)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&amp;lt;===($)===&amp;gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Ketika ditanya,apa yang paling membuat kebahagiaan manusia saat ini.mungkin jawaban yang paling tepat adalah dengan memberikan kebahagiaan kepada orang lain(K.G.Lim,1995).memberi memang lebih indah daripada menerima.memberi merupakan wujud dari kerendahan hati kita dihadapan sang pencipta.bahkan,seorang klien pernah bertutur:”kalaulah setiap orang di perusahaan mau member dan tidak berharap menerima,niscaya perusahaan tersebut akan kuat dan survive”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Member berarti melakukan inisiatif pertama tanpa mengahrapkan balasannya,karena ap yang dilakukan telah diperhitungkan oleh sang pencipta sebagai bagian dari kasih dan amal terhadap sesame.para psikolog di eropa telah melakukan serangkaian percobaan longitudinal dan menarik kesimpulan bahwa orang yang selalu member tanpa berharap balasanternyata memiliki daya tahan mental yang tinggi,lebih mampu mengahadapi cobaan hidup,dan terhindar dari penyakit-penyakit yang diakibatkan oleh stress.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Tidak selamanya hidup iini stabil,ada saatnya kita mengalami goncangan hidup.jabatan,kebahagiaan,dan fasilitas yang dimiliki saat ini merupakan “baju” yang bisa dilepas setiap saat.namun,kebahagiaan yang diperoleh melalui memberi dengan tulus adalah sesuatu yang abdi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Apa yang diberikan,baik itu berupa senyuman,perhatian,ucapan selamat,bahkan materi yang dimilikisecara langsung atau tidak langsung akan memberi dampak yang besar bagi penerima maupun si pemberi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Segelas susu yang diberikan si ibu muda tadi telah memberikan dampak y6ang luar biasa bagi seorang anak yang ternyata adalah dr.jamaludin tohirketika member segelas susu kepada seorang anak miskin tersebut,si ibu tidak berfikir tentang balasan yang akan diperoleh daridari anak tersebut sekarang maupun nanti,semua sudah ada yang mengatur.memberi dari kelebihan mungkin merupakan hal yang biasa yang seharusnya dilakukan.namun,ketika member dari kekurangan kita,disinilah pemaknaan hidup yang lebih tinggi lagi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;By:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;PARLINDUNGAN MARPAUNG dalam bukunya SETENGAH ISI SETENGAH KOSONG.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/723494244482934199-2205432610247655733?l=bajankbrilliant.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bajankbrilliant.blogspot.com/feeds/2205432610247655733/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bajankbrilliant.blogspot.com/2011/03/kasih-sayang-segelas-susu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/723494244482934199/posts/default/2205432610247655733'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/723494244482934199/posts/default/2205432610247655733'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bajankbrilliant.blogspot.com/2011/03/kasih-sayang-segelas-susu.html' title='KASIH SAYANG DARI SEGELAS AIR SUSU'/><author><name>Jamaludin Tohir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15137828952366334717</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_EjSgRuGN76o/TRC1dsuepbI/AAAAAAAAAAQ/KzHhz0ntZ_w/S220/CGHDHDF.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='https://lh5.googleusercontent.com/-83xgsxYfEFE/TX2HV6HUE7I/AAAAAAAAALw/W6BIamlOKSs/s72-c/jamal+gagah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-723494244482934199.post-7435481463730867877</id><published>2011-02-11T01:22:00.000-08:00</published><updated>2011-02-24T04:23:23.651-08:00</updated><title type='text'>KETIKA MATA HATI NURANI DIBUTAKAN OLEH INDAHNYA CINTA FATAMORGANA EMI  SRYTI</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CINTERN%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml" rel="File-List"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CINTERN%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx" rel="themeData"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CINTERN%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml" rel="colorSchemeMapping"&gt;&lt;/link&gt;    &lt;m:smallfrac m:val="off"&gt;    &lt;m:dispdef&gt;    &lt;m:lmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:rmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:defjc m:val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent m:val="1440"&gt;    &lt;m:intlim m:val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim m:val="undOvr"&gt;   &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt; &lt;/m:wrapindent&gt;&lt;style&gt;&lt;!-- /* Font Definitions */ @font-face	{font-family:"Cambria Math";	panose-1:0 0 0 0 0 0 0 0 0 0;	mso-font-charset:1;	mso-generic-font-family:roman;	mso-font-format:other;	mso-font-pitch:variable;	mso-font-signature:0 0 0 0 0 0;}@font-face	{font-family:Calibri;	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4;	mso-font-charset:0;	mso-generic-font-family:swiss;	mso-font-pitch:variable;	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal	{mso-style-unhide:no;	mso-style-qformat:yes;	mso-style-parent:"";	margin-top:0in;	margin-right:0in;	margin-bottom:10.0pt;	margin-left:0in;	line-height:115%;	mso-pagination:widow-orphan;	font-size:11.0pt;	font-family:"Calibri","sans-serif";	mso-ascii-font-family:Calibri;	mso-ascii-theme-font:minor-latin;	mso-fareast-font-family:Calibri;	mso-fareast-theme-font:minor-latin;	mso-hansi-font-family:Calibri;	mso-hansi-theme-font:minor-latin;	mso-bidi-font-family:Arial;	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}.MsoChpDefault	{mso-style-type:export-only;	mso-default-props:yes;	mso-ascii-font-family:Calibri;	mso-ascii-theme-font:minor-latin;	mso-fareast-font-family:Calibri;	mso-fareast-theme-font:minor-latin;	mso-hansi-font-family:Calibri;	mso-hansi-theme-font:minor-latin;	mso-bidi-font-family:Arial;	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}.MsoPapDefault	{mso-style-type:export-only;	margin-bottom:10.0pt;	line-height:115%;}@page Section1	{size:8.5in 11.0in;	margin:1.0in 1.0in 1.0in 1.0in;	mso-header-margin:35.4pt;	mso-footer-margin:35.4pt;	mso-paper-source:0;}div.Section1	{page:Section1;}--&gt;&lt;/style&gt;&lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;HATIKU BERBICARA TENTANG CINTA&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-lSIkk6MsCeA/TWZNiOHFV3I/AAAAAAAAALU/BzygAbSxn0c/s1600/erhyfhfghg.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://3.bp.blogspot.com/-lSIkk6MsCeA/TWZNiOHFV3I/AAAAAAAAALU/BzygAbSxn0c/s200/erhyfhfghg.jpg" width="188" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-nsWuQycqkiM/TWSPI1jLwxI/AAAAAAAAALQ/af59vYYV7NA/s1600/jghjhgjg.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Sebenarnya Q ragu menulis postingan ini akan tetapi&amp;nbsp; setalah lama merenung dan memikirkannya ada baiknya untuk ditulis dan akhirnya keyakinan berhasih melibas kerguan itu sehingga anda yang sekarang duduk manis didepan layar computer/laptop ini bisa membaca dan mendengar keluh kesah segumpal daging berwarna merah kehitam-hitaman yang letaknya kira-kira pas dibawah dua alat untuk bernafas dan bersahabat dekat dengan alat pemompa darah yang latarnya di dalam &amp;nbsp;suatu tempat yang tidak asing lagi bagi semua orang,tanpa Q tulis pun munkin anda sudah tau itulah hati.dimana semua segala sesuatu yang berkaitan dengan perasaan tidak akan luput dari lacakan radar hati,termasuk tentang perasaanku saat ini.yang apabila Q menulisnya dengan pena maka akan patah berantakan dan apabila diketik dikomputer yang intel prosesornya paling tinggi dan tercepat sekalipun seperti yang ditawarkan kepadaku diamplaz itu pasti akan Error dan tidak bisa diperbaiki lagi karena kerasnya dan dalamnya perasaan hatiku.hanya saja Q tidak menceritakan semuanya dengan detil sehingga computer anda masih bisa berfungsi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Q tidak tau harus memulai darimana,tapi lansung saja dari ketika sebuah rasa yang tidak biasa kurasakan ketika melihat wajah seorang gadis cantik jelita yang apabila terus-terusan memandangnya akan terbawa kedalam khayalan yang tinggi dan kenikmatan dalam hati yang sangat luar biasa bahkan lebih nikmat seperti yang digambarkan pecandu ganja ketika menikmati ganjanya yang tidak bisa digambarkan dengan huruf-huruf yang berbaris rapi seperti ini walaupun dengan sajak dan sya’ir skalipun ,sehingga ketika itu apabila sehari saja Q tidak melihat wajahnya maka Q seperti orang yang khilangan sesuatu yang berharga dalam hidupku,seakan-akan Q tidak mempunyai keistimiweaan didunia ini akan tetapi setelah melihat wajahnya diriku merasa seakan Q mempunyai segala-galanya, rasanya Q adalah&amp;nbsp; manusia yang diciptakan sempurna Oleh sang pencipta,segala puji baginya yag telah menciptakan manusia berpasang-pasangan berlainan jenis(An-nisa’:1).yang membuatku semakin tenggelam dan terhanyaut dalam rasa ini adalah ketika melihat senyumannya kepadaku,wajahnya yang periang selalu tersenyum kepada siapapun dan tingkah lakunya yang apabila orang mencicipinya seidkit saja akan mabuk kepayang kalau bahasa sasaknya “klepek-klepek”.bukan saja kecantikan dan tingkah lakunya yang membuatku terkagum-kagum akan tetapi penampilannya yang selalu rapi dan pandai dalam memilih kostum tidak seperti Q yang acak-acakan.dia juga sangat religious dan selalu menjaga kehormatannya,seluruh auratnya terbungkus rapi indah sekali.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Hampir setiap hari Q slalu bersamanya dan bias melihat senyumannya yang melayukan seluruh bunga ditaman karena manisnya senyuman itu Q rasakan lebih manis dari pada gula.Dan setiap hari itu juga Q merasakan kebahagiaan yang jarang kudapatkan dalam hidupku.tapi Q belum mengerti sebenarnya rasa apakah ini?apakah ini rasa seperti yang orang-orang sering katakan ataukah ini sekedar rasa kegilaanku saja? tapi kegilaanku ini akibat dari senyumannya kepadaku.akhirnya setelah bebrapa lama kemudian Q bias menyimpulkan bahwa ini adalah rasa cinta,ya benar sekali Q sedang jatuh cinta kepadanya,tapi ada masalah besar yang menantiku seandainya Q jatuh cinta kepadanya yaitu,bagaimana Q harus mnyampaikan rasa cinta ini kepadanya atau Q harus memendam rasa ini tapi Q tau itu tidak munkin Q lakukan karena itu akan membuat Q tersiksa setiap saat .bagaimana ini??&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Hingga pada suatu saat setelah beberapa tahun Q terbalut dalam siksa dera rasa jatuh cinta yang Q pendam membuat tubuhku semakin kurus yang telah lama Q olah supaya lebih berotot dan berisi kini semakin kurus malah jauh dari Q yang dulu yang bias dibilang gemuk.akhirnya Q hanya berani ungkapkan isi hatiku kepadanya dengan pujaan-pujaan gombal dan itupun Q berani lewat SMS hingga pada suatu saat akhirnya tiba saat-saat itu yaitu ketika Q beranikan diri mengirim SMS yang bunyinya “U’re special Girl in my Heart”,hatiku deg-degan menunggu balasan darinya dakhirnya diapun menjawabnya dengan hati bergetar Q buka SMSnya dan Ouhh malah membuat Q jadi penasaran katanya “Q punya pangeran laki-laki idaman” kemudian Q langsung membalasnya dengan pertanyaan “siapakah laki-laki idaman itu?”,kemudian dia jawab dengan singkat dan padat yaitu dengan huruf “U” tapi membuat Hidupku terasa indah damai dan tentram,betapa berartinya huruf U itu bagiku.rasanya bukan Sholat dan Al-qur’an lagi&amp;nbsp; yang yang membuat hati menjadi tenang,damai dan tentram akan tetapi cintaku yang aneh ini. dan apakah ini yang disebut dengan cinta buta.cinta memang tidak bisa dianalogikan oleh satu definisi, cinta terkadang adalah madu dan terkadang bisa menjadi racun seperti cinta yang Q jalani ini cintaku ini membutakan mata hatiku membuatku diatas normal dan menjadi gila sehingga setiap aktivitasku tidak dijalani dengan diriku yang sebenarnya akan tetapi dikendalikan oleh cinta racun.dan dari sinilah mulai perjalanan cintaku yang pedih yang pada awalnya sangat indah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Setelah beberpa lama memandu cinta dengannya sekalipun dan secuilpun Q tidak berani menyentuhnya dan memang Q tidak berani karena melihat wajahnya saja Q sudah gemetaran keringat dingin mungkin karena memang dari sejak kecil Q tidak terbiasa dengan perempuan bahkan Q sering gugup gemetaran apabila bersama cewek-cewek ditambah lagi dengan sabda nabi SAW yang “sungguh apabila ditusukkan besi paku yang panas dikepalamu itu lebih bai bagimu daipada menyentuh seorang perempuan yang tidak halal bagimu”.dan inilah yang membuatku jarang menemui dirinya padahal dia ingin sekali ditemui tapi Q tidak bisa hingga beberapa lama kemudian dia mulai membuat alasan-alasan untuk putus dan tidak sanggup lagi karena Q terlalu jauh dari dia.jadi,siapakah yang salah ? apakah Q ini orang yang bodoh? Munkin anda yang membaca setuju akan tetapi anda tidak tau isi hatiku dan keadaanku dan Q tidak bias menerima itu dan akhirnya hubunganku dengan dia seperti sinyal yang terputus yang kadang tersambung dan kadang-kadang terputus hingga sampailah pada suatu saat &amp;nbsp;dia menyimpulkan Q selingkuh padahal Q sama sekali tidak merasa seperti yang ia tuduhkan kepadaku dan ia juga beralasan sudah punya cowok yang lain.sebenarnya Q marah sekali hingga Q sampai berkata kotor “sundal” tetapi kepada siapakah Q akan marah dan salah siapakah ini kalau bukan kesalahanku dan Q juga sadar bahwa Q tidak bisa menjalani cinta ini karena Q sadar juga Q tidak pernah bisa memberikan apa yang sebenarnya ia inginkan lantaran Q terpisah oleh dua pulau.menurut kalian pulau Lombok dengan&amp;nbsp; pulau jawa jauh apa tidak?dia di Lombok dan Q di Jawa saat ini Q sedang melanjutkan study ke salah satu universitas islam negeri yang bisa anda lihat diprofil lengkapku.Hingga setelah bebrapa lama terungkap bahwa sebenarnya dia hanya mempermainkanku dan dia sebenarnya tidak pernah serius denganku dan dari sinilah sikapku yang sebenarnya terlihat bahwasannya Q orang yang keras hingga karena hal itu Q mengamuk dikostku sampai semua teman-temanku kena pukulan dan lemparanku benda apa saja yang terlihat oleh mataku harus terlempar hingga akhirnya temanku yang berbadan besar bisa melumpuhkanku akan tetapi rasa sakit sedikitpun tidak terasa oleh pukulan temanku yang terasa hanya kepedihan hatiku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Hari demi hari Q lewati dengan rasa sakit hati dan penuh dendam seandainya cowoknya itu berada didepanku munkin Q akan memecahkan kepalanya bagaimanapun caranya.dan seketika itu teringat saat Q dulu ketika berada dipondok pernah membuat salah satu santri pingsan dan yang satunya mulutnya berdarah-darah dan ada juga yang hanya terkena tendangan yang tidak seberapa dari Q yang baru latihan wusyu.hingga akhirnya Q sadar bahwa semua itu tidak ada gunanya dan Q bertekad untuk melupakannya untuk sementara dan besok kalau Q sudah mudik akan Q cari lagi dia.setelah beberapa lamanya Q bahkan tidak ingat dan hampir tidak pernah teringat sedikitpun tentang dia singkatnya Q sudah melupakan dia.dan pada suatu hari ketika Q sedang membuka FB Q sangat terkejut dan membuat hatiku pecah dan meledak,rasa marah dan menyesal menjadi satu Q tidak tau siapa yang akan Q salahkan ketika Q melihat foto yang dibawah ini:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-M5m2SwqA7QY/TVUB8hgh38I/AAAAAAAAALM/RLgnK3FJ9aQ/s1600/180803_160152197369577_100001243948388_342462_7544283_n.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://2.bp.blogspot.com/-M5m2SwqA7QY/TVUB8hgh38I/AAAAAAAAALM/RLgnK3FJ9aQ/s200/180803_160152197369577_100001243948388_342462_7544283_n.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Ya,,..anda bisa melihat sendiri cewek itu,ia adalah cewek yang Q jatuh cinta padanya sedang dipeluk dan berpelukan mesra dengan cowoknya. betapa bodohnya Q yang mengira bahwa dia adalah perempuan yang baik-baik,selalu memakai jilbab dan menjaga kesucian kehormatannya,urusan dosa memang urusan yang maha khalik dan Q sama sekali tidak bisa ikut campur dalam urusan itu bahkan siapapun didunia ini tidak bisa ikut campur dalam urusan masalah pahala dan dosa.itu semua diatur oleh Allah SWT. bisa jadi orang yang kerjaanya ibadah dan beramal sholeh pada akhirnya akan masuk neraka dan begitu juga sebaliknya .walaupun sebenarnya Q juga bukan orang yang baik-baik bahkan Q adalah orang yang bejat tapi Q masih bisa menjaga diri dari hal diatas dan Q masih punya hati nurani buktinya ketika setiap Q melakukan kesalahan/dosa Q masih merasa bersalah dan ketika Q melihat orang tertindas Q masih bisa merasakan rasa kasihan.Q bukan lenin atau stalin yang pada masanya menindas dan membunuh puluhan juta penduduk bumi dan Q pun bukan Hitler atau rekan-rekannya yang mempunyai rezim nazi.Q juga seorang laki-laki normal yang tidak bias menafikan fitrahku sebagai laki-laki yang ingin mempunyai psangan hidup yang cantik,selalu menjaga diri dan menjaga kehormatannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;HEMMMZZZ JADI GIMANA YA ???&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Semua orang didunia ini siapapun,dimanapun dan kapanpun pasti mempunyai tujuan hidup yaitu bahagia.tidak munkin ada orang yang tidak ingin hidup bahagia,akan tetapi kebanyakan dari mereka salah dalam menempuh hidup bahagia dan Q berlindung kepada allah dari termasuk orang seperti itu.mereka yang menghambakan diri kepada nafsu menjajakan kehormatannya apakah mereka hidup dengan bahagia?apa sebenarnya tujuan hidup mereka yang menuhankan nafsu dengan alasan cinta sejati apdahal itu semua adalah kehinaan bagi mereka,Cinta Sejati Hanya Ada Diatas Ranjang Pelaminan Ikatan Suci Pernikahan.sbenarnya Q ingin berpanjang lebar akan tetapi waktu mengetik ini&amp;nbsp; Q ada janji sama teman jadi Q cukupkan samapi disini dan Q juga sewbenarnya ingin berpesan banyak akan tetapi cukup dengan sebuah pertanyaan:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;APA SEBENARNYA TUJUAN HIDUPMU WAHAI SOBAT ???&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Semoga bermanfaat&amp;nbsp; !!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;“Wassalaamu ‘alaikum warahmatullaahi wabaraakaatuh”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Gaffarallaahu dzunuubana wa’ahsana ilaina birohmatihi wa barokaatihi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Amiien &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;b&gt;By: Jamaludin Tohir AS&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/723494244482934199-7435481463730867877?l=bajankbrilliant.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bajankbrilliant.blogspot.com/feeds/7435481463730867877/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bajankbrilliant.blogspot.com/2011/02/hati-jamaludin-tohir-menangis-pilu.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/723494244482934199/posts/default/7435481463730867877'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/723494244482934199/posts/default/7435481463730867877'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bajankbrilliant.blogspot.com/2011/02/hati-jamaludin-tohir-menangis-pilu.html' title='KETIKA MATA HATI NURANI DIBUTAKAN OLEH INDAHNYA CINTA FATAMORGANA EMI  SRYTI'/><author><name>Jamaludin Tohir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15137828952366334717</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_EjSgRuGN76o/TRC1dsuepbI/AAAAAAAAAAQ/KzHhz0ntZ_w/S220/CGHDHDF.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-lSIkk6MsCeA/TWZNiOHFV3I/AAAAAAAAALU/BzygAbSxn0c/s72-c/erhyfhfghg.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-723494244482934199.post-6143819909853357618</id><published>2011-02-09T07:55:00.000-08:00</published><updated>2011-04-22T05:16:25.353-07:00</updated><title type='text'>DOWNLOAD GAME ONLINE KEREN COUNTER STRIKE DISINI TEMAN-TEMAN !!</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_EjSgRuGN76o/TVK4OfLpSUI/AAAAAAAAAKw/TKSxYNSLWF8/s1600/fdsgdfgfd.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://4.bp.blogspot.com/_EjSgRuGN76o/TVK4OfLpSUI/AAAAAAAAAKw/TKSxYNSLWF8/s200/fdsgdfgfd.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-x7g2cdactPE/TVPlfbfVMwI/AAAAAAAAAK8/_1tq08GdgKE/s1600/dsfgdfsg.jpg" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;table dir="ltr"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="IslamicData" valign="bottom"&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="IslamicData"&gt;&lt;table dir="ltr"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="IslamicData"&gt;&lt;div id="header"&gt;&lt;h1&gt;&lt;a href="http://csonline.blogs.or.id/"&gt;Counter Strike Online&lt;/a&gt;&lt;/h1&gt;&lt;h2&gt;Game Online Multi Strategi&lt;/h2&gt;&lt;/div&gt;&lt;div id="accordian"&gt;&lt;div class="accordion_headings header_highlight" id="test-header"&gt;Download&lt;/div&gt;&lt;div id="test-content" style="display: block; height: 623px; opacity: 1; overflow: hidden;"&gt;&lt;div class="accordion_child"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;img alt="" class="aligncenter" height="248" src="http://csonline.blogs.or.id/files/2009/05/csonline.jpg" width="450" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;[+] Counter Strike 1.6 Non Steam&lt;/b&gt; &lt;i&gt;(master)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www39.indowebster.com/d34bde8480693c1dedca16abf3f3138a.rar"&gt;&lt;img alt="" src="http://imherry.blogdetik.com/files/2010/07/download_medium.gif" title="DOWNLOAD" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Berikut &lt;b&gt;Serial Number&lt;/b&gt; &lt;i&gt;(SN)&lt;/i&gt; nya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;5RP2E – EPH3K – BR3LG – KMGTE – FN8PY&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;atau&lt;br /&gt;&lt;b&gt;58V2E – CCKCJ – B8VSE – MEW9Y – ACB2K&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;——————–&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;[+] Counter Strike 1.6&lt;/b&gt; &lt;i&gt;(cs16full_v23b_v2.exe – full patch)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www14.indowebster.com/318df2da70dea1152ecd8d736849e441.exe"&gt;&lt;img alt="" src="http://imherry.blogdetik.com/files/2010/07/download_medium.gif" title="DOWNLOAD" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;(tidak perlu nge-patch lagi, langsung main.)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Thank’s:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.indowebster.com/" target="_blank"&gt;Indowebster.Com&lt;/a&gt; with Share File.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http%3A%2F%2Fcsonline.blogs.or.id%2Fdownload-cs%2F&amp;amp;t=Download" id="facebook_share_button_11" style="background: #fff url(http://b.static.ak.fbcdn.net/images/share/facebook_share_icon.gif) no-repeat top right; border: 1px solid #d8dfea; color: #3b5998; display: -moz-inline-block; display: inline-block; font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; font-size: 11px; height: 15px; line-height: 13px; margin: 5px 0; padding: 1px 20px 0 5px; text-decoration: none;"&gt;Share&lt;/a&gt;    &lt;br /&gt;&lt;div class="addtoany_share_save_container"&gt;&lt;div class="a2a_kit addtoany_list"&gt;&lt;a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save#url=http%3A%2F%2Fcsonline.blogs.or.id%2Fdownload-cs%2F&amp;amp;title=Download&amp;amp;description="&gt;&lt;img alt="Share" height="16" src="http://csonline.blogs.or.id/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div id="footer"&gt;&lt;div class="validate"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-x7g2cdactPE/TVPlfbfVMwI/AAAAAAAAAK8/_1tq08GdgKE/s1600/dsfgdfsg.jpg" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://validator.w3.org/check?uri=referer"&gt;XHTML&lt;/a&gt; | &lt;a href="http://jigsaw.w3.org/css-validator/"&gt;CSS&lt;/a&gt; | &lt;a href="http://wordpress.org/"&gt;WordPress&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://csonline.blogs.or.id/download-cs/#content"&gt;Top&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Design: &lt;a href="http://www.sixshootermedia.com/"&gt;Six Shooter Media&lt;/a&gt;. Theme: &lt;a href="http://www.themelab.com/" title="WordPress Templates"&gt;Theme Lab&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.webhostingreport.com/best-linux-hosting.html"&gt;Linux Web Hosting&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;AJAX: &lt;a href="http://www.dezinerfolio.com/2007/07/19/simple-javascript-accordions/"&gt;Simple Accordions&lt;/a&gt;. Iconography: &lt;a href="http://www.famfamfam.com/lab/icons/silk/"&gt;FamFamFam&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;© Copyright 2011 Counter Strike Online.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-x7g2cdactPE/TVPlfbfVMwI/AAAAAAAAAK8/_1tq08GdgKE/s1600/dsfgdfsg.jpg" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://4.bp.blogspot.com/-x7g2cdactPE/TVPlfbfVMwI/AAAAAAAAAK8/_1tq08GdgKE/s200/dsfgdfsg.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="IslamicData"&gt;&lt;a href="http://www.yabdoo.com/islamicfinder/AthanBasic.exe"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="IslamicData"&gt;&lt;b&gt;NAH TEMAN-TEMAN SELAMAT MENIKMATIII SAMAPAI JUMPA LAGI ,,,.......HEHEHEHE !!!&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="IslamicData" valign="top"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="IslamicData"&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="IslamicData" valign="bottom"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="IslamicData"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="IslamicData" valign="top"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="IslamicData"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="IslamicData"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-x7g2cdactPE/TVPlfbfVMwI/AAAAAAAAAK8/_1tq08GdgKE/s1600/dsfgdfsg.jpg" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="IslamicData" valign="top"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="IslamicData"&gt;&lt;a href="http://www.naja7host.com/athan/AthanBasic.exe"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/td&gt;&lt;td class="IslamicData" valign="bottom"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="IslamicData"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="IslamicData" valign="top"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="IslamicData"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="IslamicData" valign="bottom"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="IslamicData"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="IslamicData" valign="top"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="IslamicData"&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="IslamicData" valign="bottom"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="IslamicData"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="IslamicData" valign="top"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-x7g2cdactPE/TVPlfbfVMwI/AAAAAAAAAK8/_1tq08GdgKE/s1600/dsfgdfsg.jpg" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/723494244482934199-6143819909853357618?l=bajankbrilliant.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bajankbrilliant.blogspot.com/feeds/6143819909853357618/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bajankbrilliant.blogspot.com/2011/02/download-azan-untuk-pcmu-teman-teman_09.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/723494244482934199/posts/default/6143819909853357618'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/723494244482934199/posts/default/6143819909853357618'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bajankbrilliant.blogspot.com/2011/02/download-azan-untuk-pcmu-teman-teman_09.html' title='DOWNLOAD GAME ONLINE KEREN COUNTER STRIKE DISINI TEMAN-TEMAN !!'/><author><name>Jamaludin Tohir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15137828952366334717</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_EjSgRuGN76o/TRC1dsuepbI/AAAAAAAAAAQ/KzHhz0ntZ_w/S220/CGHDHDF.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_EjSgRuGN76o/TVK4OfLpSUI/AAAAAAAAAKw/TKSxYNSLWF8/s72-c/fdsgdfgfd.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-723494244482934199.post-4400073677412453859</id><published>2011-02-09T03:19:00.000-08:00</published><updated>2011-02-09T03:22:22.326-08:00</updated><title type='text'>SEBUAH RENUNGAN ILMU DAN PELAJARAN DARI CEMEL (ONTA)</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;DURI PUN BISA JADI MAKANAN&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Maka apakah mereka tidak memperhatikan onta bagaimana dia diciptakan, Dan langit bagaimana ia ditinggikan? Dan gunung-gunung bagaimana ia ditegakkan?” (QS. Al-Ghashiyah, 88: 17-20)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_EjSgRuGN76o/TVJ3s4qbDvI/AAAAAAAAAJ4/yE5pAXe2sYs/s1600/RETEWRTR.jpeg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_EjSgRuGN76o/TVJ3s4qbDvI/AAAAAAAAAJ4/yE5pAXe2sYs/s1600/RETEWRTR.jpeg" /&gt;&lt;/a&gt;Segala sesuatu di alam semesta beserta ciri-ciri yang ada pada ciptaan ini menunjukkan Ilmu dan Kekuasaan Allah, Sang Pencipta yang Maha Agung. Allah seringkali menyatakan hal ini dalam Alqur'an, di mana ditegaskan bahwa segala sesuatu yang diciptakan-Nya pada hakikatnya adalah ayat, yakni tanda-tanda kekuasaan-Nya. Ayat ini juga memiliki arti peringatan atau pelajaran bagi manusia.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di ayat ke-17 surat Al-Ghaasyiyah, Allah menyebut seekor binatang yang hendaknya kita pikirkan dan renungkan dengan seksama, yakni onta. Allah berfirman: " Maka apakah mereka tidak memperhatikan onta bagaimana dia diciptakan?" &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Salah satu ciri khas onta adalah struktur tubuh yang sangat kuat dan tahan terhadap kondisi lingkungan yang paling ganas sekalipun. Onta mampu bertahan hidup berhari-hari tanpa makan dan minum. Mamalia ini dapat melakukan perjalanan jauh dengan beban ratusan kilogram di punggungnya selama berhari-hari.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;TAHAN LAPAR DAN HAUS.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Onta mampu bertahan hidup tanpa makan dan minum selama delapan hari pada temperatur 50°C. Dalam masa ini, ia akan kehilangan 22% dari keseluruhan berat tubuhnya. Manusia bisa mati jika ia kehilangan air dalam tubuhnya sebanyak 12% dari berat badannya, akan tetapi seekor onta kurus mampu tetap hidup kendatipun cairan tubuh sejumlah 40% dari berat tubuhnya telah hilang. Salah satu alasan mengapa onta mampu menahan rasa haus selama berhari-hari adalah sebuah mekanisme yang memungkinkannya untuk menaikkan suhu internal tubuhnya hingga 41°C. Dengan cara ini, hewan tersebut dapat menekan berkurangnya jumlah air hingga batas minimum pada temperatur paling panas pada siang hari di gurun. Onta juga mampu menurunkan suhu internal tubuhnya hingga 30°C di gurun dengan temperatur sejuk di malam hari.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;PENGGUNA AIR YANG EFISIEN:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam waktu sekitar 10 menit, onta mampu meminum air hingga 130 liter, jumlah yang kurang lebih setara dengan sepertiga berat tubuhnya. Di samping itu, onta memiliki struktur berlendir dalam hidungnya dengan ukuran 100 kali lebih besar dari yang ada pada manusia. Hal ini memungkinkan onta mendapatkan 66% uap air yang terkandung dalam udara.&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_EjSgRuGN76o/TVJ4Of-nNRI/AAAAAAAAAJ8/si9MDU-utUs/s1600/GFGD.jpeg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_EjSgRuGN76o/TVJ4Of-nNRI/AAAAAAAAAJ8/si9MDU-utUs/s1600/GFGD.jpeg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;TIDAK ADA YANG MUBADZIR:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebagian besar binatang akan mati keracunan ketika urea yang terakumulasi dalam ginjal mereka berdifusi ke dalam darah. Akan tetapi onta mampu memaksimalkan penggunaan air dan zat-zat makanan dengan cara mengalirkan urea berulang-ulang ke liver. Struktur darah dan sel onta sangatlah unik dan khas sehingga binatang ini mampu bertahan hidup dalam jangka waktu yang lama tanpa air di padang pasir.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dinding sel pada onta memiliki struktur khusus yang mampu mencegah hilangnya air secara berlebihan. Tambahan lagi, adanya komposisi tertentu pada darah onta mencegah terjadinya pengurangan laju sirkulasi darah pada saat kadar air dalam tubuh onta menurun hingga batas minimum. Terdapat pula enzim albumin yang membantu daya tahan onta terhadap rasa haus. Enzim ini terdapat dalam jumlah yang jauh lebih banyak dibandingkan pada makhluk hidup yang lain.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Keberadaan ponok (=punggung yang menonjol vertikal ke atas) merupakan keuntungan tersendiri bagi onta. Seperlima berat tubuh onta adalah lemak yang tersimpan pada ponok tersebut. Karena tubuh mampu mengubah lemak menjadi senyawa bermanfaat lainnya termasuk air, maka penyimpanan lemak hanya pada satu tempat ini mencegah pengeluaran air dari keseluruhan tubuh onta. Hal ini memungkinkan onta menggunakan sesedikit mungkin air.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kendatipun onta berponok mampu menghabiskan 30-50 kg makanan dalam satu hari, dalam situasi yang sulit binatang ini mampu hidup selama satu bulan dengan hanya mengkonsumsi makanan 2 kg rumput per hari. Onta memiliki bibir yang sangat kuat dan mirip karet yang menjadikannya mampu memakan duri yang cukup tajam untuk merobek kulit yang tebal sekalipun. Di samping itu, onta memiliki perut dengan empat bilik, serta sistem pencernaan yang sangat kuat yang mampu mencerna apa saja yang dimakan onta. Ciri-ciri ini sangat sesuai bagi binatang yang hidup di iklim sangat kering.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;PERLINDUNGAN TERHADAP TORNADO DAN BADAI:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mata onta memiliki bulu mata yang tersusun menjadi dua lapisan. Lapisan bulu mata ini membentuk sebuah perangkap yang mampu melindungi mata onta dari badai pasir yang ganas. Di samping itu, onta dapat menutup hidungnya sehingga mencegah masuknya pasir ke dalam hidung.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;PERLINDUNGAN TERHADAP PANAS DAN DINGIN:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Rambut tebal yang menutupi tubuh onta mampu melindungi kulit onta dari terpaan sinar matahari yang panas membakar. Sebaliknya, pada cuaca yang amat dingin rambut ini mampu menjaga tubuh onta agar tetap hangat. Onta padang pasir tidak begitu terpengaruh oleh temperatur yang mencapai 50°C. Sebaliknya, onta Bactrian yang berponok ganda mampu bertahan hidup pada suhu -50°C. Onta jenis ini dapat hidup di ketinggian 4000 meter di atas permukaan laut.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;TAPAK KAKI YANG TAHAN PANAS:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Telapak kaki onta memiliki ukuran yang lebih besar dibandingkan ukuran dan panjang kakinya. Kaki ini dirancang secara khusus dan sengaja diciptakan dengan ukuran besar untuk membantu berjalan di atas padang pasir dengan mudah tanpa terperosok. Telapak kaki ini memiliki bentuk melebar dan menggembung. Selain itu, kulit yang tebal pada telapak tersebut merupakan bentuk perlindungan terhadap pasir gurun yang panas membakar.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sekelumit uraian tentang onta di atas sudah sepatutnya mendorong kita untuk merenung sejenak: apakah onta melakukan adaptasi terhadap tubuhnya sendiri terhadap iklim padang pasir? Apakah binatang tersebut membuat sendiri lapisan lendir pada hidungnya, atau ponok yang menjulang di atas punggungnya? Apakah onta merancang sendiri bentuk hidung dan struktur matanya agar mampu melindungi dirinya dari tornado dan badai padang pasir? Benarkah hewan mamalia ini mendisain sendiri struktur darah dan sel-selnya berdasarkan prinsip efisiensi penggunaan air? Onta sendirikah yang memilih jenis rambut untuk menutupi seluruh tubuhnya?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebagaimana makhluk hidup yang lain, sudah pasti bahwa onta tidak mampu melakukan satu pun dari segalah hal di atas atau sengaja menjadikan dirinya bermanfaat untuk manusia. Bisa dimengerti jika ayat Alqur'an: "Maka apakah mereka tidak memperhatikan onta bagaimana dia diciptakan?" menyuruh kita untuk memperhatikan penciptaan binatang yang menakjubkan ini. Sebagaimana makhluk hidup yang lain, onta pun telah dilengkapi Allah dengan berbagai ciri yang unik dan istimewa, dan di tempatkan di bumi ini sebagai ayat, tanda-tanda kebesaran Pencipta.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bagi onta, ia telah diciptakan dengan penampakan fisik yang luar biasa untuk kepentingan manusia. Sedangkan bagi manusia sendiri, selain mendapatkan manfaat dari onta, mereka diperintahkan oleh Allah untuk memperhatikan dan memikirkan segala keajaiban ciptaan yang ada di alam semesta, termasuk onta. Sehingga manusia akan takjub, tunduk dan patuh pada Al-Khaaliq, Pencipta segala sesuatu, Dialah Allah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Tidakkah kamu perhatikan sesungguhnya Allah telah menundukkan untuk (kepentingan)mu apa yang di langit dan apa yang di bumi dan menyempurnakan untukmu ni'mat-Nya lahir dan batin. Dan di antara manusia ada yang membantah tentang (keEsaan) Allah tanpa ilmu pengetahuan atau petunjuk dan tanpa Kitab yang memberi penerangan”. (QS. Luqmaan, 31: 20).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;WALLAAHU A'LAM&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sumber:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;FOR MEN OF UNDERSTANDING, karya HARUN YAHYA&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;www.harunyahaya.com&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/723494244482934199-4400073677412453859?l=bajankbrilliant.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bajankbrilliant.blogspot.com/feeds/4400073677412453859/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bajankbrilliant.blogspot.com/2011/02/sebuah-renungan-ilmu-dan-pelajaran.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/723494244482934199/posts/default/4400073677412453859'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/723494244482934199/posts/default/4400073677412453859'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bajankbrilliant.blogspot.com/2011/02/sebuah-renungan-ilmu-dan-pelajaran.html' title='SEBUAH RENUNGAN ILMU DAN PELAJARAN DARI CEMEL (ONTA)'/><author><name>Jamaludin Tohir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15137828952366334717</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_EjSgRuGN76o/TRC1dsuepbI/AAAAAAAAAAQ/KzHhz0ntZ_w/S220/CGHDHDF.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_EjSgRuGN76o/TVJ3s4qbDvI/AAAAAAAAAJ4/yE5pAXe2sYs/s72-c/RETEWRTR.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-723494244482934199.post-7281902883864396741</id><published>2011-01-10T20:39:00.000-08:00</published><updated>2011-02-01T05:41:44.794-08:00</updated><title type='text'>WISATA KEINDAHAN PULAU LOMBOK</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CINTERN%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml" rel="File-List"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CINTERN%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_editdata.mso" rel="Edit-Time-Data"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CINTERN%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx" rel="themeData"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CINTERN%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml" rel="colorSchemeMapping"&gt;&lt;/link&gt;    &lt;m:smallfrac m:val="off"&gt;    &lt;m:dispdef&gt;    &lt;m:lmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:rmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:defjc m:val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent m:val="1440"&gt;    &lt;m:intlim m:val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim m:val="undOvr"&gt;   &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt; &lt;/m:wrapindent&gt;&lt;style&gt;&lt;!-- /* Font Definitions */ @font-face	{font-family:"Cambria Math";	panose-1:0 0 0 0 0 0 0 0 0 0;	mso-font-charset:1;	mso-generic-font-family:roman;	mso-font-format:other;	mso-font-pitch:variable;	mso-font-signature:0 0 0 0 0 0;}@font-face	{font-family:Calibri;	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4;	mso-font-charset:0;	mso-generic-font-family:swiss;	mso-font-pitch:variable;	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;}@font-face	{font-family:"Arial Narrow";	panose-1:2 11 6 6 2 2 2 3 2 4;	mso-font-charset:0;	mso-generic-font-family:swiss;	mso-font-pitch:variable;	mso-font-signature:647 2048 0 0 159 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal	{mso-style-unhide:no;	mso-style-qformat:yes;	mso-style-parent:"";	margin-top:0in;	margin-right:0in;	margin-bottom:10.0pt;	margin-left:0in;	line-height:115%;	mso-pagination:widow-orphan;	font-size:11.0pt;	font-family:"Calibri","sans-serif";	mso-ascii-font-family:Calibri;	mso-ascii-theme-font:minor-latin;	mso-fareast-font-family:Calibri;	mso-fareast-theme-font:minor-latin;	mso-hansi-font-family:Calibri;	mso-hansi-theme-font:minor-latin;	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}p	{mso-style-noshow:yes;	mso-style-priority:99;	mso-margin-top-alt:auto;	margin-right:0in;	mso-margin-bottom-alt:auto;	margin-left:0in;	mso-pagination:widow-orphan;	font-size:12.0pt;	font-family:"Times New Roman","serif";	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";}.MsoChpDefault	{mso-style-type:export-only;	mso-default-props:yes;	mso-ascii-font-family:Calibri;	mso-ascii-theme-font:minor-latin;	mso-fareast-font-family:Calibri;	mso-fareast-theme-font:minor-latin;	mso-hansi-font-family:Calibri;	mso-hansi-theme-font:minor-latin;	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}.MsoPapDefault	{mso-style-type:export-only;	margin-bottom:10.0pt;	line-height:115%;}@page Section1	{size:8.5in 11.0in;	margin:1.0in 1.0in 1.0in 1.0in;	mso-header-margin:.5in;	mso-footer-margin:.5in;	mso-paper-source:0;}div.Section1	{page:Section1;} /* List Definitions */ @list l0	{mso-list-id:65954787;	mso-list-template-ids:-50057678;}@list l1	{mso-list-id:1419327776;	mso-list-template-ids:-1797730478;}ol	{margin-bottom:0in;}ul	{margin-bottom:0in;}--&gt;&lt;/style&gt;  &lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_EjSgRuGN76o/TSvemr1FEbI/AAAAAAAAAIc/z_Jpzn02Wk8/s1600/DFHDFDHDF.jpeg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_EjSgRuGN76o/TSvemr1FEbI/AAAAAAAAAIc/z_Jpzn02Wk8/s1600/DFHDFDHDF.jpeg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0in 7.5pt 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Pulau Lombok di Nusa Tenggara Barat (NTB) dengan pantai dan obyek wisata lainnya. Bahkan sebagian mereka selalu membandingkan bahwa Lombok jauh lebih indah, eksotik, dan lebih menawan dibanding Bali, karena menawarkan lebih banyak pilihan.&lt;br /&gt;Anggapan itu memang tak keliru. Setidaknya bagi mereka yang telah mengenal dan mengunjungi obyek wisata di Bumi Gora ini. Banyaknya obyek wisata pantai merupakan daya tarik tersendiri bagi para wisatawan, terutama para pelancong asing. Salah satunya adalah pantai di sepanjang pulau kecil yang mengelilingi Pulau Lombok, yaitu Gili (Pulau) Trawangan, Gili Meno, Gili Air, dan Gili Nongol, sebuah pulau yang baru muncul pada tahun 2000.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gili-gili tersebut benar-benar menawarkan keindahan alam yang menakjubkan. Dengan air laut yang demikian jernih kita bahkan bisa membayangkan bagaimana pemandangan di dasarnya. Khususnya para penggemar diving akan dengan leluasa menikmati pemandangan terumbu karang dan segala macam jenis makhluk hidup penghuni laut. Bahkan sejumlah kura-kura terkadang menepi ke pantai. Fasilitas diving pun sudah tersedia bagi siapa saja yang berminat melihat lebih dekat keindahan dasar laut di Lombok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Gili Trawangan wisatawan bisa berkeliling pulau sepanjang enam km dengan menggunakan cidomo, transportasi khas daerah Lombok berupa kereta kuda yang bisa diisi hingga enam orang penumpang. Sembari berkeliling, kita pun bisa menyaksikan kehidupan penduduk setempat dengan rumah adatnya dan kebun kelapa yang terhampar sangat luas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di pulau-pulau ini, kita bisa menikmati berbagai fasilitas yang ada. Mulai dari kafe, penginapan, dan sarana komunikasi seperti telepon dan internet. Bahkan pantai Gili Meno kini juga menawarkan atraksi menarik berupa fasilitas olahraga selancar angin. Karena itu tidak sedikit wisatawan mancanegara yang mengunjungi tempat ini untuk berselancar atau sekadar berjemur sambil menikmati udara khatulistiwa.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_EjSgRuGN76o/TSvewIUzvHI/AAAAAAAAAIg/PNSyS8wA7fc/s1600/DGFDGDFG.jpeg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_EjSgRuGN76o/TSvewIUzvHI/AAAAAAAAAIg/PNSyS8wA7fc/s1600/DGFDGDFG.jpeg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0in 7.5pt 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0in 7.5pt 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0in 7.5pt 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Pulau Lombok yang memiliki luas 473.780 hektare ini tak hanya menyimpan kekayaan wisata alam semata. Bicara Pulau Lombok maka pikiran menerawang ke hamparan pantai Senggigi yang eksotis, indah, dan menawan. Pantai berpasir putih dengan deburan ombak kecilnya ini sayang untuk dilewatkan. Tak heran bila banyak wisatawan mancanegara (wisman) maupun wisatawan nusantara (wisnu) menyinggahinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pantai Kute yang terletak 45 km dari Ampenan (kota tua di Lombok), menjadi objek wisata bagi wisman yang menghabiskan waktunya untuk berselancar (surfing) dan diving.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasir yang terdapat di Pantai Kute ini berjenis pasir sebesar biji merica sehingga masyarakat setempat menamakannya pasir merica. Pasir berwarna putih ini banyak dibawa pulang oleh wisnu untuk aksesori pasir akuarium di rumah mereka.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_EjSgRuGN76o/TSve6ZLy5RI/AAAAAAAAAIk/njsCkgCPnLc/s1600/TYIYIKK.jpeg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_EjSgRuGN76o/TSve6ZLy5RI/AAAAAAAAAIk/njsCkgCPnLc/s1600/TYIYIKK.jpeg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0in 7.5pt 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pulau Gili Trawangan, Gili Meno, dan Gili Air saat ini menjadi objek wisata yang diminati wisman. Lokasi pulau kecil itu lebih natural, dan tak dihuni manusia. Suasananya sunyi senyap, hanya ditumbuhi pohon-pohon kelapa tinggi dan tanaman perdu. ”Anda belum ke Lombok kalau belum mendatangi Gili Trawangan,” itulah slogan wisata yang belakangan ini mencuat di Lombok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semangat wisata Pulau Lombok juga dikibarkan lewat ”Anda bisa melihat Bali di Lombok, tapi Anda tak bisa melihat Lombok di Bali’. Slogan wisata itu tak berlebihan, karena nuansa Lombok tak jauh beda dengan nuansa di Pulau Bali. Anda bisa melihat pura atau tata cara peribadatan umat Hindu-Budha sekaligus ratusan bangunan masjid dan mushala. Apalagi keindahan pantai di Lombok menyerupai pantai-pantai di Bali, bahkan lebih alami.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0in 7.5pt 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0in 7.5pt 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_EjSgRuGN76o/TSvhmxFujII/AAAAAAAAAIo/VUKZQ6MLEIU/s1600/GHJF.jpeg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_EjSgRuGN76o/TSvhmxFujII/AAAAAAAAAIo/VUKZQ6MLEIU/s1600/GHJF.jpeg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;br /&gt;Ada dua karakter budaya yang menonjol di wilayah pulau ini yakni budaya Islam dan Hindu. Tak sedikit bangunan pura dan masjid yang berdiri di sini. Namun jumlah bangunan masjid relatif lebih banyak karena masyarakat Lombok banyak yang menganut agama Islam. Bahkan Pulau Lombok juga dikenal sebagai pulau seribu masjid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kon&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;tradiksi itu yang membuat wisatawan menemukan suasana Bali di Lombok. ”Saya senang tinggal di Lombok karena masyarakat di sini tidak usil. Apalagi, lalu lintasnya tidak macet dan padat seperti Bali,” ujar Stuart, wisman asal Amerika saat ditemui di pantai Senggigi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0in 7.5pt 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0in 7.5pt 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Sekilas &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0in 7.5pt 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0in 7.5pt 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Lombok (penduduk pada tahun 1990: 2.403.025) adalah sebuah pulau di kepulauan Sunda Kecil atau Nusa Tenggara yang terpisahkan oleh Selat Lombok dari Bali di sebelat barat dan Selat Alas di sebelah timur dari Sumbawa. Pulau ini kurang lebih bulat bentuknya dengan semacam “ekor” di sisi barat daya yang panjangnya kurang lebih 70 km. Pulau ini luasnya adalah 4.725 km² (sedikit lebih kecil daripada Bali). Kota utama di pulau ini adalah Kota Mataram&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0in 7.5pt 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Bahasa Sasak dipakai oleh masyarakat Pulau Lombok, propinsi Nusa Tenggara Barat. Bahasa ini mempunyai gradasi sebagaimana Bahasa Bali dan Bahasa Jawa. Bahasa Sasak mirip dan serumpun dengan Bahasa Bali.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0in 7.5pt 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Bahasa Sasak mempunyai dialek-dialek yang berbeda menurut wilayah, bahkan dialek di kawasan Lombok Timur kerap sukar dipahami oleh para penutur Sasak lainnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0in 7.5pt 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0in 7.5pt 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_EjSgRuGN76o/TSviEBr8_8I/AAAAAAAAAIs/ZzF-gzIhNGU/s1600/TYJGFJ.jpeg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_EjSgRuGN76o/TSviEBr8_8I/AAAAAAAAAIs/ZzF-gzIhNGU/s1600/TYJGFJ.jpeg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Sejarah&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0in 7.5pt 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Orang Belanda pertama singgah di Lombok pada tahun 1674 dan menduduki bagian timur pulau ini dan meninggalkan bagian barat yang kemudian diduduki orang Bali. Orang Sasak merasa dianaktirikan oleh orang Bali dan akhirnya Belanda ‘berintervensi’. Mereka menggempur Cakranegara, tempat puri Bali berada pada tahun 1894 dan memasukkan pulau ini dalam pemerintahan Hindia-Belanda&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0in 7.5pt 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0in 7.5pt 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Pembagian administratif&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0in 7.5pt 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Lombok termasuk provinsi Nusa Tenggara Barat dan pulau ini sendiri dibagi menjadi empat Daerah Tingkat II:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0in 7.5pt 0.0001pt 43.5pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;1.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Kota Mataram&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0in 7.5pt 0.0001pt 43.5pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;2.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Kabupaten Lombok Barat&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0in 7.5pt 0.0001pt 43.5pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;3.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Kabupaten Lombok Tengah&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0in 7.5pt 0.0001pt 43.5pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;4.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Kabupaten Lombok Timur&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0in 7.5pt 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Geografi, topografi dan demografi&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0in 7.5pt 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Selat &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;ombok adalah batas flora dan fauna Asia. Mulai dari Lombok ke arah timur, flora dan fauna menunjukkan ciri-ciri khas Australia. Ilmuwan yang pertama kali menyatakan hal ini adalah Alfred Russel Wallace, seorang Inggris di abad ke-19. Untuk menghormatinya maka batas ini disebut Garis Wallace.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0in 7.5pt 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Topografi pulau ini didominasi oleh gunung berapi Rinjani yang ketinggiannya adalah 3.726 meter di atas permukaan laut dan membuatnya yang ketiga tertinggi di Indonesia. Daerah selatan pulau ini adalah sebuah ladang terbuka bebas yang subur dan ditanami dengan jagung, padi, kopi, tembakau dan kapas.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0in 7.5pt 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Sekitar 80% penduduk pulau ini adalah suku Sasak, sebuah suku bangsa yang masih dekat dengan suku bangsa Bali, tetapi sebagian besar memeluk agama Islam. Sisa penduduk adalah orang Bali, Jawa, Tionghoa dan Arab.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_EjSgRuGN76o/TSviW1DST5I/AAAAAAAAAIw/kpH6VU39QaM/s1600/RDGDFGD.jpeg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_EjSgRuGN76o/TSviW1DST5I/AAAAAAAAAIw/kpH6VU39QaM/s1600/RDGDFGD.jpeg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0in 7.5pt 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0in 7.5pt 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Pariwisata &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0in 7.5pt 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Lombok dalam banyak hal mirip dengan Bali, dan pada dasawarsa tahun 1990-an mulai dikenal wisatawan mancanegara. Namun dengan munculnya krismon dan krisis-krisis lainnya, potensi pariwisata agak terlantarkan. Lalu pada awal tahun 2000 terjadi kerusuhan antar-etnis dan antar agama di seluruh Lombok sehingga terjadi pengungsian besar-besaran kaum minoritas. Mereka terutama mengungsi ke pulau Bali.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0in 7.5pt 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Tempat-tempat pariwisata:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;img alt="" src="file:///C:/DOCUME%7E1/INTERN%7E1/LOCALS%7E1/Temp/moz-screenshot-1.png" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0in 7.5pt 0.0001pt 43.5pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;1.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Pantai Senggigi&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0in 7.5pt 0.0001pt 43.5pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;2.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Cakranegara&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0in 7.5pt 0.0001pt 43.5pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;3.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Gili Air&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0in 7.5pt 0.0001pt 43.5pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;4.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Gili Meno&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0in 7.5pt 0.0001pt 43.5pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;5.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Gili Trawangan&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0in 7.5pt 0.0001pt 43.5pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;6.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Gunung Rinjani&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0in 7.5pt 0.0001pt 43.5pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;7.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Pantai Kuta, Lombok&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0in 7.5pt 0.0001pt 43.5pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;8.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Senaru ( Air Terjun Sendang Gile dan Tiu Kelep )&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0in 7.5pt 0.0001pt 43.5pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;9.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Tetebatu&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/723494244482934199-7281902883864396741?l=bajankbrilliant.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bajankbrilliant.blogspot.com/feeds/7281902883864396741/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bajankbrilliant.blogspot.com/2011/01/wisata-keindahan-pulau-lombok.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/723494244482934199/posts/default/7281902883864396741'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/723494244482934199/posts/default/7281902883864396741'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bajankbrilliant.blogspot.com/2011/01/wisata-keindahan-pulau-lombok.html' title='WISATA KEINDAHAN PULAU LOMBOK'/><author><name>Jamaludin Tohir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15137828952366334717</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_EjSgRuGN76o/TRC1dsuepbI/AAAAAAAAAAQ/KzHhz0ntZ_w/S220/CGHDHDF.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_EjSgRuGN76o/TSvemr1FEbI/AAAAAAAAAIc/z_Jpzn02Wk8/s72-c/DFHDFDHDF.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-723494244482934199.post-4061592850359986999</id><published>2011-01-10T02:25:00.000-08:00</published><updated>2011-01-10T02:25:21.742-08:00</updated><title type='text'>PETUNJUK MENGUATKAN IMAN</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_EjSgRuGN76o/TSreRk8DdmI/AAAAAAAAAIY/CqRx840g7X8/s1600/ERFGDFG.jpeg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_EjSgRuGN76o/TSreRk8DdmI/AAAAAAAAAIY/CqRx840g7X8/s1600/ERFGDFG.jpeg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;PETUNJUK &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;MENGUATKAN IMAN&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tak seorangpun bisa menjamin dirinya akan tetap terus berada dalam keimanan sehingga meninggal dalam keadaan khusnul khatimah. Untuk itu kita perlu merawat bahkan senantiasa berusaha menguatkan keimanan kita. Tulisan ini insya'allah membantu kita dalam usaha mulia itu. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tsabat (kekuatan keteguhan iman) adalah tuntutan asasi setiap muslim. Karena itu tema ini penting dibahas. Ada beberapa alasan mengapa tema ini begitu sangat perlu mendapat perhatian serius. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pertama, pada zaman ini kaum muslimin hidup di tengah berbagai macam fitnah, syahwat dan syubhat dan hal-hal itu sangat berpotensi menggerogoti iman. Maka kekuatan iman merupakan kebutuhan muthlak, bahkan lebih dibutuhkan dibanding pada masa generasi sahabat, karena kerusakan manusia di segala bidang telah menjadi fenomena umum. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kedua, banyak terjadi pemurtadan dan konversi (perpindahan) agama. Jika pada awal kemerdekaan jumlah umat Islam di Indonesia mencapai 90 % maka saat ini jumlah itu telah berkurang hampir 5%. Ini tentu menimbulkan kekhawatiran mendalam. Untuk mengatasinya diperlukan jalan keluar, sehingga setiap muslim tetap memiliki kekuatan iman. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketiga, pembahasan masalah tsabat berkaitan erat dengan masalah hati. Padahal Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda: "Dinamakan hati karena ia (selalu) berbolak-balik. Perumpamaan hati itu bagaikan bulu yang ada di pucuk pohon yang diombang-ambingkan oleh angin." (HR. Ahmad, Shahihul Jami' no. 2361) &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Maka, mengukuhkan hati yang senantiasa berbolak-balik itu dibutuhkan usaha keras, agar hati tetap teguh dalam keimanan. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dan sungguh Allah Maha Rahman dan Rahim kepada hambaNya. Melalui Al Qur'an dan Sunnah RasulNya Ia memberikan petunjuk bagaimana cara mencapai tsabat. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berikut ini penjelasan 15 petunjuk berdasarkan Al Qur'an dan Sunnah untuk memelihara kekuatan dan keteguhan iman kita :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1. AKRAB DENGAN AL QUR'AN&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Al Qur'an merupakan petunjuk utama mencapai tsabat. Al Qur'an adalah tali penghubung yang amat kokoh antara hamba dengan Rabbnya. Siapa akrab dan berpegang teguh dengan Al Qur'an niscaya Allah memeliharanya; siapa mengikuti Al Qur'an, niscaya Allah menyelamatkannya; dan siapa yang mendakwahkan Al Qur'an, niscaya Allah menunjukinya ke jalan yang lurus. Dalam hal ini Allah berfirman: &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Orang-orang kafir berkata, mengapa Al Qur'an itu tidak diturunkan kepadanya sekali turun saja? Demikianlah supaya Kami teguhkan hatimu dengannya dan Kami membacakannya secara tartil (teratur dan benar)."&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;(QS. Al Furqan: 32-33)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Beberapa alasan mengapa Al Qur'an dijadikan sebagai sumber utama mencapai tsabat adalah: &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pertama, Al Qur'an menanamkan keimanan dan mensucikan jiwa seseorang, karena melalui Al Qur'an, hubungan kepada Allah menjadi sangat dekat. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kedua, ayat-ayat Al Qur'an diturunkan sebagai penentram hati, menjadi penyejuk dan penyelamat hati orang beriman sekaligus benteng dari hempasan berbagai badai fitnah. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketiga, Al Qur'an menunjukkan konsepsi serta nilai-nilai yang dijamin kebenarannya. Karena itu, seorang mukmin akan menjadikan Al Qur'an sebagai ukuran kebenaran. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Keempat, Al Qur'an menjawab berbagai tuduhan orang-orang kafir, munafik dan musuh Islam lainnya. Seperti ketika orang-orang musyrik berkata, Muhammad ditinggalkan Rabbnya, maka turunlah ayat:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Rabbmu tidaklah meninggalkan kamu dan tidak (pula) benci kepadamu." &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;(QS. Adl Dluha: 3)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;(Syarh Nawawi,12/156) &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Orang yang akrab dengan Al Qur'an akan menyandarkan semua perihalnya kepada Al Qur'an dan tidak kepada perkataan manusia. Maka, betapa agung sekiranya penuntut ilmu dalam segala disiplinnya menjadikan Al Qur'an berikut tafsirnya sebagai obyek utama kegiatannya menuntut ilmu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2. ILTIZAM (KOMITMEN) TERHADAP SYARI'AT ALLAH&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Allah berfirman: "Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu dalam kehidupan di dunia dan di akherat. Dan Allah menyesatkan orang-orang yang zhalim. Dan Allah berbuat apa saja yang Ia kehendaki." (Ibrahim: 27)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di ayat lain Allah menjelaskan jalan mencapai tsabat yang dimaksud. "Dan sesungguhnya kalau mereka melaksanakan pelajaran yang diberikan kepada mereka, tentulah hal demikian itu lebih baik bagi mereka dan lebih meneguhkan (hati mereka di atas kebenaran)." (An Nisa': 66)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Karena itu, menjelaskan surat Ibrahim di atas Qatadah berkata:-"Adapun dalam kehidupan di dunia, Allah meneguhkan orang-orang beriman dengan kebaikan dan amal shalih sedang yang dimaksud dengan kehidupan akherat adalah alam kubur." (Ibnu Katsir: IV/421)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Maka jelas sekali, sangat mustahil orang-orang yang malas berbuat kebaikan dan amal shaleh diharapkan memiliki keteguhan iman. Karena itu, Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam senantiasa melakukan amal shaleh secara kontinyu, sekalipun amalan itu sedikit, demikian pula halnya dengan para sahabat. Komitmen untuk senantiasa menjalankan syariat Islam akan membentuk kepribadian yang tangguh, dan iman pun menjadi teguh. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3. MEMPELAJARI KISAH PARA NABI&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mempelajari kisah dan sejarah itu penting. Apatah lagi sejarah para Nabi. Ia bahkan bisa menguatkan iman seseorang. Secara khusus Allah menyinggung masalah ini dalam firman-Nya: "Dan Kami ceritakan kepadamu kisah-kisah para rasul agar dengannya Kami teguhkan hatimu dan dalam surat ini telah datang kepadamu kebenaran , pengajaran dan peringatan bagi orang-orang yang beriman." (Hud: 120)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebagai contoh, marilah kita renungkan kisah Ibrahim Alaihis Salam yang diberitakan dalam Al Qur'an: "Mereka berkata, bakarlah dia dan bantulah tuhan-tuhan kamu, jika kamu benar-benar hendak bertindak. Kami berfirman, hai api menjadi dinginlah dan menjadi keselamatanlah bagi Ibrahim. Mereka hendak berbuat makar terhadap Ibrahim maka Kami jadikan mereka itu orang-orang yang paling merugi." (Al Anbiya': 68-70)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bukankah hati kita akan bergetar saat merenungi kronologi pembakaran nabi Ibrahim sehingga ia selamat atas izin Allah? Dan bukankah dengan demikian akan membuahkan keteguh-an iman kita? Lalu, kisah nabi Musa Alaihis Salam yang tegar menghadapi kezhaliman Fir'aun demi menegakkan agama Allah. Bukankah kisah itu mengingatkan kekerdilan jiwa kita dibanding dengan nabi Musa? Tak sedikit umat Islam sudah merasa tak punya jalan karena kondisi ekonomi yang kurang menguntungkan misalnya, sehingga mau saja saat diajak kolusi dan berbagai praktek syubhat lain oleh koleganya. Lalu mereka mencari-cari alasan mengabsahkan tindakannya yang keliru. Dan bukankah karena takut gertakan penguasa yang tiranik lalu banyak di antara umat Islam (termasuk ulamanya) yang menjadi tuli, buta dan bisu sehingga tidak melakukan amar ma'ruf nahi mungkar? Bahkan sebaliknya malah bergabung dan bersekongkol serta melegitimasi status quo (menganggap yang ada sudah baik dan tak perlu diubah). Bukankah dengan mempelajari kisah-kisah Nabi yang penuh dengan perjuangan menegakkan dan meneguhkan iman itu kita menjadi malu kepada diri sendiri dan kepada Allah? Kita mengharap Surga tetapi banyak hal dari perilaku kita yang menjauhinya. Mudah-mudahan Allah menunjuki kita ke jalan yang diridhaiNya. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;4. BERDO'A&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di antara sifat hamba-hamba Allah yang beriman adalah mereka memohon kepada Allah agar diberi keteguhan iman, seperti do'a yang tertulis dalam firmanNya:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;" Ya Rabb, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan setelah Engkau beri petunjuk kepada kami." (QS. Ali Imran: 8)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Ya Rabb kami, berilah kesabaran atas diri kami dan teguhkanlah pendirian kami serta tolonglah kami dari orang-orang kafir." (QS. Al Baqarah: 250)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Sesungguhnya seluruh hati Bani Adam terdapat di antara dua jari dari jemari Ar Rahman (Allah), bagaikan satu hati yang dapat Dia palingkan ke mana saja Dia kehendaki." (HR. Muslim dan Ahmad)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Agar hati tetap teguh maka Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam banyak memanjatkan do'a berikut ini terutama pada waktu duduk takhiyat akhir dalam shalat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Wahai (Allah) yang membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku pada din-Mu." (HR. Turmudzi)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Banyak lagi do'a-do'a lain tuntunan Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam agar kita mendapat keteguhan iman. Mudah-mudahan kita senantiasa tergerak hati untuk berdo'a utamanya agar iman kita diteguhkan saat menghadapi berbagai ujian kehidupan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;5. DZIKIR KEPADA ALLAH&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dzikir kepada Allah merupakan amalan yang paling ampuh untuk mencapai tsabat. Karena pentingnya amalan dzikir maka Allah memadukan antara dzikir dan jihad, sebagaimana tersebut dalam firmanNya:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Hai orang-orang yang beriman, bila kamu memerangi pasukan (musuh) maka berteguh-hatilah kamu dan dzikirlah kepada Allah sebanyak-banyaknya."&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;(QS. Al Anfal: 45)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam ayat tersebut, Allah menjadikan dzikrullah sebagai amalan yang amat baik untuk mencapai tsabat dalam jihad.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ingatlah Yusuf Alaihis Salam ! Dengan apa ia memohon bantuan untuk mencapai tsabat ketika menghadapi fitnah rayuan seorang wanita cantik dan berkedudukan tinggi? Bukankah dia berlindung dengan kalimat ma'adzallah (aku berlindung kepada Allah), lantas gejolak syahwatnya reda? Demikianlah pengaruh dzikrullah dalam memberikan keteguhan iman kepada orang-orang yang beriman.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;6. MENEMPUH JALAN LURUS&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Allah berfirman: &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Dan bahwa (yang Kami perintahkan) ini adalah jalanKu yang lurus, maka ikutilah dia dan jangan mengikuti jalan-jalan (lain) sehingga menceraiberaikan kamu dari jalanNya." (QS.Al An'am: 153)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dan Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam mensinyalir bahwa umatnya bakal terpecah-belah menjadi 73 golongan, semuanya masuk Neraka kecuali hanya satu golongan yang selamat (HR. Ahmad, hasan)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dari sini kita mengetahui, tidak setiap orang yang mengaku muslim mesti berada di jalan yang benar. Rentang waktu 14 abad dari datangnya Islam cukup banyak membuat terkotak-kotaknya pemahaman keagamaan. Lalu, jalan manakah yang selamat dan benar itu? Dan, pemahaman siapakah yang mesti kita ikuti dalam praktek keberaga-maan kita? Berdasarkan banyak keterangan ayat dan hadits , jalan yang benar dan selamat itu adalah jalan Allah dan RasulNya. Sedangkan pemahaman agama yang autentik kebenarannya adalah pemahaman berdasarkan keterangan Rasul Shallallahu Alaihi wa Sallam kepada para sahabatnya. (HR. Turmudzi, hasan). Itulah yang mesti kita ikuti, tidak penafsiran-penafsiran agama berdasarkan akal manusia yang tingkat kedalaman dan kecerdasannya maje-muk dan terbatas. Tradisi pemahaman itu selanjutnya dirawat oleh para tabi'in dan para imam shalihin. Paham keagamaan inilah yang dalam terminologi (istilah) Islam selanjutnya dikenal dengan paham Ahlus Sunnah wal Jamaah . Atau sebagian menyebutnya dengan pemahaman para salafus shalih. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Orang yang telah mengikuti paham Ahlus Sunnah wal Jamaah akan tegar dalam menghadapi berbagai keanekaragaman paham, sebab mereka telah yakin akan kebenaran yang diikutinya. Berbeda dengan orang yang berada di luar Ahlus Sunnah wal Jamaah, mereka akan senantiasa bingung dan ragu. Berpindah dari suatu lingkungan sesat ke lingkungan bid'ah, dari filsafat ke ilmu kalam, dari mu'tazilah ke ahli tahrif, dari ahli ta'wil ke murji'ah, dari thariqat yang satu ke thariqat yang lain dan seterusnya. Di sinilah pentingnya kita berpegang teguh dengan manhaj (jalan) yang benar sehingga iman kita akan tetap kuat dalam situasi apapun.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;7. MENJALANI TARBIYAH&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tarbiyah (pendidikan) yang semestinya dilalui oleh setiap muslim cukup banyak. Paling tidak ada empat macam. Tarbiyah Imaniyah , yaitu pendidikan untuk menghidupkan hati agar memiliki rasa khauf (takut), raja' (pengharapan) dan mahabbah (kecintaan) kepada Allah serta untuk menghi-langkan kekeringan hati yang disebabkan oleh jauhnya dari Al Qur'an dan Sunnah. Tarbiyah Ilmiyah, yaitu pendidikan keilmuan berdasarkan dalil yang benar dan menghindari taqlid buta yang tercela.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tarbiyah Wa'iyah, yaitu pendidikan untuk mempelajari siasat orang-orang jahat, langkah dan strategi musuh Islam serta fakta dari berbagai peristiwa yang terjadi berdasarkan ilmu dan pemahaman yang benar. Tarbiyah Mutadarrijah, yaitu pendidikan bertahap, yang membimbing seorang muslim setingkat demi setingkat menuju kesempurnaannya, dengan program dan perencanaan yang matang. Bukan tarbiyah yang dilakukan dengan terburu-buru dan asal jalan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Itulah beberapa tarbiyah yang diberikan Rasul kepada para sahabatnya. Berbagai tarbiyah itu menjadikan para sahabat memiliki iman baja, bahkan membentuk mereka menjadi generasi terbaik sepanjang masa.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;8. MEYAKINI JALAN YANG DITEMPUH&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tak dipungkiri bahwa seorang muslim yang bertambah keyakinannya terhadap jalan yang ditempuh yaitu Ahlus Sunnah wal Jamaah maka bertambah pula tsabat (keteguhan iman) nya. Adapun di antara usaha yang dapat kita lakukan untuk mencapai keyakinan kokoh terhadap jalan hidup yang kita tempuh adalah: Pertama, kita harus yakin bahwa jalan lurus yang kita tempuh itu adalah jalan para nabi, shiddiqien, ulama, syuhada dan orang-orang shalih. Kedua, kita harus merasa sebagai orang-orang terpilih karena kebenaran yang kita pegang, sebagai-mana firman Allah: &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Segala puji bagi Allah dan kesejahteraan atas hamba-hambaNya yang Ia pilih." (QS. 27: 59)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bagaimana perasaan kita seandainya Allah menciptakan kita sebagai benda mati, binatang, orang kafir, penyeru bid'ah, orang fasik, orang Islam yang tidak mau berdakwah atau da'i yang sesat? Mudah-mudahan kita berada dalam keyakinan yang benar yakni sebagai Ahlus Sunnah wal Jamaah yang sesungguhnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;9. BERDAKWAH&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jika tidak digerakkan, jiwa seseorang tentu akan rusak. Untuk menggerakkan jiwa maka perlu dicarikan medan yang tepat. Di antara medan pergerakan yang paling agung adalah berdakwah. Dan berdakwah merupakan tugas para rasul untuk membebaskan manusia dari adzab Allah. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Maka tidak benar jika dikatakan, fulan itu tidak ada perubahan. Jiwa manusia, bila tidak disibukkan oleh ketaatan maka dapat dipastikan akan disibukkan oleh kemaksiatan. Sebab, iman itu bisa bertambah dan berkurang.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jika seorang da'i menghadapi berbagai tantangan dari ahlul bathil dalam perjalanan dakwahnya, tetapi ia tetap terus berdakwah maka Allah akan semakin menambah dan mengokohkan keimanannya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;10. DEKAT DENGAN ULAMA&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda: &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Di antara manusia ada orang-orang yang menjadi kunci kebaikan dan penutup kejahatan." (HR. Ibnu Majah, no. 237, hasan)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Senantiasa bergaul dengan ulama akan semakin menguatkan iman seseorang. Tercatat dalam sejarah bahwa berbagai fitnah telah terjadi dan menimpa kaum muslimin, lalu Allah meneguhkan iman kaum muslimin melalui ulama. Di antaranya seperti diutarakan Ali bin Al Madini Rahimahullah: "Di hari riddah (pemurtadan) Allah telah memuliakan din ini dengan Abu Bakar dan di hari mihnah (ujian) dengan Imam Ahmad." &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bila mengalami kegundahan dan problem yang dahsyat Ibnul Qayyim mendatangi Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah untuk mendengarkan berbagai nasehatnya. Sertamerta kegundahannya pun hilang berganti dengan kelapangan dan keteguhan iman ( Al Wabilush Shaib, hal. 97).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;11. MEYAKINI PERTOLONGAN ALLAH&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mungkin pernah terjadi, seseorang tertimpa musibah dan meminta pertolongan Allah, tetapi pertolongan yang ditunggu-tunggu itu tidak kunjung datang, bahkan yang dialaminya hanya bencana dan ujian. Dalam keadaan seperti ini manusia banyak membutuh-kan tsabat agar tidak berputus asa. Allah berfirman:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Dan berapa banyak nabi yang berperang yang diikuti oleh sejumlah besar pengikutnya yang bertaqwa, mereka tidak menjadi lemah karena bencana yang menimpa mereka di jalan Allah, tidak lesu dan tidak pula menyerah (kepada musuh). Dan Allah menyukai orang-orang yang sabar. Tidak ada do'a mereka selain ucapan, Ya Rabb kami, ampunilah dosa-dosa kami dan tindakan-tindakan kami yang berlebihan dalam urusan kami. Tetapkanlah pendirian kami dan tolonglah kami terhadap orang-orang kafir. Karena itu Allah memberikan kepada mereka pahala di dunia dan pahala yang baik di akherat. "&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;(QS. Ali Imran: 146-148)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;12. MENGETAHUI HAKEKAT KEBATILAN&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Allah berfirman: &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Janganlah sekali-kali kamu terpedaya oleh kebebasan orang-orang kafir yang bergerak dalam negeri ." (QS. Ali Imran: 196)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Dan demikianlah Kami terang-kan ayat-ayat Al Qur'an (supaya jelas jalan orang-orang shaleh) dan supaya jelas (pula) jalan orang-orang yang berbuat jahat (musuh-musuh Islam)." (QS. Al An'am: 55)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Dan Katakanlah, yang benar telah datang dan yang batil telah sirna, sesungguhnya yang batil itu pastilah lenyap." (QS. Al Isra': 81)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berbagai keterangan ayat di atas sungguh menentramkan hati setiap orang beriman. Mengetahui bahwa kebatilan akan sirna dan kebenaran akan menang akan mengukuhkan seseorang untuk tetap teguh berada dalam keimanannya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;13. MEMILIKI AKHLAK PENDUKUNG TSABAT&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Akhlak pendukung tsabat yang utama adalah sabar. Sebagaimana sabda Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Tidak ada suatu pemberian yang diberikan kepada seseorang yang lebih baik dan lebih luas daripada kesabaran." (HR. Al Bukhari dan Muslim)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tanpa kesabaran iman yang kita miliki akan mudah terombang-ambingkan oleh berbagai musibah dan ujian. Karena itu, sabar termasuk senjata utama mencapai tsabat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;14. NASEHAT ORANG SHALIH&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Nasehat para shalihin sungguh amat penting artinya bagi keteguhan iman. Karena itu, dalam segala tindakan yang akan kita lakukan hendaklah kita sering-sering meminta nasehat mereka. Kita perlu meminta nasehat orang-orang shalih saat mengalami berbagai ujian, saat diberi jabatan, saat mendapat rezki yang banyak dan lain-lain. Bahkan seorang sekaliber Imam Ahmad pun, beliau masih perlu mendapat nasehat saat menghadapi ujian berat oleh intimidasi penguasa yang tiranik. Bagaimana pula halnya dengan kita?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;15. MERENUNGI NIKMATNYA SURGA&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Surga adalah tempat yang penuh dengan kenikmatan, kegembiraan dan suka-cita. Ke sanalah tujuan pengembaraan kaum muslimin.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Orang yang meyakini adanya pahala dan Surga niscaya akan mudah menghadapi berbagai kesulitan. Mudah pula baginya untuk tetap tsabat dalam keteguhan dan kekuatan imannya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam meneguhkan iman para sahabat, Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam sering mengingatkan mereka dengan kenikmatan Surga. Ketika melewati Yasir, istri dan anaknya Ammar yang sedang disiksa oleh kaum musyrikin beliau mengatakan:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Bersabarlah wahai keluarga Yasir, tempat kalian nanti adalah Surga"&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;(HR. Al Hakim/III/383, hasan shahih)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mudah-mudahan kita bisa merawat dan terus-menerus meneguhkan keimanan kita sehingga Allah menjadikan kita khusnul khatimah. Amin.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sumber :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Wasaailuts Tsabaat 'alaa dienillaah"&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Muhammad Shalih Al Munajjid, bit tasharruf waz ziyadah&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/723494244482934199-4061592850359986999?l=bajankbrilliant.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bajankbrilliant.blogspot.com/feeds/4061592850359986999/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bajankbrilliant.blogspot.com/2011/01/15-petunjuk-menguatkan-iman.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/723494244482934199/posts/default/4061592850359986999'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/723494244482934199/posts/default/4061592850359986999'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bajankbrilliant.blogspot.com/2011/01/15-petunjuk-menguatkan-iman.html' title='PETUNJUK MENGUATKAN IMAN'/><author><name>Jamaludin Tohir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15137828952366334717</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_EjSgRuGN76o/TRC1dsuepbI/AAAAAAAAAAQ/KzHhz0ntZ_w/S220/CGHDHDF.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_EjSgRuGN76o/TSreRk8DdmI/AAAAAAAAAIY/CqRx840g7X8/s72-c/ERFGDFG.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-723494244482934199.post-8795563161580114623</id><published>2011-01-10T02:20:00.000-08:00</published><updated>2011-01-10T02:20:27.289-08:00</updated><title type='text'>TIGA MASALAH PENTING TENTANG SOLAT</title><content type='html'>&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CINTERN%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml" rel="File-List"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CINTERN%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_editdata.mso" rel="Edit-Time-Data"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CINTERN%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx" rel="themeData"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CINTERN%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml" rel="colorSchemeMapping"&gt;&lt;/link&gt;    &lt;m:smallfrac m:val="off"&gt;    &lt;m:dispdef&gt;    &lt;m:lmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:rmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:defjc m:val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent m:val="1440"&gt;    &lt;m:intlim m:val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim m:val="undOvr"&gt;   &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt; &lt;/m:wrapindent&gt;&lt;style&gt;&lt;!-- /* Font Definitions */ @font-face	{font-family:"Cambria Math";	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4;	mso-font-charset:1;	mso-generic-font-family:roman;	mso-font-format:other;	mso-font-pitch:variable;	mso-font-signature:0 0 0 0 0 0;}@font-face	{font-family:Tahoma;	panose-1:2 11 6 4 3 5 4 4 2 4;	mso-font-charset:0;	mso-generic-font-family:swiss;	mso-font-pitch:variable;	mso-font-signature:1627400839 -2147483648 8 0 66047 0;}@font-face	{font-family:Verdana;	panose-1:2 11 6 4 3 5 4 4 2 4;	mso-font-charset:0;	mso-generic-font-family:swiss;	mso-font-pitch:variable;	mso-font-signature:536871559 0 0 0 415 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal	{mso-style-unhide:no;	mso-style-qformat:yes;	mso-style-parent:"";	margin:0in;	margin-bottom:.0001pt;	text-align:right;	mso-pagination:widow-orphan;	direction:rtl;	unicode-bidi:embed;	font-size:12.0pt;	font-family:"Times New Roman","serif";	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";	color:windowtext;	mso-fareast-language:AR-SA;}p.MsoBodyText, li.MsoBodyText, div.MsoBodyText	{mso-style-noshow:yes;	mso-style-unhide:no;	mso-style-link:"Body Text Char";	margin:0in;	margin-bottom:.0001pt;	text-align:left;	mso-pagination:widow-orphan;	direction:rtl;	unicode-bidi:embed;	font-size:12.0pt;	font-family:"Arial","sans-serif";	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";	color:windowtext;	mso-fareast-language:AR-SA;}a:link, span.MsoHyperlink	{mso-style-noshow:yes;	mso-style-unhide:no;	color:blue;	text-decoration:underline;	text-underline:single;}a:visited, span.MsoHyperlinkFollowed	{mso-style-noshow:yes;	mso-style-priority:99;	color:purple;	mso-themecolor:followedhyperlink;	text-decoration:underline;	text-underline:single;}p	{mso-style-noshow:yes;	mso-style-unhide:no;	mso-margin-top-alt:auto;	margin-right:0in;	mso-margin-bottom-alt:auto;	margin-left:0in;	mso-pagination:widow-orphan;	font-size:12.0pt;	font-family:"Times New Roman","serif";	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";	color:black;	mso-fareast-language:AR-SA;}span.BodyTextChar	{mso-style-name:"Body Text Char";	mso-style-noshow:yes;	mso-style-unhide:no;	mso-style-locked:yes;	mso-style-link:"Body Text";	mso-ansi-font-size:12.0pt;	mso-bidi-font-size:12.0pt;	font-family:"Arial","sans-serif";	mso-ascii-font-family:Arial;	mso-hansi-font-family:Arial;	mso-bidi-font-family:Arial;	mso-fareast-language:AR-SA;}.MsoChpDefault	{mso-style-type:export-only;	mso-default-props:yes;	font-size:10.0pt;	mso-ansi-font-size:10.0pt;	mso-bidi-font-size:10.0pt;}@page Section1	{size:595.3pt 841.9pt;	margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in;	mso-header-margin:35.4pt;	mso-footer-margin:35.4pt;	mso-paper-source:0;	mso-gutter-direction:rtl;}div.Section1	{page:Section1;}--&gt;&lt;/style&gt;  &lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_EjSgRuGN76o/TSrdUg_utsI/AAAAAAAAAIU/HJkwgqrO3pI/s1600/EWRWE.jpeg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_EjSgRuGN76o/TSrdUg_utsI/AAAAAAAAAIU/HJkwgqrO3pI/s1600/EWRWE.jpeg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" dir="LTR" style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: #006600; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 18pt;"&gt;TIGA MASALAH PENTINGTENTANG SHALAT&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="color: red; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Oleh : &lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: #0033cc; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Syaikh Abdul Aziz Bin Abdullah Bin Baz&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="center" dir="LTR" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: #cc0066; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 13.5pt;"&gt;RISALAH PERTAMA&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #6600ff; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 13.5pt;"&gt;TATA CARA SHALAT NABI MUHAMMAD&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 13.5pt;"&gt; &lt;img height="24" src="file:///C:/DOCUME%7E1/INTERN%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtmlclip1/01/clip_image001.gif" v:shapes="Picture606" width="25" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Segala puji hanya milik Allah semata, shala-wat dan salam semoga tetap dicurahkan kepada hamba dan utusanNya, yaitu Nabi Muhammad, keluarga dan para shahabatnya. &lt;i&gt;Amma ba`du&lt;/i&gt;: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Berikut ini adalah uraian singkat tentang sifat (tata cara) shalat Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam &lt;i&gt;.&lt;/i&gt; Penulis ingin menyajikannya kepada setiap muslim, baik laki-laki ataupun perempuan, agar siapa saja yang membaca-Nya dapat bersungguh-sungguh dalam mencontoh (ber&lt;i&gt;qudwah&lt;/i&gt;) kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam. di dalam masalah shalat, sebagaimana sabda beliau: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;&lt;img height="36" src="file:///C:/DOCUME%7E1/INTERN%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtmlclip1/01/clip_image002.gif" v:shapes="Picture607" width="168" /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;"&lt;i&gt;Shalatlah kalian sebagaimana kalian melihat aku shalat.&lt;/i&gt;" &lt;b&gt;(HR. Al-Bukhari). &lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Kepada para pembaca, berikut ini uraiannya: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;1. Menyempurnakan wudlu;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;(Seseorang yang yang hendak melakukan shalat) hendaknya berwudlu sebagaimana yang diperintahkan Allah; sebagai peng-amalan terhadap firmanNya: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;&amp;nbsp;"Wahai orang-orang yang beriman, apabila kalian hendak melakukan shalat, maka cucilah muka kalian, kedua tangan kalian hingga siku, dan usaplah kepala kalian, dan (cucilah) kedua kaki kalian hingga kedua mata&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt; &lt;i&gt;kaki..."&lt;/i&gt; &lt;b&gt;(Al-Ma'idah: 6)&lt;/b&gt;. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;dan sabda Nabi shallallahu 'alaihi wasallam: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;&lt;img height="36" src="file:///C:/DOCUME%7E1/INTERN%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtmlclip1/01/clip_image003.gif" v:shapes="Picture608" width="284" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Tidak diterima shalat tanpa bersuci dan shadaqah dari penipuan." &lt;/i&gt;&lt;b&gt;(HR. Muslim )&lt;/b&gt;. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Dan sabdanya kepada orang yang tidak betul shalatnya: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;&lt;img height="35" src="file:///C:/DOCUME%7E1/INTERN%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtmlclip1/01/clip_image004.gif" v:shapes="Picture609" width="224" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Apabila kamu hendak melakukan shalat, maka sempurnakanlah wudhu".&lt;/i&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;2. Menghadap ke kiblat: &lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Yaitu Ka`bah, di mana saja ia berada dengan seluruh tubuhnya (secara sempurna), sambil berniat di dalam hatinya untuk melakukan shalat sesuai yang ia inginkan, apakah shalat wajib atau shalat sunnah, tanpa mengucapkan niat tersebut dengan lisannya, karena mengucapkan niat dengan lisan itu tidak dibenarkan (oleh syara`), bahkan hal tersebut merupakan &lt;i&gt;perbuatan bid`ah. &lt;/i&gt;Sebab Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam tidak pernah melafadzkan niat begitu juga para sahabat. Disunnahkan meletakkan &lt;i&gt;sutrah&lt;/i&gt; (pembatas) baik sebagai imam atau shalat sendirian karena demikian itu termasuk sunnah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Shalat harus menghadap kiblat sebab tidak sah shalat seseorang jika tidak menghadap kiblat kecuali dalam kondisi tertentu yang telah banyak dijelaskan dalam kitab-kitab fikih. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;3. Takbiratul ihram dengan mengangkat ke-dua tangan hingga sejajar dengan pundak&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; sambil mengucap Allahu Akbar lalu mengarahkan pandangan ke tempat sujud. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;4. Mengangkat kedua tangan di saat bertak-bir hingga sejajar dengan kedua pundak &lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; atau sejajar dengan kedua telinganya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;5. Meletakkan kedua tangan di atas dada-nya,&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Yaitu dengan meletakkan tangan kanan pada punggung tangan kiri, atau pada pergelangan tangan kiri, atau pada lengan tangan kiri, karena hal tersebut ada haditsnya, (seperti) hadits yang bersumber dari Wa'il bin Hujr dan Qubaishah bin Hulb Al-Tha'iy yang ia riwaratkan dari ayahnya radhiyallahu 'anhu&lt;i&gt;.&lt;/i&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;6. Disunnahkan membaca do'a istiftah: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;&lt;img height="110" src="file:///C:/DOCUME%7E1/INTERN%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtmlclip1/01/clip_image005.gif" v:shapes="Picture610" width="513" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;"Ya Allah, jauhkanlah antaraku dengan kesalahan-kesalahanku, sebagaimana Engkau telah menjauhkan antara timur dan barat; Ya Allah, sucikanlah aku dari kesalahan-kesalahanku seba-gaimana pakaian putih disucikan dari segala kotoran; Ya Allah, bersihkanlah aku dari kesa-lahan-kesalahanku dengan air, es dan salju&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;" (&lt;b&gt;Muttafaq `alaih yang bersumber dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam&lt;/b&gt;). &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Boleh juga membaca do'a yang lain sebagai gantinya, seperti: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;&lt;img height="34" src="file:///C:/DOCUME%7E1/INTERN%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtmlclip1/01/clip_image006.gif" v:shapes="Picture611" width="418" /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;i&gt; Maha Suci Engkau, Ya Allah, dengan segala puji bagiMu, Maha Mulia NamaMu, dan Maha Tinggi kemuliaanMu, tiada Tuhan yang yang berhak disembah selain Engkau&lt;/i&gt;". &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Karena do'a ini ada dalil shahih dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam. Dan diperbolehkan membaca do'a &lt;i&gt;istiftah&lt;/i&gt; lain dari keduanya yang ada dalil shahihnya dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. Namun yang lebih &lt;i&gt;afdhal &lt;/i&gt;(utama) adalah pada suatu saat membaca do`a istiftah yang pertama dan pada saat yang lain membaca yang kedua atau yang lainnya yang ada dalil shahihnya, karena yang demikian itu lebih sempurna dalam &lt;i&gt;ber-ittiba`&lt;/i&gt; (mencontoh Rasu-lullah shallallahu 'alaihi wasallam). &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Kemudian membaca: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;&lt;img height="34" src="file:///C:/DOCUME%7E1/INTERN%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtmlclip1/01/clip_image007.gif" v:shapes="Picture612" width="348" /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;i&gt;Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk&lt;/i&gt; " "&lt;i&gt;Dan dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang&lt;/i&gt;". &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Dan dilanjutkan dengan membaca Surat Al-Fatihah, sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;&lt;img height="34" src="file:///C:/DOCUME%7E1/INTERN%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtmlclip1/01/clip_image008.gif" v:shapes="Picture613" width="226" /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;i&gt;Tidak syah shalat seseorang yang tidak membaca Surat Al-Fatihah&lt;/i&gt; ", dan sesudah itu membaca "&lt;i&gt;Amin&lt;/i&gt;" secara jelas (nyaring) dalam shalat jahriyah, dan &lt;i&gt;sirr &lt;/i&gt;(tersembunyi) dalam shalat sirriyah. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Kemudian membaca ayat-ayat Al-Qur'an, dan diutamakan bacaan dalam shalat Zhuhur, Ashar dan Isya' dari surat-surat yang agak panjang, dan pada shalat Shubuh surat-surat yang panjang, sedangkan pada shalat Maghrib surat-surat pendek dan pada suatu saat boleh juga membaca surah yang panjang atau setengah panjang, maksudnya pada shalat Maghrib, sebagaimana yang diriwayatkan dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. Dan pada shalat Ashar hendaknya membaca surat yang lebih pendek dari pada bacaan shalat dzuhur &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;7. Ruku` sambil bertakbir dan mengangkat kedua tangan hingga sejajar &lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; dengan kedua pun-dak atau kedua telinga,&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt; dengan menjadikan kepala sejajar dengan punggung dan meletakkan kedua tangan pada kedua lutut dengan jari-jari terbuka sambil &lt;i&gt;thuma'ninah&lt;/i&gt; di saat ruku` dan mengucapkan: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;&lt;img height="33" src="file:///C:/DOCUME%7E1/INTERN%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtmlclip1/01/clip_image009.gif" v:shapes="Picture614" width="122" /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;i&gt;Maha suci RabbKu Yang Maha Agung"&lt;/i&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Dan lebih diutamakan membacanya tiga kali atau lebih, dan di samping itu dianjurkan pula membaca: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;&lt;img height="32" src="file:///C:/DOCUME%7E1/INTERN%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtmlclip1/01/clip_image010.gif" v:shapes="Picture615" width="269" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Maha Suci Engkau, Wahai Rabb kami dan dengan segala puji bagiMu, Ya Allah, ampunilah aku".&lt;/i&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;8. Mengangkat kepala dari ruku',&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt; &lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; sambil mengangkat kedua tangan hingga sejajar dengan kedua pundak atau kedua telinga&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; sambil membaca: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;&lt;img height="32" src="file:///C:/DOCUME%7E1/INTERN%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtmlclip1/01/clip_image011.gif" v:shapes="Picture616" width="126" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Semoga Allah mendengar orang yang memuji-Nya".&lt;/i&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;baik sebagai imam atau shalat sendirian. Lalu di saat berdiri mengucapkan: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;&lt;img height="71" src="file:///C:/DOCUME%7E1/INTERN%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtmlclip1/01/clip_image012.gif" v:shapes="Picture617" width="506" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Wahai Rabb kami, milikMu segala pujian sebanyak-banyaknya lagi baik dan penuh berkah, sepenuh langit dan bumi, sepenuh apa yang ada di antara keduanya dan sepenuh apa saja yang Engkau kehendaki kelak".&lt;/i&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Dan jika ditambah lagi sesudah itu dengan do'a: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;&lt;img height="72" src="file:///C:/DOCUME%7E1/INTERN%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtmlclip1/01/clip_image013.gif" v:shapes="Picture618" width="512" /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;i&gt; Pemilik puja dan puji, ucapan yang paling haq yang diucapkan oleh seorang hamba; dan semua kami adalah hamba bagiMu; Ya Allah, tiada penghalang terhadap apa yang Engkau berikan, dan tiada yang dapat memberikan terhadap apa yang Engkau halangi, tiada berguna bagi orang yang memiliki kemuliaan, karena dariMu lah kemuliaan"&lt;/i&gt;. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Maka hal tersebut baik, karena yang demikian itu ada dasarnya dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dalam beberapa hadits shahih. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Adapun jika ia sebagai ma'mum, maka di saat mengangkat kepala membaca: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;&lt;img height="28" src="file:///C:/DOCUME%7E1/INTERN%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtmlclip1/01/clip_image014.gif" v:shapes="Picture619" width="133" /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;"&lt;i&gt;Wahai Rabb kami, milikMu lah segala puji-an&lt;/i&gt;"... hingga akhir bacaan di atas. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Dan dianjurkan meletakkan kedua tangannya di atas dadanya, sebagaimana yang ia lakukan pada saat berdiri sebelum ruku`, karena keshahihan hadits dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam yang menunjukkan demikian, yaitu hadits yang bersumber dari Wa'il bin Hujr dan Sahal bin Sa`ad radhiyallahu 'anhu. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;9. Sujud sambil bertakbir dengan meletak-kan kedua lutut sebelum kedua tangan, &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;jika hal tersebut memungkinkan. Dan jika tidak, maka men-dahulukan kedua tangan sebelum kedua lutut, sambil menghadapkan jari-jari kedua telapak kaki dan jari jari kedua telapak tangan ke qiblat, dengan posisi jari-jari telapak tangan rapat. Dan sujud di atas tujuh anggota tubuh, yaitu dahi bersama hidung, kedua telapak tangan, kedua lutut dan ujung jari kedua telapak kaki, sambil membaca do'a: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;&lt;img height="30" src="file:///C:/DOCUME%7E1/INTERN%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtmlclip1/01/clip_image015.gif" v:shapes="Picture620" width="127" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Maha Suci Rabbku Yang Maha Tinggi."&lt;/i&gt; tiga kali atau lebih: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;&amp;nbsp;Dianjurkan pula membaca: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;&lt;img height="33" src="file:///C:/DOCUME%7E1/INTERN%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtmlclip1/01/clip_image016.gif" v:shapes="Picture621" width="279" /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;"&lt;i&gt;Maha Suci Engkau, Ya Allah Rabb kami, dengan segala puji bagiMu. Ya Allah ampunilah aku&lt;/i&gt; ". &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Dan memperbanyak do'a, sebagaimana sabda Nabi shallallahu 'alaihi wasallam:&lt;i&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;&lt;img height="67" src="file:///C:/DOCUME%7E1/INTERN%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtmlclip1/01/clip_image017.gif" v:shapes="Picture622" width="493" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;"&lt;i&gt;Adapun ruku`, maka agungkanlah Tuhan pada saat itu, dan adapun sujud, maka bersungguh-sungguhlah kalian dalam berdo'a, sebab layak untuk diterima bagi kalian."&lt;/i&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Dan juga sabda beliau shallallahu 'alaihi wasallam: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;&lt;img height="35" src="file:///C:/DOCUME%7E1/INTERN%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtmlclip1/01/clip_image018.gif" v:shapes="Picture623" width="371" /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;i&gt; Posisi terdekat seorang hamba dari Tuhannya adalah di saat ia sedang sujud, maka dari itu perbanyaklah do'a&lt;/i&gt;." &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Kedua hadis tersebut diriwayatkan oleh Muslim di dalam Shahihnya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Hendaknya (diwaktu sujud) ia memohon kepa-da Tuhannya kebaikan dunia dan akhirat untuk dirinya dan untuk orang lain dari kaum muslimin, baik itu dalam shalat wajib maupun dalam shalat sunnah. Dan (diwaktu sujud) hendaknya mereng-gangkan kedua lengan tangan dari kedua lambung dan perut dari kedua pahanya sambil mengangkat kedua hasta/lengah tangannya dari tanah, sebab Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda&lt;u&gt;: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;&lt;img height="34" src="file:///C:/DOCUME%7E1/INTERN%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtmlclip1/01/clip_image019.gif" v:shapes="Picture624" width="405" /&gt;&lt;u&gt;&lt;br /&gt;&lt;/u&gt;&amp;nbsp;"&lt;i&gt; Tegak luruslah kalian di saat sujud dan jangan ada seorang dari kalian meletakkan kedua lengan tangannya seperti anjing meletakkan kedua lengan tangannya." &lt;/i&gt;(&lt;b&gt;Muttafaq `alaih&lt;/b&gt;). &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;10. Mengangkat kepala sambil bertakbir, &lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;bertumpu pada kaki kiri dan mendudukinya, sedang-kan kaki kanan ditegakkan, meletakkan&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; kedua tangan di atas ujung kedua paha dan kedua lutut, lalu mem-baca: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;&lt;img height="64" src="file:///C:/DOCUME%7E1/INTERN%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtmlclip1/01/clip_image020.gif" v:shapes="Picture625" width="502" /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;"&lt;i&gt;Wahai Rabbku, ampunilah aku; wahai Rabbku, ampunilah aku; wahai Rabbku, ampunilah aku. Ya Allah, ampunilah aku, belas kasihilah aku, berilah aku petunjuk, berilah aku rizki, berilah aku kesehatan dan tutupilah kekuranganku."&lt;/i&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Hendaknya &lt;i&gt;thuma'ninah&lt;/i&gt; (berhenti sebentar) di waktu duduk, hingga setiap persendian benar-benar berada pada posisinya, sebagaimana di saat ia berdiri i`tidal sebelum ruku`, karena Nabi shallallahu 'alaihi wasallam memanjangkan (waktu) i`tidalnya sesudah ruku` dan ketika duduk di antara dua sujud. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;11. Sujud yang kedua sambil bertakbir,&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt; &lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; dalam melakukannya sebagaimana ia melakukan pada sujud pertama. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;12. Mengangkat kepala (bangun) sambil bertakbir, &lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;dan duduk sejenak seperti duduk antara dua sujud. Ini disebut duduk istirahat, hukumnya sunnah menurut pendapat yang lebih kuat dari dua pendapat para ulama, dan jika ditinggalkan maka tidak apa-apa. Dan pada duduk ini tidak ada bacaan atau pun do'a. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Lalu bangkit dan berdiri untuk melakukan raka`at yang kedua dengan bersanggah pada kedua lutut jika memungkinkan, dan jika tidak memung-kinkan, maka bersanggah kepada kedua tangan di atas lantai, kemudian membaca Al-Fatihah dan sete-rusnya seperti apa yang dilakukan pada raka`at yang pertama. Tidak boleh bagi seorang ma'mum menda-hului imam, karena Nabi shallallahu 'alaihi wasallam melarang umatnya dari tindakan seperti itu, demikian juga dibenci memba-rengi imam. Sunnahnya bagi ma`mum, gerakan-gerakannya harus sesudah gerakan-gerakan imam-nya dengan tidak berbarengan, dan harus setelah terhentinya suara imam, karena Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;&lt;img height="61" src="file:///C:/DOCUME%7E1/INTERN%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtmlclip1/01/clip_image021.gif" v:shapes="Picture626" width="495" /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;"&lt;i&gt; Sesungguhnya imam itu dijadikan sebagai imam agar diikuti, maka janganlah kalian menyelisihinya, oleh karena itu, jika ia bertakbir maka bertakbirlah kalian, dan jika ia ruku` maka ruku`lah kalian, dan apabila ia membaca: "Sami`allahu liman hamidah", maka bacalah: "Rabbana wa lakal-hamdu", dan apabila ia sujud, maka sujudlah kalian" &lt;/i&gt;&lt;b&gt;(Muttafaq `alaih). &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;13. Jika shalat itu adalah shalat dua raka`at, &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;seperti shalat Subuh, shalat Jum`at dan shalat `Id, maka duduk &lt;i&gt;iftirasy &lt;/i&gt;setelah bangkit dari sujud kedua, yaitu dengan menegakkan kaki kanan, dan bertumpu pada kaki kiri, tangan kanan diletakkan di atas paha kanan dengan menggenggam semua jari kecuali jari telujuk untuk berisyarat kepada tauhid di saat meng-ingat Allah shallallahu 'alaihi wasallam dan berdo'a. Jika jari manis dan jari kelingking tangan kanan digenggamkan, sedangkan ibu jari dibentuk lingkaran dengan jari tengah dan berisyarat dengan jari telunjuk, maka hal tersebut sangat baik sekali, karena kedua cara tersebut ada di dalam hadits shahih dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam. Dan afdhalnya melakukan cara yang pertama pada suatu saat dan cara yang kedua pada saat yang lain. Sedangkan tangan kiri diletakkan di atas (ujung) paha kiri dan lutut; lalu membaca &lt;i&gt;Tasyahhud,&lt;/i&gt; yaitu: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;&lt;img height="63" src="file:///C:/DOCUME%7E1/INTERN%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtmlclip1/01/clip_image022.gif" v:shapes="Picture627" width="511" /&gt;&amp;nbsp; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Kemudian dilanjutkan dengan membaca: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;&lt;img height="64" src="file:///C:/DOCUME%7E1/INTERN%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtmlclip1/01/clip_image023.gif" v:shapes="Picture628" width="546" /&gt;&amp;nbsp; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Lalu memohon perlindungan kepada Allah dari empat hal dengan membaca: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;&lt;img height="62" src="file:///C:/DOCUME%7E1/INTERN%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtmlclip1/01/clip_image024.gif" v:shapes="Picture629" width="501" /&gt;&amp;nbsp; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Kemudian berdo'a, memohon kepada Allah untuk kebaikan dunia dan akhirat. Dan apabila berdo`a untuk kedua orang tua atau untuk kaum muslimin, maka dibolehkan, baik di waktu shalat wa-jib ataupun shalat sunnah, berdasarkan hadits Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dari Ibnu Mas`ud radhiyallahu 'anhu ketika Nabi shallallahu 'alaihi wasallam mengajarinya &lt;i&gt;Tasyahhud&lt;/i&gt;, beliu bersabda: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;&lt;img height="32" src="file:///C:/DOCUME%7E1/INTERN%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtmlclip1/01/clip_image025.gif" v:shapes="Picture630" width="241" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&amp;nbsp;"Kemudian hendaknya ia memilih do`a yang lebih disukai, lalu berdo`a&lt;/i&gt;" &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Do`a yang disebutkan dalam hadist di atas men-cakup semua apa saja yang berguna bagi seseorang dalam kehidupan dunia dan akhirat. Setelah itu memberi salam dengan menoleh ke kanan dan salam dengan menoleh ke kiri, seraya mengucapkan: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;&lt;img height="36" src="file:///C:/DOCUME%7E1/INTERN%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtmlclip1/01/clip_image026.gif" v:shapes="Picture631" width="435" /&gt;&amp;nbsp; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;14. Jika shalat yang dikerjakan adalah tiga raka`at, &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;seperti shalat Maghrib, atau empat raka`at, seperti shalat Zhuhur, `Ashar dan Isya', maka hendak-nya ia membaca &lt;i&gt;tasyahhud&lt;/i&gt; tersebut di atas dengan membaca shalawat kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, kemudian bang-kit dengan bersanggah kepada kedua lututnya, sambil mengangkat kedua tangan sampai sejajar dengan kedua pundak dan membaca &lt;i&gt;Allahu Akbar&lt;/i&gt;, lalu mele-takkan kedua tangan di dada sebagaimana diterang-kan di atas kemudian membaca Al-Fatihah saja. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Jika ia membaca surah atau ayat pada raka`at ketiga dan keempat dalam shalat dzuhur sesudah al-Fatihah pada saat-saat tertentu, maka tidak apa-apa. Karena ada hadits shahih yang menunjukkan hal tersebut dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam yang bersumber dari Abu Sa`id radhiyallahu 'anhu. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Dan jika tidak membaca shalawat pada &lt;i&gt;tasyah-hud&lt;/i&gt; pertama, maka tidak apa-apa, karena hukumnya sunnah, tidak wajib dalam &lt;i&gt;tasyahhud awal. &lt;/i&gt;Kemudian membaca &lt;i&gt;tasyahhud &lt;/i&gt;setelah raka`at ketiga pada shalat Maghrib, dan setelah raka`at keempat dari shalat Zhuhur, Ashar dan Isya', berikut dengan shalawat kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam , dan memohon perlindungan kepada Allah dari empat perkara yang disebutkan di atas (adzab Neraka Jahannam, siksa kubur, fitnah kehi-dupan dan kematian dan dari kejahatan fitnah Dajjal), lalu perbanyak berdo`a. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Dan di antara do`a yang diajarkan pada akhir tahiyyat (&lt;i&gt;tasyahhud&lt;/i&gt;) dan juga dalam kesempatan-kesempatan lainnya adalah: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;&lt;img height="33" src="file:///C:/DOCUME%7E1/INTERN%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtmlclip1/01/clip_image027.gif" v:shapes="Picture632" width="374" /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;i&gt; Ya Rabb kami, karuniakan kepada kami kebajikan di dunia dan kebajikan di akhirat dan peliharalah kami dari adzab api Neraka". &lt;/i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Karena ada hadits shahih yang bersumber dari Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu, ia berkata: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;&lt;img height="63" src="file:///C:/DOCUME%7E1/INTERN%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtmlclip1/01/clip_image028.gif" v:shapes="Picture633" width="504" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Kebanyakan dari do`a-do`a Nabi shallallahu 'alaihi wasallam itu adalah&lt;/i&gt; &lt;i&gt;Rabbana atina fiddunya hasanah wafil akhirati hasanah wa qina adzaban nar.&lt;/i&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Sebagaimana telah disebutkan di atas dalam shalat yang dua raka`at, hanya saja posisi duduk saat ini adalah duduk &lt;i&gt;tawarruk&lt;/i&gt;, yaitu duduk dengan meletakkan telapak kaki kiri di bawah betis kaki kanan dan kemudian mendudukkan pantat di atas tanah, sedangkan kaki kanan tegak, berdasarkan hadits yang bersumber dari Abu Humaid. Kemudian memberi salam ke kanan sambil mengucapkan:&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; dan salam ke kiri seraya mengucapkan: &lt;img height="36" src="file:///C:/DOCUME%7E1/INTERN%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtmlclip1/01/clip_image026.gif" v:shapes="Picture634" width="435" /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Sehabis itu beristighfar (memohon ampun) kepada Allah tiga kali, membaca: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;&lt;img height="129" src="file:///C:/DOCUME%7E1/INTERN%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtmlclip1/01/clip_image029.gif" v:shapes="Picture635" width="528" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Ya Allah, Engkaulah Yang Maha Selamat dan dariMu-lah keselamatan, Maha Suci Engkau, wahai Tuhan Pemilik keagungan dan kemulia-an; tiada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah semata, tiada sekutu bagiNya, milikNya lah kerajaan, dan milikNya-lah segala pujian, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu; tiada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah. Ya Allah, tiada yang dapat menghalangi terhadap apa yang Engkau berikan, dan tiada yang dapat memberi terhadap apa yang Engkau halangi, tidaklah bermanfaat kemuliaan bagi pemiliknya kecuali kemuliaan itu dari Engkau. Tiada tuhan yang berhak disembah selain Allah, dan kami tidak menyembah kecuali hanya kepadaNya; kepunyaanNya lah kenikmatan dan milikNya lah karunia, dan bagiNya-lah sanjungan yang baik, tiada tuhan yang berhak disembah selain Allah, dengan tulus ikhlas tunduk kepadaNya sekalipun orang-orang kafir tidak suka". &lt;/i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Kemudian bertasbih (mengucapkan &lt;i&gt;Subhanallah&lt;/i&gt; ) sebanyak 33 kali, memuji Allah (mengucapkan &lt;i&gt;Alhamdulillah)&lt;/i&gt; 33 kali dan bertakbir (mengucapkan &lt;i&gt;Allahu akbar)&lt;/i&gt; 33 kali, serta digenapkan menjadi seratus dengan mengucapkan: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;&lt;img height="34" src="file:///C:/DOCUME%7E1/INTERN%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtmlclip1/01/clip_image030.gif" v:shapes="Picture636" width="437" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&amp;nbsp;"Tiada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah semata, tiada sekutu bagiNya, kepunyaan-Nya-lah kerajaan, dan milikNya-lah segala pujian, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu".&lt;/i&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Lalu membaca ayat Kursi, Surat Al-Ikhlash, surat Al-Falaq dan Surah An-Nas pada setiap kali selesai shalat. Dan dianjurkan (disunnahkan) meng-ulang tiga surat tersebut sebanyak 3 kali setelah selesai shalat Maghrib dan shalat subuh, berdasarkan hadits shahih dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam yang menganjurkan tentang hal itu, begitu pula dianjurkan (disunnahkan) menambah dzikir tersebut di atas, terutama setelah shalat Maghrib dan shalat Subuh dengan dzikir berikut 10 kali: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;&lt;img height="32" src="file:///C:/DOCUME%7E1/INTERN%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtmlclip1/01/clip_image031.gif" v:shapes="Picture637" width="511" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&amp;nbsp;"Tiada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah semata, tiada sekutu bagiNya, kepunyaan-Nya-lah kerajaan, dan milikNya-lah segala pujian, Dia menghidupkan dan mematikan dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu". &lt;/i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Semua itu berdasarkan hadits shahih dari Rasu-lullah shallallahu 'alaihi wasallam. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Jika ia sebagai imam, maka hendaknya berbalik menghadap para ma'mum sesudah beristighfar 3 kali dan mengucapkan: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;&lt;img height="30" src="file:///C:/DOCUME%7E1/INTERN%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtmlclip1/01/clip_image032.gif" v:shapes="Picture638" width="353" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&amp;nbsp;"Ya Allah, Engkau Yang Maha selamat dan dariMu lah keselamatan, Maha Tinggi lagi Maha Suci Engkau, wahai Pemilik keagungan dan kemuliaan".&lt;/i&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Kemudian membaca dzikir-dzikir sebagaimana tersebut di atas, yang banyak disebutkan dalam hadits-hadits dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, di antaranya adalah hadits shahih yang dari `Aisyah radhiyallahu 'anhu yang diriwayatkan oleh Imam Muslim. Semua dzikir di atas hukumnya sunnah, tidak wajib. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Disunnahkan pula bagi setiap muslim, baik laki-laki atau perempuan shalat sunnah 4 raka`at sebelum Zhuhur dan 2 raka`at sesudahnya, 2 raka`at sesudah shalat Maghrib, 2 raka`at sesudah Isya dan 2 raka`at sebelum shalat Subuh. Jumlah kesemuanya 12 raka`at, yang dinamakan shalat rawatib; Nabi shallallahu 'alaihi wasallam selalu menjaganya di waktu muqim, adapun di waktu beper-gian beliau hanya melakukan shalat sunnat Subuh dan witir. Untuk kedua shalat sunnah tersebut Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam tidak pernah meninggalkannya baik di waktu muqim maupun di waktu bepergian. Beliau adalah teladan bagi kita, sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta'ala: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR" style="margin: 5pt 0.5in;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;&amp;nbsp;"Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik". &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;(Al-Ahzab: 21). &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Dan juga sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;&lt;img height="36" src="file:///C:/DOCUME%7E1/INTERN%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtmlclip1/01/clip_image002.gif" v:shapes="Picture639" width="168" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&amp;nbsp;"Shalatlah kalian sebagaimana kalian melihat aku shalat".(HR. Bukhari).&lt;/i&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Dan lebih utama (afdhal)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt; shalat-shalat rawatib dan shalat witir dilakukan di rumah, namun jika dilakukan di masjid, maka tidak apa-apa sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;&lt;img height="30" src="file:///C:/DOCUME%7E1/INTERN%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtmlclip1/01/clip_image033.gif" v:shapes="Picture640" width="257" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Sebaik-baik shalat seseorang adalah di rumah, kecuali shalat wajib." &lt;/i&gt;&lt;b&gt;(Hadits ini disepakati keshahihannya oleh Bukhari dan Muslim)&lt;/b&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Menjaga shalat rawatib dengan sungguh-sung-guh merupakan bagian dari sebab seseorang masuk Surga, sebagaimana yang diriwayatkan di dalam Shahih Muslim dari Ummi Habibah radhiyallahu 'anhu sesungguh-nya dia berkata: Saya telah mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;&lt;img height="31" src="file:///C:/DOCUME%7E1/INTERN%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtmlclip1/01/clip_image034.gif" v:shapes="Picture641" width="543" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Tiada seorang hamba muslim pun yang selalu melakukan shalat sunnat 12 raka`at selain dari shalat wajib pada setiap hari, melainkan Allah bangun untuknya sebuah istana di Surga."&lt;/i&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Dan sesungguhnya Imam At-Tirmidzi di dalam riwayat haditsnya juga menjelaskan (menafsirkan) hadits di atas sebagaimana yang kami sebutkan tadi. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Jika ia melakukan 4 raka`at sebelum shalat Ashar, 2 raka`at sebelum Maghrib, dan dua raka`at sebelum shalat Isya`, maka itu lebih baik sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;&lt;img height="32" src="file:///C:/DOCUME%7E1/INTERN%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtmlclip1/01/clip_image035.gif" v:shapes="Picture642" width="233" /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;"&lt;i&gt;Allah akan memberi rahmat kepada seseorang yang selalu shalat 4 raka`at sebelum Ashar&lt;/i&gt;". &lt;b&gt;(HR. Imam Ahmad, Abu Daud, At-Tirmidzi, dan ia menghasankannya; dishahihkan Ibnu Huzaimah, sanad hadits tersebut shahih). &lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Dan juga sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;&lt;img height="31" src="file:///C:/DOCUME%7E1/INTERN%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtmlclip1/01/clip_image036.gif" v:shapes="Picture643" width="403" /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;i&gt; Di antara dua adzan (adzan dan iqamah) ada shalatnya, di antara dua adzan ada shalatnya, -&lt;/i&gt;Lalu beliau bersabda untuk ketiga kalinya: &lt;i&gt;Bagi yang menghendaki." &lt;/i&gt;&lt;b&gt;(HR. Al-Bukhari)&lt;/b&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Dan jika shalat 4 raka`at setelah shalat Zhuhur dan 4 raka`at sebelumnya, maka itu pun baik pula, sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;&lt;img height="60" src="file:///C:/DOCUME%7E1/INTERN%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtmlclip1/01/clip_image037.gif" v:shapes="Picture644" width="388" /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;"&lt;i&gt;Barangsiapa yang menjaga 4 raka`at sebelum Zhuhur dan 4 raka`at sesudahnya, maka ia diharamkan oleh Allah atas api Neraka&lt;/i&gt;." &lt;b&gt;(HR. Ahmad dan Ahlus Sunan dengan sanad shahih dari Ummi Habi-bah radhiyallahu 'anhu&lt;/b&gt;) &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Maksudnya adalah, ia menambah 2 raka`at atas shalat sunnat rawatib sesudah Zhuhur, karena shalat sunnat rawatib Zhuhur itu 4 raka`at sebelumnya dan 2 raka`at sesudahnya. Maka jika ia melakukan dua rak`at shalat sunnat lagi sesudahnya, tercapailah apa yang disebutkan di dalam hadits Ummi Habibah tersebut. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Dan Allahlah Pemberi taufiq, dan semoga Allah tetap mencurahkan shalawat dan salam kepada nabi kita Nabi Muhammad bin Abdullah shallallahu 'alaihi wasallam, kepada ke-luarga dan para shahabatnya serta para pengikutnya hingga hari Kiamat.&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="center" dir="LTR" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #cc0066; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 13.5pt;"&gt;RISALAH KEDUA&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #6600ff; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 13.5pt;"&gt;KEHARUSAN MELAKSANAKAN SHALAT FARDHU &lt;br /&gt;DENGAN BERJAMA`AH&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Dari Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz ditujukan kepada siapa saja yang melihat buku ini dari kaum muslimin .. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Semoga Allah memberi mereka taufiq terhadap segala hal yang mengandung keridhaanNya, dan semoga Dia menghimpunku dan mereka dalam himpunan orang-orang yang takut dan bertaqwa kepadaNya. Amin. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh, waba`du&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Telah sampai berita kepadaku bahwasanya banyak kaum muslimin yang mengabaikan dalam melakukan shalat wajib secara berjama`ah, mereka berdalih dengan pendapat sebagian ulama yang menggampangkan hal ini. Maka saya berkewajiban untuk menjelaskan betapa besarnya permasalahan ini dan betapa sangat penting; dan tidak diragukan lagi bahwa mengabaikan shalat berjamaah adalah suatu kemungkaran yang sangat besar dan bahayanya pun fatal. Maka tugas dan kewajiban para ulama adalah memberikan penjelasan dan peringatan, terhadap pengabaian tersebut yang merupakan kemungkaran nyata, yang tidak boleh didiamkan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Dan sudah dimaklumi bersama, bahwasanya tidaklah layak bagi seorang muslim menganggap remeh suatu perkara yang kedudukannya dimuliakan oleh Allah di dalam Kitab Sucinya, dan diagungkan oleh RasulNya yang mulia shallallahu 'alaihi wasallam&lt;i&gt;.&lt;/i&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Berulang kali Allah &lt;i&gt;Ta'ala &lt;/i&gt;menyebutkan shalat di dalam Kitab Sucinya, Dia tinggikan kedudukannya, Dia perintahkan agar memelihara dan melaksanakan-nya dengan berjama`ah. Dan Dia peringatkan bahwa meremehkan dan bermalas-malasan dalam melaku-kannya merupakan ciri (sifat) orang-orang munafiq, sebagaimana firmanNya: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR" style="margin: 5pt 0.5in;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Peliharalah segala shalat (mu) dan peliharalah shalat wustha. Berdirilah karena Allah (dalam shalatmu) dengan khusyu`. &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;(Al-Baqarah; 238).&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Dan bagaimana manusia akan mengetahui bahwa seorang hamba memelihara shalat dan mengagungkannya, padahal ia telah meninggalkan shalat berjama`ah bersama-sama suadara-saudaranya (kaum muslimin) dan menganggap remeh kedudukannya. Padahal Allah telah berfirman: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR" style="margin: 5pt 0.5in;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;&amp;nbsp;"Dan dirikanlah shalat, tunaikan zakat dan ruku`lah beserta orang-orang yang ruku`. &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;(Al-Baqarah: 43)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Ayat di atas secara tegas menjelaskan kewajiban melakukan shalat wajib dengan berjama`ah dan me-nyertai shalat orang-orang yang shalat; dan sekiranya yang dimaksud oleh ayat tersebut hanya menegak-kannya saja, maka tidak jelaslah korelasi gamblang pada ujung ayat (&lt;i&gt;dan ruku`lah kalian bersama-sama orang-orang yang ruku`), &lt;/i&gt;karena Allah telah mem-erintahkan agar menegakkannya pada awal ayat. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Dan Dia pun berfirman: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR" style="margin: 5pt 0.5in;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;"Dan apabila kamu berada di tengah-tengah me-reka (shahabatmu) lalu kamu hendak mendiri-kan shalat bersama-sama mereka, maka hendak-lah segolongan dari mereka berdiri (shalat) besertamu dan menyandang senjata, kemudian apa bila mereka(yang shalat besertamu) sujud (telah menyempurnakan seraka`at), maka hen-daklah mereka pindah dari belakangmu (untuk menghadapi musuh) dan hendaklah datang golongan yang kedua yang belum shalat, lalu shalatlah mereka denganmu, dan hendaklah mereka bersiap-siaga dan menyandang senjata. &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;(An-Nisa': 102).&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Pada ayat di atas Allah mewajibkan shalat berjama`ah dalam kondisi perang dan penuh keta-kutan, maka bagaimana dalam kondisi damai? Kalau sekiranya seseorang diperbolehkan meninggalkan shalat berjama`ah, niscaya para tentara yang berbaris menghadang musuh dan orang-orang yang terancam serangan musuh itu lebih berhak untuk diperboleh-kan meninggalkan shalat berjama`ah. Oleh karena hal itu tidak terjadi (Baca: tidak diperbolehkan mening-galkan shalat berjama`ah), maka dapat kita ketahui bahwa shalat berjama`ah itu termasuk kewajiban yang sangat penting, dan tidak diperbolehkan bagi seorang pun meninggalkannya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Dan di dalam Shahih Bukhari dan Muslim ter-dapat hadits dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu bahwasanya Ra-sulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR" style="margin: 5pt 0.5in;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;&lt;img height="67" src="file:///C:/DOCUME%7E1/INTERN%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtmlclip1/01/clip_image038.gif" v:shapes="Picture645" width="505" /&gt;&lt;br /&gt;"Sungguh, aku telah bertekad untuk menyuruh (para shahabat) melakukan shalat, dan aku suruh seseorang untuk mengimaminya, kemudian aku pergi bersama beberapa orang yang membawa beberapa ikat kayu bakar menuju orang-orang yang tidak ikut shalat berjama`ah, untuk membakar rumah mereka dengan api. &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;(Al-Hadits).&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Di dalam kitab Musnad Imam Ahmad meriwayatkan bahwasanya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR" style="margin: 5pt 0.5in;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;&lt;img height="34" src="file:///C:/DOCUME%7E1/INTERN%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtmlclip1/01/clip_image039.gif" v:shapes="Picture646" width="298" /&gt;&lt;br /&gt;"Kalau sekiranya tidak karena istri-istri dan anak-anak berada di dalam rumah mereka, niscaya aku bakar rumah mereka."&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Di dalam Shahih Muslim dari Abdullah bin Mas`ud radhiyallahu 'anhu mengatakan: "&lt;i&gt;Sesungguhnya kami telah menyaksikan, bahwa tidak ada yang meninggalkan shalat berjama`ah (di masa kami) kecuali orang munafiq yang telah jelas kemunafikannya, atau orang sakit. Padahal ada di antara yang sakit berjalan de-ngan diapit oleh dua orang untuk mendatangi shalat berjama`ah".&lt;/i&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Dan dia juga berkata: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR" style="margin: 5pt 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;&lt;img height="33" src="file:///C:/DOCUME%7E1/INTERN%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtmlclip1/01/clip_image040.gif" v:shapes="Picture647" width="522" /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;i&gt; Sesungguhnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah mengajari kami sunnah-sunnah agama, dan di antara sunnah-sunnah tersebut adalah shalat di masjid yang dikumandangkan adzan di dalamnya". &lt;/i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Dan di dalam Shahih Muslim juga dia berkata: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;&lt;img height="195" src="file:///C:/DOCUME%7E1/INTERN%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtmlclip1/01/clip_image041.gif" v:shapes="Picture648" width="549" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Barangsiapa yang ingin berjumpa Allah di kemudian hari dalam keadaan muslim, maka hendaklah ia memelihara shalat lima waktu ini dengan melakukannya dimana saja ada seruan adzan, karena sesungguhnya Allah telah menetapkan (mensyari`atkan) jalan-jalan menuju hidayah (petunjuk-petunjuk agama), dan sesungguhnya melakukan shalat lima waktu dengan berja-ma'ah adalah termasuk jalan-jalan menuju hidayah. Maka sekiranya kalian shalat di rumah-rumah kalian sebagaimana orang yang lalai melakukannya di rumah, maka berarti kalian te-lah meninggalkan sunnah (ajaran) nabi kalian, dan jika kalian meninggalkan sunnah nabi kali-an, niscaya kalian sesat. Dan tiada seseorang bersuci (berwudhu), lalu melakukannya dengan baik (sempurna), kemudian ia datang ke salah satu masjid dari masjid-masjid yang ada ini, melainkan Allah mencatat baginya satu keba-jikan untuk setiap langkah yang ia ayunkan, dan Dia mengangkatnya satu derajat karena langkah itu, serta Dia hapuskan dari padanya satu dosa. Sesungguhnya, kami telah menyaksikan, bahwa tiada seorang pun yang meninggalkan shalat berjama`ah (di masa kami), kecuali orang munafiq yang sudah jelas kemunafikannya. Dan sesungguhnya ada orang yang diapit oleh dua orang menuju masjid hingga didirikan di shaf."&lt;/i&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Di dalam shahih Muslim juga diriwayatkan dari Abu Hurairah, bahwasanya ada seorang buta yang berkata:&lt;i&gt; "Wahai Rasulullah, sesungguhnya tidak ada orang yang menuntunku ke masjid, apakah ada keringanan bagiku untuk shalat di rumahku? Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menjawab: Apakah kamu mendengar seruan adzan? Orang itu menjawab: Ya. Maka Nabi bersabda:&lt;/i&gt; &lt;i&gt;Kalau begitu penuhi seruan itu."&lt;/i&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Dan juga ada hadits shahih yang menyatakan bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah bersabda: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR" style="margin: 5pt 0.5in;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;&lt;img height="33" src="file:///C:/DOCUME%7E1/INTERN%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtmlclip1/01/clip_image042.gif" v:shapes="Picture649" width="272" /&gt;&lt;br /&gt;"Barangsiapa yang mendengar seruan adzan, lalu ia tidak datang (memenuhi seruan shalat berjama`ah itu), maka tidak sah shalatnya, kecuali karena ada udzur". &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Suatu ketika Ibnu Abbas ditanya: Apa udzur itu? Ia menjawab: Takut (serangan musuh) atau sakit.&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Dan hadits-hadits yang menunjukkan tentang kewajiban shalat berjama`ah dan kewajiban melaku-kannya di masjid-masjid yang diizinkan Allah untuk ditinggikan dan disebutkan namaNya, sangat banyak sekali. Maka kewajiban setiap muslim adalah mem-perhatikan masalah ini dan segera melakukannya serta menganjurkan dan menasihati anak-anak, keluarga dan para tetangga serta saudara-saudaranya yang seiman untuk melakukan perkara ini, sebagai ketaatan kepada perintah Allah dan RasulNya, dan supaya terhindar dari perbuatan yang dilarang oleh Allah dan RasulNya, dan jauh dari sifat-sifat orang-orang munafiq yang dinyatakan oleh Allah dengan sifat-sifat yang tercela, yang di antaranya adalah kela-laian mereka dalam melakukan shalat. Sebagaimana firman Allah &lt;i&gt;Ta'ala&lt;/i&gt;: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR" style="margin: 5pt 0.5in;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;&amp;nbsp;"Sesungguhnya orang-orang munafiq itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya' (dengan shalat) di hadapan manusia. Dan tidak-lah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali. Mereka dalam keadaan ragu-ragu antara yang demikian (iman atau kafir): tidak masuk kepada golongan ini(orang-orang beriman) dan tidak (pula) kepada golongan itu(orang-orang kafir). Barangsiapa yang disesatkan Allah, maka kamu sekali-kali tidak akan mendapat jalan (untuk memberi petunjuk) baginya. &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;(An-Nisa': 142-143) &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Dan sesungguhnya meninggalkan shalat ber-jama`ah merupakan penyebab utama dari pengabaian pelaksanaan shalat secara keseluruhan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Sudah dimaklumi bahwa meninggalkan shalat adalah suatu kekafiran dan kesesatan serta keluar dari Islam, karena Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR" style="margin: 5pt 0.5in;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;&lt;img height="30" src="file:///C:/DOCUME%7E1/INTERN%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtmlclip1/01/clip_image043.gif" v:shapes="Picture650" width="246" /&gt;&lt;br /&gt;"(Pembatas) antara seorang muslim dengan kemusrikan dan kekufuran adalah meninggalkan shalat." &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;(HR. Muslim di da-lam kitab Shahihnya bersumber dari Jabir radhiyallahu 'anhu)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Dan beliau shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR" style="margin: 5pt 0.5in;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;&lt;img height="28" src="file:///C:/DOCUME%7E1/INTERN%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtmlclip1/01/clip_image044.gif" v:shapes="Picture651" width="299" /&gt;&lt;br /&gt;"Perjanjian antara kita dengan mereka (orang munafik) adalah shalat, barangsiapa meninggalkannya maka sesungguhnya ia telah kafir".&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt; &lt;b&gt;(HR. Imam Ahmad dan Ashabus sunan dengan sanad shahih).&lt;/b&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Ayat-ayat Al-Qur`an dan hadits-hadits Nabi shallallahu 'alaihi wasallam yang menjelaskan tentang kedudukan shalat, kewajib-an memeliharanya dan mendirikannya sebagaimana yang disyari`atkan Allah serta peringatan keras terha-dap pengabaiannya sangat banyak. Maka kewajiban setiap muslim adalah memelihara (pelaksanaan)nya tepat pada waktunya dan mendirikannya sebagaimana yang disyari`atkan Allah bersama saudara-saudaranya di masjid-masjid, sebagai tanda kepatuhan kepada Allah &lt;i&gt;Ta'ala&lt;/i&gt; dan rasulNya, dan agar terhindar dari murka Allah dan kepedihan adzabNya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Dan apabila kebenaran dan dalil-dalinya telah jelas, maka tidak boleh bagi seorang pun menyim-pang darinya karena pendapat si Fulan atau si Fulan. Sebab Allah Subhanahu wa Ta'ala telah berfirman: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR" style="margin: 5pt 0.5in;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;&amp;nbsp;"Kemudian jika kamu berlainan pendapat ten-tang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al-Qur'an) dan Rasul (Sunnahnya) jika kalian benar-benar beriman kepada Allah dan hari Kemudian. Yang demikian itu utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya. &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;(An-Nisa': 59)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Dan firmanNya: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR" style="margin: 5pt 0.5in;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;&amp;nbsp;"Maka hendaklah orang-orang yang menyalahi perintah Rasul takut akan ditimpa cobaan atau ditimpa adzab yang pedih." &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;(An-Nur: 63). &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Sudah tidak diragukan lagi bahwa shalat berja-a`ah itu mengandung faidah yang sangat banyak dan maslahat yang sangat jelas di antaranya adalah saling mengenal (&lt;i&gt;ta`aruf&lt;/i&gt; ), saling menolong dalam kebajikan dan ketaqwaan, saling menasihati dalam kebenaran dan kesabaran, memberi dorongan kepada orang yang lalai, mengajar orang yang bodoh, mem-bongkar kemarahan orang-orang munafiq dan men-jauhi jalan mereka, menampakkan syi`ar-sy`iar agama kepada segenap hamba-hambaNya, berdakwah di jalan Allah dengan lisan amal, dan faidah lain yang masih banyak. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Sebagian orang ada yang bergadang di malam hari sehingga terlambat melakukan shalat Subuh, dan sebagian lagi ada yang meninggalkan shalat Isya`. Tentu, hal seperti itu merupakan kemungkaran besar dan &lt;i&gt;tasyabbuh &lt;/i&gt;(meniru perbuatan) orang-orang munafiq, sebagaimana firman Allah &lt;i&gt;Ta'ala&lt;/i&gt;: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR" style="margin: 5pt 0.5in;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;&amp;nbsp;"Sesungguhnya orang-orang munafiq itu (ditem-patkan) pada tingkatan yang paling bawah dari Neraka. Dan kamu sekali-kali tidak akan men-dapat seorang penolong pun bagi mereka. &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;(An-Nisa: 145).&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Dan juga firman Allah Subhanahu wa Ta'ala: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR" style="margin: 5pt 0.5in;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;"Orang-orang munafiq laki-laki dan perempuan, sebagian dengan sebagian yang lain adalah sa-ma, mereka menyuruh berbuat yang mungkar dan melarang berbuat yang ma`ruf, dan mereka menggenggamkan tangannya, mereka telah lupa kepada Allah, maka Allah melupakan mereka. Sesungguhnya orang-orang munafiq itulah orang-orang yang fasiq. Allah mengancam orang-orang munafiq laki-laki dan perempuan dan orang-orang kafir dengan Neraka Jahannam. Mereka kekal di dalamnya. Cukuplah Neraka itu bagi mereka; dan Allah melaknati mereka; dan bagi mereka adzab yang kekal. &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;(At-Taubah 67-68).&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Dan Allah berfirman tentang mereka: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR" style="margin: 5pt 0.5in;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;&amp;nbsp;"Dan tidak ada yang menghalangi mereka untuk diterima dari mereka nafkah-nafkahnya&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;melain-kan karena mereka kafir kepada Allah dan RasulNya dan mereka tidak mengerjakan shalat, melainkan dengan malas dan tidak pula menaf-kahkan harta mereka, melainkan dengan rasa enggan. Maka janganlah harta benda dan anak-anak mereka menarik hatimu. Sesungguhnya Allah menghendaki dengan memberi harta benda dan anak-anak itu untuk menyiksa mereka dalam kehidupan di dunia dan kelak akan melayang nyawa mereka, sedang mereka dalam keadaan kafir.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt; &lt;b&gt;(At-Taubah-54-55).&lt;/b&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Maka wajib bagi setiap muslim laki-laki dan perempuan waspada dari menyerupai (meniru-niru) orang-orang munafiq baik perbuatan, perkataan dan kemalasan mereka dalam menunaikan shalat dan pengabaian mereka dalam melakukan shalat Isya` dan Subuh dengan berjama`ah, agar tidak dihimpun ber-sama mereka. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Dalam riwayat hadits shahih Rasulullah&lt;i&gt; shallallahu 'alaihi wasallam &lt;/i&gt;ber-sabda: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR" style="margin: 5pt 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;&lt;img height="31" src="file:///C:/DOCUME%7E1/INTERN%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtmlclip1/01/clip_image045.gif" v:shapes="Picture653" width="524" /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;i&gt; Shalat yang paling berat menurut orang-orang munafiq adalah shalat Isya` dan shalat Shubuh. Sekiranya mereka mengetahui pahala yang ter-kandung pada keduanya, niscaya mereka akan datang untuk melakukannya (secara berja-ma`ah) sekalipun dengan merangkak". &lt;/i&gt;&lt;b&gt;(Muttafaq alaih).&lt;/b&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Dan sabdanya: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR" style="margin: 5pt 0.5in;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;&lt;img height="29" src="file:///C:/DOCUME%7E1/INTERN%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtmlclip1/01/clip_image046.gif" v:shapes="Picture654" width="137" /&gt;&lt;br /&gt;"Barangsiapa meniru-niru (menyerupai) suatu kaum, maka ia termasuk golongan mereka". &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;(HR. Imam Ahmad, bersumber dari Abdullah bin Umar shallallahu 'alaihi wasallam dengan sanad hasan).&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Semoga Allah memberi taufiq kepadaku dan kepada pembaca menuju keridhaanNya dan kebaikan di dunia dan akhirat, dan semoga Dia melindungi kita dari kejahatan nafsu, amal-amal buruk kita dan dari perbuatan yang menyerupai orang-orang kafir dan munafiq. Sesungguhnya Dia Maha Pemurah lagi Maha Mulia.&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="center" dir="LTR" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #cc0066; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 13.5pt;"&gt;RISALAH KETIGA&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #6600ff; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 13.5pt;"&gt;HUKUM SHALAT DAN BERSUCI BAGI ORANG SAKIT&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Segala puji bagi Allah Rabb semesta alam, sha-lawat dan salam semoga tetap dicurahkan kepada nabi dan rasul yang termulia, nabi kita Muhammad, dan kepada keluarga serta segenap para shahabatnya, &lt;i&gt;wa ba`du&lt;/i&gt;: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Berikut ini adalah uraian singkat yang berhu-bungan dengan beberapa hukum bersuci dan shalat bagi orang sakit. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta'ala telah menetapkan kewa-jiban bersuci untuk setiap shalat, karena sesungguh-nya menghilangkan hadats dan najis, baik pada tu-buh, pakaian atau tempat shalat, keduanya merupa-kan bagian dari syarat-syarat sahnya shalat. Maka apabila seorang muslim hendak melakukan shalat, ia wajib berwudhu (bersuci) dari hadats kecil, atau mandi terlebih dahulu jika ia berhadats besar. Dan sebelum berwudhu ia harus beristinja' (bersuci) dengan air atau &lt;i&gt;beristijmar&lt;/i&gt; dengan batu jika kencing atau buang air besar, agar kesucian dan kebersihan menjadi sempurna. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Dan berikut ini uraian tentang berapa hukum yang berkaitan dengan hal di atas:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Bersuci dengan air dari apa saja yang keluar dari qubul atau dubur, seperti air kencing atau berak adalah wajib. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Dan tidak diwajibkan (kepada seseorang) ber-istinja karena tidur atau keluar angin (kentut), yang wajib baginya adalah berwudlu. Sebab, istinja' itu disyari`atkan untuk menghilangkan najis. Sementara, tidur dan keluar angin itu tidak ada najis. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Istijmar adalah pengganti istinja (bersuci) de-ngan air. Dan istijmar dengan batu atau sesuatu yang serupa dengannya. Dalam beristijmar harus meng-gunakan tiga buah batu yang suci dan bersih, sebab Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dalam hadits shahihnya bersabda: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR" style="margin: 5pt 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;&lt;img height="29" src="file:///C:/DOCUME%7E1/INTERN%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtmlclip1/01/clip_image047.gif" v:shapes="Picture655" width="107" /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;i&gt;Barangsiapa beristijmar hendaklah ia mengganjilkannya".&lt;/i&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Dan beliu juga bersabda: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR" style="margin: 5pt 0.5in;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;&lt;img height="30" src="file:///C:/DOCUME%7E1/INTERN%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtmlclip1/01/clip_image048.gif" v:shapes="Picture656" width="405" /&gt;&lt;br /&gt;"Apabila seorang diantara kalian pergi kebela-kang untuk buang air besar, maka hendaklah membawa tiga batu, karena sesungguhnya hal itu cukup baginya" &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;(HR. Abu Daud). &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Dan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam melarang beristijmar dengan kurang dari tiga batu, sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Muslim. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Tidak boleh beristijmar dengan kotoran (manusia atau hewan), tulang atau makanan, atau apa saja yang haram. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Afdhalnya adalah beristijmar dengan batu atau apa saja yang serupa dengannya, seperti tissue dan lain-lain, kemudian diakhiri dengan air. Karena batu berfungsi menghilangkan materi najis, sedangkan air mensucikan tempat (najis). Maka yang demikian ini lebih suci. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Seseorang boleh memilih antara beristinja' dengan air atau beristijmar dengan batu dan benda yang serupa dengannya, atau menggabungkan antara keduanya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Dari Anas radhiyallahu 'anhu bahwa dia berkata: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR" style="margin: 5pt 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;"Bahwasanya &lt;i&gt;Nabi shallallahu 'alaihi wasallam pernah masuk ke jamban, dan aku bersama anak sebaya denganku memba-wa bejana berisi air dan tongkatnya. Maka Nabi shallallahu 'alaihi wasallam beristinja dengan air itu". &lt;/i&gt;&lt;b&gt;(Muttafaq alaih).&lt;/b&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Dan dari `Aisyah radhiyallahu 'anhu bahwa ia berkata kepada sekelompok orang: "Suruhlah suami-suami kalian ber-suci dengan air, karena sesungguhnya aku malu kepada mereka, dan sesungguhnya Rasulullah radhiyallahu 'anhu selalu melakukannya". Imam At-Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini shahih". &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Apabila memilih salah satunya, maka (dengan) air itu lebih afdhal, karena air dapat mensucikan tempat (najis) dan menghilangkan materi dan bekas najis. Air itu lebih sempurna dalam membersihkan. Dan seandainya memilih bersuci dengan mengguna-kan batu, maka boleh dengan syarat menggunakan tiga batu yang dapat membersihkan tempat (najis). &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Jika tiga batu tidak cukup untuk (membersih-kan), maka ditambah satu atau dua lagi hingga tempat najis benar-benar bersih. Dan afdhalnya disudahi dengan hitungan ganjil, karena Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR" style="margin: 5pt 0.5in;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;&lt;img height="29" src="file:///C:/DOCUME%7E1/INTERN%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtmlclip1/01/clip_image049.gif" v:shapes="Picture657" width="110" /&gt;&lt;br /&gt;"Barangsiapa beristijmar hendaklah mengganjilkan".&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Dan tidak boleh beristijmar dengan tangan kanan, karena Salman berkata di dalam haditsnya: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR" style="margin: 5pt 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;"&lt;i&gt;Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah melarang siapa saja dari kami beristinja dengan tangan kanan".&lt;/i&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Dan beliau bersabda: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR" style="margin: 5pt 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;&lt;img height="31" src="file:///C:/DOCUME%7E1/INTERN%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtmlclip1/01/clip_image050.gif" v:shapes="Picture658" width="400" /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;i&gt; Jangan ada seorang di antara kamu memegang kemaluannya dengan tangan kanan di saat ia kencing, dan jangan pula mengusap (meng-lap) setelah buang air besar dengan tangan kanan".&lt;/i&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Jika tangannya patah atau sakit atau karena hal lain, maka boleh beristijmar dengan tangan kanan, karena terpaksa, dan tidak apa-apa. Jika bersuci dengan melakukan keduanya, istijmar dan istinja dengan air, maka yang demikian itu lebih afdhal dan lebih sempurna. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Ajaran Islam (Syari`at Islam) dibangun berlan-dasan kemudahan dan keringanan, maka dari itulah Allah memberikan keringanan bagi orang-orang yang mempunyai udzur di dalam peribadatan sesuai dengan udzurnya, sehingga mereka dapat beribadah kepada-Nya tanpa kesulitan. Allah &lt;i&gt;Ta'ala &lt;/i&gt;berfirman: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR" style="margin: 5pt 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;&amp;nbsp;"&lt;i&gt;Dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan". &lt;/i&gt;&lt;b&gt;(Al-Hajj: 78).&lt;/b&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Dan firmanNya: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR" style="margin: 5pt 0.5in;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;&amp;nbsp;"Allah menghendaki kemudahan bagimu dan Dia tidak menghendaki kesulitan bagimu". &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;(Al-Baqarah: 185).&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Dan firmanNya: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR" style="margin: 5pt 0.5in;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;&amp;nbsp;"Maka bertaqwalah kamu kepada Allah menu-rut kesanggupanmu". &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;(At-Taghabun:16).&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR" style="margin: 5pt 0.5in;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;&lt;img height="31" src="file:///C:/DOCUME%7E1/INTERN%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtmlclip1/01/clip_image051.gif" v:shapes="Picture659" width="204" /&gt;&lt;br /&gt;"Apabila aku perintah kalian dengan sesuatu, maka lakukanlah ia sesuai dengan kemampuan kalian".&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Dan beliau juga bersabda: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR" style="margin: 5pt 0.5in;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;&lt;img height="31" src="file:///C:/DOCUME%7E1/INTERN%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtmlclip1/01/clip_image052.gif" v:shapes="Picture660" width="80" /&gt;&lt;br /&gt;"Sesungguhnya agama itu mudah".&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Orang sakit, apabila ia tidak memungkinkan bersuci dengan menggunakan air, seperti berwudhu dari hadits kecil atau mandi dari hadats besar, karena lemah atau khawatir akan bertambah parah atau kesembuhannya akan tertunda, maka ia boleh ber-tayammum, yaitu menepukkan kedua telapak tangan ke tanah yang suci satu kali, lalu menyapu mukanya dengan telapak jari-jari dan kedua tangan dengan telapak tangannya; karena Allah berfirman: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR" style="margin: 5pt 0.5in;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;"Dan jika kamu junub maka mandilah, dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, lalu kalian tidak memperoleh air, maka bertayamumlah dengan tanah yang baik (bersih); sapulah mukamu dan tanganmu de-ngan tanah itu. &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;(Al-Ma`idah: 6).&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Orang yang tidak mampu menggunakan air kedudukannya (hukumnya) sama dengan kedudukan orang yang tidak memperoleh air, karena firman Allah &lt;i&gt;Ta'ala&lt;/i&gt;: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR" style="margin: 5pt 0.5in;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;&amp;nbsp;"Bertaqwalah kalian kepada Allah menurut ke-mampuan kalian". &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;(At-Taghabun: 16).&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Dan juga sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam kepada Ammar bin Yasir: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR" style="margin: 5pt 0.5in;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;&lt;img height="31" src="file:///C:/DOCUME%7E1/INTERN%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtmlclip1/01/clip_image053.gif" v:shapes="Picture661" width="192" /&gt;&lt;br /&gt;"Sesungguhnya cukup bagimu melakukan dengan kedua tanganmu seperti ini".&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam sam-bil menepukkan kedua tangannya ke tanah satu kali, lalu menyapukannya ke muka dan kedua telapak tangannya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Dan tidak boleh bertayamum kecuali dengan tanah bersih yang berdebu.&lt;br /&gt;Dan tayamum tidak sah kecuali dengan niat, karena Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR" style="margin: 5pt 0.5in;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;&lt;img height="31" src="file:///C:/DOCUME%7E1/INTERN%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtmlclip1/01/clip_image054.gif" v:shapes="Picture662" width="261" /&gt;&lt;br /&gt;"Sesungguhnya amal ibadah itu (tergantung) dengan niatnya, dan sesungguhnya setiap orang akan mendapat (pahala atau tidak) sesuai de-ngan niatnya".&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Ada beberapa kondisi orang sakit dalam hal bersuci: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;1.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt; Apabila sakitnya ringan dan tidak dikhawatir-kan akan bertambah parah jika menggunakan air, atau penyakitnya tidak mengkhawatirkan dan tidak memperlambat proses penyembuhannya, atau tidak menambah rasa sakit, atau penyakit yang serius seperti pusing, sakit gigi atau penyakit lainnya yang serupa; atau orang sakit itu masih dapat mengguna-kan air hangat dan tidak berbahaya karenanya, maka dalam kondisi seperti itu ia tidak boleh bertayamum. Sebab tayamum itu dibolehkan untuk menghindari bahaya, padahal dalam kondisi seperti ini tidak ada sesuatu yang membahayakan; dan karena ia juga memperoleh air. Dengan demikian, ia wajib meng-gunakan air. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;2. Jika ia mengidap penyakit yang dapat mem-bahayakan jiwanya, atau membahayakan salah satu anggota tubuhnya, atau penyakit yang mengkha-watirkan akan timbulnya penyakit lain yang dapat membahayakan jiwanya, atau membahayakan salah satu anggota tubuhnya atau mengkhawatirkan hilang-nya manfa`at, maka dalam kondisi seperti ini ia boleh bertayamum, karena Allah berfirman: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR" style="margin: 5pt 0.5in;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;&amp;nbsp;"Dan janganlah kamu membunuh dirimu, se-sungguhnya Allah Maha Penyayang kepadamu". &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;(An-Nisa': 29).&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;3. Jika ia mengidap penyakit yang membuatnya tidak dapat bergerak. Sementara, tidak ada orang&lt;i&gt; &lt;/i&gt;yang mengantarkan air kepadanya, maka boleh bagi-nya bertayamum. Kalau dia tidak dapat bertayamum, maka ditayamumkan oleh orang lain. Dan jika tubuh, pakaian atau tempat tidurnya terkena najis, sementara ia tidak mampu menghilangkan atau bersuci darinya, maka ia diperbolehkan melakukan shalat dalam keadaan seperti itu. Sebagaimana firman Allah &lt;i&gt;Ta'ala&lt;/i&gt;: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR" style="margin: 5pt 0.5in;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;&amp;nbsp;"Maka bertaqwalah kalian kepada Allah menu-rut kemampuan kalian".&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Dan tidak boleh baginya menunda waktu shalat dalam keadaan bagaimanapun atau disebabkan keti-dakmampuannya bersuci atau menghilangkan najis. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;4.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt; Bagi orang yang luka parah, berbisul, patah tulang atau penyakit apa saja yang dapat mem-bahayakan dirinya bila menggunakan air, lalu junub, maka boleh bertayamum, karena dalil-dalil di atas; akan tetapi jika ia memungkinkan untuk mencuci bagian yang sehat dari tubuhnya, maka mencuci yang demikian itu wajib dan bagian yang lain disucikan dengan tayamum. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;5.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt; Apabila si sakit berada di suatu tempat yang tidak ada air dan tanah dan tidak ada orang yang mendatangkan kepadanya, maka harus shalat (tanpa wudhu atau tayamum), dan tidak ada alasan baginya untuk menunda waktu shalat, karena firman Allah Subhanahu wa Ta'ala: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR" style="margin: 5pt 0.5in;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;&amp;nbsp;"Maka bertaqwalah kalian kepada Allah menurut kemampuan kalian".&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;6.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt; Bagi orang yang menderita penyakit beser (kencing terus menerus) atau pendarahan yang terus-menerus atau selalu buang angin, sedangkan pengobatan tidak pernah menyembuhkannya, maka ia wajib berwudhu pada setiap kali shalat sesudah masuk waktu, dan mencuci bagian tubuh atau pakaian yang terkena kotorannya, atau memakai pakaian bersih pada setiap kali shalat, jika hal itu memungkinkan; sebab Allah telah berfirman: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;&amp;nbsp;"&lt;i&gt;Dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan. &lt;/i&gt;&lt;b&gt;(Al-Haj: 78).&lt;/b&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Dan firmanNya: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;&amp;nbsp;"Allah menghendaki kemudahan bagi kalian dan tidak menghendaki kesulitan bagi kalian". &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;(Al-Baqarah: 185).&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Dan sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam:&lt;i&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR" style="margin: 5pt 0.5in;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;"Apabila aku perintah kalian melakukan suatu perkara, maka lakukanlah ia menurut kemam-puan kalian".&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Dan hendaklah ia mengambil sikap hati-hati untuk mencegah tersebarnya air seni atau darah ke pakaian, tubuh atau tempat shalatnya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Dan diperbolehkan baginya sesudah shalat hingga habis waktunya untuk melakukan shalat sunnat apa saja atau membaca Al-Qur`an. Lalu apabila waktu telah habis, wajib berwudhu' lagi atau ber-tayamum jika tidak dapat berwudhu', karena Rasulullah&lt;i&gt; shallallahu 'alaihi wasallam &lt;/i&gt;menyuruh wanita yang menderita istihadhah (keluar darah terus menerus dari rahim-nya selain darah haid) agar berwudhu' pada setiap kali akan shalat wajib. Adapun air seni atau darah yang keluar pada waktu itu tidak apa-apa asalkan ia berwudhu' sesudah masuk waktu (shalat). &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Jika pada anggota tubuh ada yang masih dibalut (pada anggota wudhu atau tubuh) maka cukup mengusap di atas pembalut tersebut pada saat berwudhu' atau mandi dan mencuci bagian anggota yang lainnya. Namun jika mengusap pembalut atau mencuci anggota yang dibalut itu membahayakan, maka cukup bertayamum pada tempat itu dan bagian yang tersisa dari anggota yang berbahaya bila dicuci. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Tayamum batal dengan setiap hal yang mem-batalkan wudhu'&amp;nbsp; atau karena adanya kemampuan untuk menggunakan air atau karena adanya air, jika sebelumnya tidak ada air. &lt;i&gt;Wallahu a`lam.&lt;/i&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: #cc0066; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;TATA CARA SHALAT ORANG SAKIT:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; &lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Para ulama sepakat bahwa barangsiapa yang tidak mampu melakukan shalat dengan berdiri hen-daknya shalat sambil duduk, dan jika tidak mampu dengan duduk, maka shalat sambil berbaring dengan posisi tubuh miring dan menghadapkan muka ke kiblat. Disunnatkan miring dengan posisi tubuh miring di atas tubuh bagian kanan. Dan jika tidak mampu melaksanakan shalat dengan berbaring mi-ring, maka ia boleh shalat dengan berbaring telen-tang, sebagaimana sabda Nabi shallallahu 'alaihi wasallam kepada `Imran bin Hushain: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR" style="margin: 5pt 0.5in;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;&lt;img height="30" src="file:///C:/DOCUME%7E1/INTERN%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtmlclip1/01/clip_image055.gif" v:shapes="Picture663" width="336" /&gt;&lt;br /&gt;"Shalatlah kamu sambil berdiri, dan jika kamu tidak mampu, maka sambil duduk, dan jika tidak mampu, maka dengan berbaring". &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;(HR. Bukhari).&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Dan Imam An-Nasa'i menambahkan: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR" style="margin: 5pt 0.5in;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;&lt;img height="30" src="file:///C:/DOCUME%7E1/INTERN%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtmlclip1/01/clip_image056.gif" v:shapes="Picture664" width="132" /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;"... lalu jika tidak mampu, maka sambil telentang".&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Dan barangsiapa mampu berdiri, akan tetapi tidak mampu ruku` atau sujud, maka kewajiban berdiri tidak gugur darinya. Ia harus shalat sambil berdiri, lalu ruku' dengan isyarat (menundukkan kepala), kemudian duduk dan sujud dengan berisya-rat; karena firman Allah Subhanahu wa Ta'ala: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR" style="margin: 5pt 0.5in;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;&amp;nbsp;"...Dan berdirilah karena Allah (dalam shalat-mu) dengan khusyu'.`".&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt; &lt;b&gt;(Al-Baqarah: 238). &lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Dan sabda Nabi shallallahu 'alaihi wasallam: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR" style="margin: 5pt 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;&amp;nbsp;"&lt;i&gt;Shalatlah kamu sambil berdiri".&lt;/i&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Dan juga firman Allah Subhanahu wa Ta'ala: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR" style="margin: 5pt 0.5in;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;&amp;nbsp;"Maka bertaqwalah kamu kepada Allah menu-rut kesanggupanmu". &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;(At-Taghabun: 16).&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Dan jika pada matanya terdapat penyakit, se-mentara para ahli kedokteran yang terpercaya menga-takan: "Jika kamu shalat bertelentang lebih memu-dahkan pengobatanmu", maka boleh shalat telentang. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Barangsiapa tidak mampu ruku` dan sujud, maka cukup berisyarat dengan menundukkan kepala pada saat ruku' dan sujud, dan hendaknya ketika sujud lebih rendah daripada ruku`. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Dan jika hanya tidak mampu sujud saja, maka ruku` (seperti lazimnya) dan sujud dengan berisyarat. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Jika ia tidak dapat membungkukkan pung-gungnya, maka ia membungkukkan lehernya; dan jika punggungnya memang bungkuk sehingga seolah-olah ia sedang ruku`, maka apabila hendak ruku`, ia lebih membungkukkan lagi sedikit, dan di waktu sujud ia lebih membungkukkan lagi semam-punya hingga mukanya lebih mendekati tanah se-mampunya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Dan barangsiapa tidak mampu berisyarat de-ngan kepala, maka dengan niat dan bacaan saja, dan kewajiban shalat tetap tidak gugur darinya dalam keadaan bagaimanapun selagi ia masih sadar (ber-akal), karena dalil-dalil tersebut di atas. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Dan apabila ditengah-tengah shalat si penderita mampu melakukan apa yang tidak mampu ia lakukan sebelumnya, seperti berdiri, ruku`, sujud atau ber-isyarat dengan kepala, maka ia berpindah kepadanya (melakukan apa yang ia mampu) dengan meneruskan shalat tersebut. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Dan apabila si sakit tertidur atau lupa melaku-kan shalat atau karena lainnya, ia wajib menunaikan-nya di saat ia bangun atau di saat ia ingat, dan tidak boleh menundanya kepada waktu berikutnya. Seba-gaimana sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR" style="margin: 5pt 0.5in;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;"Barangsiapa tertidur atau lupa melakukan shalat, maka hendaknya ia menunaikannya pada saat ia ingat, tidak ada tebusan lain baginya kecuali hanya itu".&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt; Lalu beliau mem-baca firman Allah: &lt;i&gt;"dan dirikanlah shalat untuk mengingatKu". &lt;/i&gt;&lt;b&gt;(Thaha: 14).&lt;/b&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Tidak boleh meninggalkan shalat dalam keada-an bagaimanapun; bahkan setiap &lt;i&gt;mukallaf &lt;/i&gt;wajib bersungguh-sungguh untuk menunaikan shalat pada hari-hari sakitnya melebihi hari-hari ketika ia sehat. Jadi, tidak boleh baginya meninggalkan shalat wajib hingga lewat waktunya, sekalipun ia sakit selagi ia masih sadar (kesadarannya utuh). Ia wajib menunai-kan shalat tersebut menurut kemampuannya. Dan apabila ia meninggalkannya dengan sengaja, sedang-kan ia sadar (masih berakal) lagi &lt;i&gt;mukallaf&lt;/i&gt; serta mampu melakukannya, walaupun hanya dengan isyarat, maka dia adalah orang yang berbuat dosa. Bahkan ada sebagian dari para &lt;i&gt;Ahlul `ilm&lt;/i&gt; (ulama) yang mengkafirkannya berdasarkan sabda Nabi shallallahu 'alaihi wasallam: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR" style="margin: 5pt 0.5in;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;&lt;img height="30" src="file:///C:/DOCUME%7E1/INTERN%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtmlclip1/01/clip_image057.gif" v:shapes="Picture665" width="298" /&gt;&lt;br /&gt;"Perjanjian antara kita dengan mereka (orang munafiq) adalah shalat, barangsiapa meninggalkannya maka kafirlah ia".&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Dan sabdanya: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR" style="margin: 5pt 0.5in;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;"Pokok segala perkara adalah Al-Islam, tiangnya Islam adalah shalat dan puncak Islam adalah jihad di jalan Allah"&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Begitu pula sabda beliau shallallahu 'alaihi wasallam: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR" style="margin: 5pt 0.5in;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;"(Pembatas) antara seorang muslim dengan kemusyrikan dan kekufuran adalah meninggalkan shalat" &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;(HR. Muslim di dalam Shahih-nya). &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Dan pendapat ini yang lebih shahih, sebagai-mana yang dijelaskan di dalam ayat-ayat Al-Qur'an tentang shalat dan hadits-hadits tersebut. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Dan jika ia kesulitan untuk melakukan shalat pada waktunya, maka boleh menjama' antara shalat Zhuhur dengan shalat Ashar dan shalat Maghrib dengan shalat Isya', baik jama' taqdim maupun jama' ta'khir, sesuai kemampuannya. Dan jika ia mau boleh memajukan shalat Asharnya digabung dengan shalat Zhuhur atau mengakhirkan Zhuhur bersama Ashar di waktu Ashar. Atau jika ia menghendaki, boleh mema-jukan Isya' bersama Maghrib atau mengakhirkan Maghrib bersama Isya'. Adapun shalat Subuh, (tetap dilakukan seperti biasa) tidak bisa dijama' dengan shalat sebelum atau sesudahnya, karena waktunya terpisah dari shalat sebelum dan sesudahnya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Inilah hal-hal yang berhubungan dengan orang sakit dalam bersuci dan melakukan shalat. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Aku memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala. semoga menyembuhkan orang-orang sakit dari kaum muslim dan menghapus dosa-dosa mereka, dan mengaruniakan ma`af dan afiat kepada kita semua di dunia dan akhirat. Sesungguhnya Dia Maha Pemurah lagi Maha Mulia. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" dir="LTR" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Mufti Umum Kerajaan Saudi Arabia,&lt;br /&gt;Pimpinan Dewan Tokoh-tokoh Ulama dan Kajian Ilmiyah dan Fatwa,&lt;br /&gt;Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" dir="LTR" style="direction: ltr; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: blue; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Harap Cantumkan Dicopy dari :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" dir="LTR" style="direction: ltr; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" dir="LTR" style="direction: ltr; text-align: center; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: #333366; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Website “Yayasan Al-Sofwa”&lt;br /&gt;Jl. Raya Lenteng Agung Barat, No.35 Jagakarsa, Jakarta - Selatan (12610)&lt;br /&gt;Telpon: (021)-788363-27 , Fax:(021)-788363-26 &lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;a href="http://www.alsofwah.or.id/"&gt;www.alsofwah.or.id&lt;/a&gt;&amp;nbsp; ; E-mail: &lt;/span&gt;&lt;a href="mailto:info@alsofwah.or.id"&gt;&lt;span style="color: #333366; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;info@alsofwah.or.id&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" dir="LTR" style="direction: ltr; text-align: center; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyText" dir="RTL"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="LTR" style="color: red;"&gt;Dilarang Keras Memperbanyak Buku ini untuk diperjual belikan !!!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" dir="LTR" style="direction: ltr; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/723494244482934199-8795563161580114623?l=bajankbrilliant.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bajankbrilliant.blogspot.com/feeds/8795563161580114623/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bajankbrilliant.blogspot.com/2011/01/tiga-masalah-penting-tentang-solat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/723494244482934199/posts/default/8795563161580114623'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/723494244482934199/posts/default/8795563161580114623'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bajankbrilliant.blogspot.com/2011/01/tiga-masalah-penting-tentang-solat.html' title='TIGA MASALAH PENTING TENTANG SOLAT'/><author><name>Jamaludin Tohir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15137828952366334717</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_EjSgRuGN76o/TRC1dsuepbI/AAAAAAAAAAQ/KzHhz0ntZ_w/S220/CGHDHDF.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_EjSgRuGN76o/TSrdUg_utsI/AAAAAAAAAIU/HJkwgqrO3pI/s72-c/EWRWE.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-723494244482934199.post-434797601292168018</id><published>2011-01-07T23:37:00.000-08:00</published><updated>2011-02-11T03:13:07.115-08:00</updated><title type='text'>REMAJA MUSLIM, VALENTINE'S DAY DAN PERLAWANAN BUDAYA</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_EjSgRuGN76o/TSgURStEYFI/AAAAAAAAAIQ/1ZO1pQ0YaDY/s1600/bnmhgkh.jpeg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="131" src="http://2.bp.blogspot.com/_EjSgRuGN76o/TSgURStEYFI/AAAAAAAAAIQ/1ZO1pQ0YaDY/s200/bnmhgkh.jpeg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5C16%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml" rel="File-List"&gt;&lt;/link&gt;&lt;o:smarttagtype name="City" namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype name="place" namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype name="country-region" namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5C16%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx" rel="themeData"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5C16%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml" rel="colorSchemeMapping"&gt;&lt;/link&gt;    &lt;m:smallfrac m:val="off"&gt;    &lt;m:dispdef&gt;    &lt;m:lmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:rmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:defjc m:val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent m:val="1440"&gt;    &lt;m:intlim m:val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim m:val="undOvr"&gt;   &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt; &lt;/m:wrapindent&gt;&lt;style&gt;&lt;!-- /* Font Definitions */ @font-face	{font-family:"Cambria Math";	panose-1:0 0 0 0 0 0 0 0 0 0;	mso-font-charset:1;	mso-generic-font-family:roman;	mso-font-format:other;	mso-font-pitch:variable;	mso-font-signature:0 0 0 0 0 0;}@font-face	{font-family:Calibri;	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4;	mso-font-charset:0;	mso-generic-font-family:swiss;	mso-font-pitch:variable;	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;}@font-face	{font-family:"Traditional Arabic";	panose-1:2 1 0 0 0 0 0 0 0 0;	mso-font-charset:178;	mso-generic-font-family:auto;	mso-font-pitch:variable;	mso-font-signature:24577 0 0 0 64 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal	{mso-style-unhide:no;	mso-style-qformat:yes;	mso-style-parent:"";	margin-top:0in;	margin-right:0in;	margin-bottom:10.0pt;	margin-left:0in;	line-height:115%;	mso-pagination:widow-orphan;	font-size:11.0pt;	font-family:"Calibri","sans-serif";	mso-ascii-font-family:Calibri;	mso-ascii-theme-font:minor-latin;	mso-fareast-font-family:Calibri;	mso-fareast-theme-font:minor-latin;	mso-hansi-font-family:Calibri;	mso-hansi-theme-font:minor-latin;	mso-bidi-font-family:Arial;	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}span.nomorChar	{mso-style-name:"nomor Char";	mso-style-unhide:no;	mso-style-locked:yes;	mso-style-link:nomor;	mso-bidi-font-size:14.0pt;	font-family:"Arial","sans-serif";	mso-ascii-font-family:Arial;	mso-hansi-font-family:Arial;	mso-bidi-font-family:"Traditional Arabic";	mso-bidi-font-weight:bold;}p.nomor, li.nomor, div.nomor	{mso-style-name:nomor;	mso-style-unhide:no;	mso-style-link:"nomor Char";	margin-top:6.0pt;	margin-right:0in;	margin-bottom:6.0pt;	margin-left:0in;	text-align:justify;	mso-pagination:widow-orphan;	tab-stops:19.85pt 39.7pt 59.55pt;	font-size:11.0pt;	mso-bidi-font-size:14.0pt;	font-family:"Arial","sans-serif";	mso-fareast-font-family:Calibri;	mso-fareast-theme-font:minor-latin;	mso-bidi-font-family:"Traditional Arabic";	mso-bidi-font-weight:bold;}p.subjudul, li.subjudul, div.subjudul	{mso-style-name:subjudul;	mso-style-unhide:no;	mso-style-parent:nomor;	margin-top:.25in;	margin-right:0in;	margin-bottom:12.0pt;	margin-left:0in;	mso-pagination:widow-orphan;	tab-stops:19.85pt 39.7pt 59.55pt;	font-size:12.0pt;	mso-bidi-font-size:14.0pt;	font-family:"Arial","sans-serif";	mso-fareast-font-family:Calibri;	mso-fareast-theme-font:minor-latin;	mso-bidi-font-family:"Traditional Arabic";	color:#993300;	font-weight:bold;}.MsoChpDefault	{mso-style-type:export-only;	mso-default-props:yes;	mso-ascii-font-family:Calibri;	mso-ascii-theme-font:minor-latin;	mso-fareast-font-family:Calibri;	mso-fareast-theme-font:minor-latin;	mso-hansi-font-family:Calibri;	mso-hansi-theme-font:minor-latin;	mso-bidi-font-family:Arial;	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}.MsoPapDefault	{mso-style-type:export-only;	margin-bottom:10.0pt;	line-height:115%;}@page Section1	{size:8.5in 11.0in;	margin:1.0in 1.0in 1.0in 1.0in;	mso-header-margin:35.4pt;	mso-footer-margin:35.4pt;	mso-paper-source:0;}div.Section1	{page:Section1;}--&gt;&lt;/style&gt;    &lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="nomor"&gt;Setiap tanggal 14 Pebruari ada hiruk pikuk remaja dunia. Mereka punya hajat besar dengan merayakan sebuah hari yang dikenal dengan Valentine’s Day (Hari Valentine). Hiruk pikuk itu kini tidak lagi menjadi milik bangsa ataupun pemeluk agama tertentu namun telah menjadi gawe semua lapisan remaja dimanapun dan dengan agama apapun. Tak peduli itu di kalangan Kristen Barat, Hindu India ataupun muslim &lt;st1:place w:st="on"&gt;&lt;st1:country-region w:st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt;. Valentine’s Day menjadi milik bersama dan setiap orang seakan wajib untuk merayakannya.&lt;/div&gt;&lt;div class="nomor"&gt;&lt;st1:place w:st="on"&gt;&lt;st1:city w:st="on"&gt;Ada&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; pertanyaan yang patut kita kemukakan. Apa sebenarnya Valentine’s Day itu? Apakah esensinya? Dan bolehkan remaja muslim ikut berkecimpung merayakannya? Apakah perayaan itu bagian dari kultur dan peradaban Islam sehingga kita harus ikut menyemarakkannya?&lt;/div&gt;&lt;div class="nomor"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="nomor"&gt;&lt;b&gt;Backgound Historis Valentine’s Day&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="nomor"&gt;&lt;st1:place w:st="on"&gt;&lt;st1:city w:st="on"&gt;Ada&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; berbagai versi tentang asal muasal Valentin’s Day ini. Beberapa ahli mengatakan bahwa ia berasal dari seorang yang bernama Saint (Santo) Valentine seorang suci kalangan Kristen yang menjadi martir karena menolak untuk meninggalkan agama Kristiani. Dia meninggal pada tanggal 14 Pebruari 269 M., di hari yang sama saat dia menyerahkan ucapan cinta. Dalam legenda yang lain disebutkan bahwa Saint Valentine meninggalkan satu catatan selamat tinggal pada seorang gadis anak sipir penjara yang menjadi temannya. Dalam catatan itu dia menuliskan tanda tangan yang berbunyi “From Your Valentine” ada pula yang menyebutkan bahwa bunyi pesan akhir itu adalah ; Love From Your Valentine”.&lt;/div&gt;&lt;div class="nomor"&gt;Cerita lain menyebutkan bahwa Valentine mengabdikan dirinya sebagai pendeta pada masa pemerintahan Kaisar Claudius. Claudius kemudian memenjarakannya karena dia menentang Kaisar. Penentangan ini bermula pada saat Kaisar berambisi untuk membentuk tentara dalam jumlah yang besar. Dia berharap kaum lelaki untuk secara suka rela bergabung menjadi tentara. Namun banyak yang tidak mau untuk terjun ke &lt;st1:place w:st="on"&gt;&lt;st1:city w:st="on"&gt;medan&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; perang. Mereka tidak mau meninggalkan sanak familinya. Peristiwa ini membuat kaisar naik pitam. Lalu apa yang terjadi? Dia kemudian menggagas ide “gila”. Dia berpikiran bahwa jika laki-laki tidak kawin, maka mereka dengan tidak segan-segan akan bergabung menjadi tentara. Makanya, dia memutuskan untuk tidak mengijinkan laki-laki kawin.&lt;/div&gt;&lt;div class="nomor"&gt;Kalangan remaja menganggap bahwa ini adalah hukum biadab. Valentine juga tidak mendukung ide gila ini. Sebagai seorang pendeta dia bertugas menikahkan lelaki dan perempuan. Bahkan setelah pemberlakuan hukum oleh kaisar, dia tetap melakukan tugasnya ini dengan cara rahasia dan ini sungguh sangat mengasyikkan. Bayangkan, dalam sebuah kamar hanya ada sinar lilin dan ada pengantin putra dan putri serta Valentine sendiri.Peristiwa perkawinan diam-diam inilah yang menyeret dirinya ke dalam penjara dan akhirnya dijatuhi hukuman mati.&lt;/div&gt;&lt;div class="nomor"&gt;Walaupun demikian dia selalu bersikap ceria sehingga membuat beberapa orang datang menemuinya di dalam penjara. Mereka menaburkan bunga dan catatan-catatan kecil di jendela penjara. Mereka ingin dia tahu bahwa mereka juga percaya tentang cinta dirinya. Salah satu pengunjung tersebut adalah seorang gadis anak sipir penjara. Dia mengobrol dengannya berjam-jam. Di saat menjelang kematiannya dia menuliskan catatan kecil “Love from your Valentine."&lt;/div&gt;&lt;div class="nomor"&gt;Dan pada tahun 496 Paus Gelasius menseting 14 Pebruari sebagai tanggal penghormatan buat Saint Valentine. Akhirnya secara gradual 14 Pebruari menjadi tanggal saling tukar menukar pesan kasih dan Saint Valentine menjadi patron dari para penabur kasih. Tanggal ini ditandai dengan saling mengirim puisi dan hadiah seperti bunga dan gula-gula. Bahkan sering pula ditandai dengan adanya kumpul-kumpul atau pesta dansa.&lt;/div&gt;&lt;div class="nomor"&gt;Dari paparan di atas kita tahu bahwa kisah cinta Valentine ini merupakan kisah cinta milik kalangan Kristen dan sama sekali tidak memiliki benang merah budaya dan peradaban dengan Islam. Namun kenapa remaja-remaja muslim ikut larut dan merayakannya?&lt;/div&gt;&lt;div class="nomor"&gt;&lt;st1:place w:st="on"&gt;&lt;st1:city w:st="on"&gt;Ada&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; beberapa jawaban yang bisa kita berikan terhadap pertanyaan tersebut :&lt;/div&gt;&lt;div class="nomor"&gt;&lt;i&gt;Pertama&lt;/i&gt;, remaja muslim kita tidak tahu latar belakang sejarah Valentine’s Day sehingga mereka tidak merasa risih untuk mengikutinya. Dengan kata lain, remaja muslim banyak yang memiliki kesadaran sejarah yang rendah.&lt;/div&gt;&lt;div class="nomor"&gt;&lt;i&gt;Kedua&lt;/i&gt;, adanya anggapan bahwa Valentine’s Day sama sekali tidak memiliki muatan agama dan hanya bersifat budaya global yang mau tidak mau harus diserap oleh siapa saja yang kini hidup di –untuk meminjam McLuhan—global village.&lt;/div&gt;&lt;div class="nomor"&gt;&lt;i&gt;Ketiga&lt;/i&gt;, keroposnya benteng pertahanan relijius remaja kita sehingga tidak mampu lagi menyaring budaya dan peradaban yang seharusnya mereka “lawan” dengan keras.&lt;/div&gt;&lt;div class="nomor"&gt;&lt;i&gt;Keempat&lt;/i&gt;, adanya perasaan loss of identity kalangan remaja muslim sehingga mereka mencari identitas lain sebagai pemuas keinginan mendapat identitas global.&lt;/div&gt;&lt;div class="nomor"&gt;&lt;i&gt;Kelima,&lt;/i&gt; hanya mengikuti trend yang sedang berkembang agar tidak disebut ketinggalan zaman.&lt;/div&gt;&lt;div class="nomor"&gt;&lt;i&gt;Keenam&lt;/i&gt;, adanya pergaulan bebas yang kian tak terbendung dan terjadinya de-sakralisasi seks yang semakin ganas.&lt;/div&gt;&lt;div class="nomor"&gt;Mungkin masih ada deretan jawaban lain yang bisa diberikan terhadapa pertanyaan di atas.&lt;/div&gt;&lt;div class="nomor"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="nomor"&gt;&lt;b&gt;Islam, Cinta dan Valentine’s Day&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="nomor"&gt;Bisa kita lihat pada bahasan di atas bahwa Valentine Day merupakan peringatan “cinta kasih” yang diformalkan untuk mengenang sebuah peristiwa kematian seorang pendeta yang mati dalam sebuah penjara. Yang kemudian diabadikan oleh gereja lewat tangan Paus Gelasius. Maka merupakan sebuah kurang cerdas jika kaum muslim—dan secara khusus kalangan remajanya—ikut melestarikan budaya yang sama sekali tidak memiliki ikatan historis, emosioal dan religius dengan mereka. Keikut sertaan remaja muslim dalam “huru-hura” ini merupakan refleksi kekalahan mereka dalam sebuah pertarungan mempertahankan identitas dirinya.&lt;/div&gt;&lt;div class="nomor"&gt;Mungkin ada sebagian remaja yang akan bertanya: Kenapa memperingati sebuah tragedi cinta itu tidak boleh dilakukan? Apakah Islam melarang cinta kasih? Bukankah Islam menganjurkan pemeluknya kasih pada sesama?&lt;/div&gt;&lt;div class="nomor"&gt;Tak ada yang menyangkal bahwa Islam tidak melarang cinta kasih. Islam sendiri adalah agama kasih dan menjunjung cinta pada sesama. Dalam Islam cinta demikian dihargai dan menempati posisi sangat terhormat, kudus dan sakral. Islam sama sekali tidak phobi terhadap cinta. Islam mengakui fenomena cinta yang tersembunyi dalam jiwa manusia. Namun demikian Islam tidak menjadikan cinta sebagai komoditas yang rendah dan murahan. Cinta yang merupakan perasaan jiwa dan gejolak hati yang mendorong seseorang untuk mencintai kekasihanya dengan penuh gairah, lembut dan kasih sayang dalam Islam dibagi menjadi tiga tingkatan yang kita tangkap dari ayat Al-Quran: Katakanlah: Jika bapak-bapakmu, anak-anakmu, saudara-saudaramu, isteri-isterimu, kerabat-kerabatmu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatirkan kerusakannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu senangi lebih kau cintai daripada Allah dan Rasul-Nya serta jihad di jalan-Nya, maka tunggulah hingga Allah mendatangkan keputusan-Nya. Dan Allah tidak memberikan petunjuk kepada orang-orang yang fasik (At-Taubah: 24)&lt;/div&gt;&lt;div class="nomor"&gt;Dalam ayat ini menjadi jelas kepada kita semua bahwa cinta tingkat pertama adalah cinta kepada Allah, Rasul-Nya dan jihad di jalan-Nya yang kemudian disebut dengan cinta hakiki, kemudian cinta tingkat kedua adalah cinta kepada orang tua, isteri, kerabat, dan seterusnya. Sedangkan cinta tingkat ketiga adalah cinta yang mengedepankan cinta harta, keluarga dan anak isteri melebih cinta pada Allah, Rasul dan jihad di jalan Allah.&lt;/div&gt;&lt;div class="nomor"&gt;Cinta hakiki akan melahirkan pelita. Cinta hakiki yang dilahirkan iman akan senantiasa memberikan kenikmatan-kenikmatan nurani. Cinta hakiki akan melahirkan jiwa rela berkorban dan mampu menundukkan hawa nafsu dan syahwat birahi. Cinta akan menjadi berbinar tatkala orang yang memilikinya mampu menaklukkan segala gejolak dunia. Cinta Ilahi akan menuntun manusia untuk hidup berarti dan setelah itu mati—untuk meminjam kata Khairil Anwar.&lt;/div&gt;&lt;div class="nomor"&gt;Islam memandang cinta kasih itu sebagai rahmat. Maka seorang mukmin tidak dianggap beriman sebelum dia berhasil mencintai saudaranya laksana dia mencinta dirinya sendiri (HR. Muslim), perumpamaan kasih sayang dan kelembutan seorang mukmin adalah laksana kesatuan tubuh; jika salah satu anggota tubuh terasa sakit, maka akan merasakan pula tubuh yang lainnya : tidak bisa tidur dan demam (Bukhari Muslim). Seorang mukmin memiliki ikatan keimanan sehingga mereka menjadi laksana saudara (Al-Hujarat: 13), dan cinta yang meluap sering kali menjadikan seorang mukmin lebih mendahulukan saudaranya daripada dirinya sendiri, sekalipun mereka berada dalam kesusahan (Al-Hasyr : 9 ).&lt;/div&gt;&lt;div class="nomor"&gt;Di mata Islam mencinta dan dicinta itu adalah “risalah” suci yang harus ditumbuhsuburkan dalam dada setiap pemeluknya. Makanya Islam menghalalkan perkawinan dan bahkan pada tingkat mewajibkan bagi mereka yang mampu. Islam tidak menganut “selibasi” yang mengibiri fitrah manusia seperti yang terjadi dalam ajaran Kristen dan Hindu, serta Budha yang menganut sistem sosial yang dikenal dengan kependetaan. Sebab memang tidak ada rahbaniyah dalam Islam.&lt;/div&gt;&lt;div class="nomor"&gt;Valentine Day yang merupakan ungkapan kasih selain “hamil” nilai-nilai relijus yang bukan bagian dari agama kita juga saat ini dirayakan dengan menonjolkan aksi-aksi permisif. Dengan lampu remang, dan lilin-lilin temaram. Peniruan pada perilaku agama lain dan sekaligus melegalkan pergaulan bebas inilah yang tidak dibenarkan dalam pandangan Islam.&lt;/div&gt;&lt;div class="nomor"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="nomor"&gt;&lt;b&gt;Islam dan Perlawanan Budaya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="nomor"&gt;Sebagai agama pamungkas Islam dengan tegas memposisikan diri sebagai agama yang diridhai Allah dan siapa saja yang ingin mencari agama selain Islam maka agamanya tidak akan diterima (Lihat: Ali Imran ayat 19 dan 185). Dan sebagai agama terakhir Islam telah melakukan beberapa pembenaran dari berbagai penyelewengan yang terjadi dalam agama Kristen dan agama Yahudi. Islam mengharuskan pemeluknya untuk membentengi diri dari semua budaya yang datang dari kalangan Yahudi dan Kristen. Kaum muslimin harus memiliki budaya dan identitasnya sendiri yang bersumber pada norma dan ajaran agamanya.&lt;/div&gt;&lt;div class="nomor"&gt;Setelah kita mengetahui bahwa Valentine’s Day sama sekali tidak memiliki kaitan sejarah dengan Islam, maka menjadi tugas semua remaja Islam untuk menghindari dan tidak ikut serta dalam sebuah budaya yang tidak bersumber dari ajarannya. Valentine’s Day bukanlah simbol dan identitas remaja muslim karena ia merupakan hari raya kalangan remaja Kristen. Dan kita persilahkan saudara-saudara kita dari remaja kalangan Kristen untuk merayakannya sesuai dengan keyakinan mereka.&lt;/div&gt;&lt;div class="nomor"&gt;&lt;st1:place w:st="on"&gt;&lt;st1:city w:st="on"&gt;Ada&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; satu hadits yang sangat terkenal yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Umar bahwa Rasulullah bersabda: Barang siapa yang menyerupai sebuah kaum maka dia menjadi bagian dari mereka (Abu Daud). Hadits ini mengisyaratkan bahwa meniru-niru budaya-reliji orang lain yang tidak sesuai dengan tradisi Islam memiliki resiko yang demikian tinggi sehingga orang tersebut akan dianggap sebagai bagian dari orang yang ditiru.&lt;/div&gt;&lt;div class="nomor"&gt;Sebagaimana juga firman Allah, Barang siapa diantara kamu menjadikan mereka sebagai pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golonga mereka (Al-Maidah: 51). Sabda Rasulullah, "Kau akan bersama-sama dengan orang yang siapa yang kau cintai" (Bukhari Muslim).&lt;/div&gt;&lt;div class="nomor"&gt;Banyak contoh yang bisa kita kemukakan dari kontra-kultural yang dilakukan Rasulullah untuk mengokohkan identitas umatnya. Saat Rasulullah datang ke Madinah dia melihat penduduk Madinah bersuka ria dalam dua hari. Kemudian Rasulullah bertanya: Hari apa dua hari itu? Pada sahabat menjawab: Dua hari tadi adalah hari dimana kami bermain-main dan bersuka cita di masa jahiliyah! Maka bersabdalah Rasulullah: Sesungguhnya Allah telah mengganti dua hari itu dengan dua hari yang lebih baik bagi kalian: Iedul Adha dan Iedul Fithri. (HR. Abu Daud) Rasulullah misalnya melarang umatnya makan dengan tangan kiri karena cara itu adalah cara makan syetan. (HR. Muslim)&lt;/div&gt;&lt;div class="nomor"&gt;Larangan Rasulullah untuk kembali memperingati 2 hari dimana orang-orang Madinah biasa bermain di zaman jahiliyah merupakan perlawanan budaya terhadap budaya jahilyah dan digantikan dengan budaya-reliji baru. Sedangkan pelarangannya agar tidak makan dengan tangan kiri juga merupakan perang etika Islam dengan etika syetan.&lt;/div&gt;&lt;div class="nomor"&gt;Allah tidak menghendaki kaum muslimin menjadi “buntut” budaya lain yang berbenturan nilai-nilainya dengan Islam. Peringatan Allah pada ayat di atas membersitkan pencerahan pada kita semua bahwa Islam dengan ajarannya yang universal harus dijajakan dengan rajin pada dunia mengenal Islam dengan cara yang benar dan agar Islam menjadi “imam” peradaban dunia kembali. Sebab kehancuran peradaban Islam telah menimbulkan kerugian demikian besar pada tatanan normal manusia yang terkikis secara moral dan ambruk secara etika.&lt;/div&gt;&lt;div class="nomor"&gt;Kemunduran peradaban Islam telah menjebak dunia pada arus kegelapan akhlak dan moralitas. Kehancuran peradaban Islam ini oleh Hasan Ali An-Nadawi dianggap sebagai malapetaka terbesar dalam perjalanan peradaban manusia. Dia berkata, “Kalaulah dunia ini mengetahui akan hakikat malapetaka ini, berapa besar kerugian dunia dan kehilangannya dengan kejadian ini, pastilah dunia hingga saat ini akan menjadikan kemunduran kaum muslimin sebagai hari berkabung yang penuh sesal, tangis dan ratapan. Setiap bangsa di dunia ini akan mengirimkan tanda berduka cita...&lt;/div&gt;&lt;div class="nomor"&gt;Apa yang menimpa remaja muslim saat ini tak lebih dari dampak keruntuhan peradaban Islam yang sejak lama berlangsung. Remaja muslim masa kini yang “buta” terhadap peradabannya sendiri diakibatkan munculnya serangan budaya yang gencar menusuk jantung pertahanan budaya kaum muslimin. Kemampuan mereka untuk bertahan dengan ideal-ideal Islam yang rapuh menjadikan mereka terseret arus besar peradaban dunia yang serba permisif, hedonis dan materialistik. Lumpuhnya pertahanan mereka terhadap gencarnya serangan budaya lain yang terus menggelombung menjadikan mereka harus takluk dan menjadi “budak” budaya lain.&lt;/div&gt;&lt;div class="nomor"&gt;Maka sudah saatnya bagi remaja muslim untuk memacu diri melakukan gerilya besar dengan mengusung nilai-nilai Islam sehingga dia mampu mengendalikan diri untuk tidak terpancing apalagi larut dengan budaya-reliji lain. Generasi muda muslim hendaknya mampu membangun benteng-benteng diri yang sulit ditembus oleh gempuran-gempuran perang pemikiran yang setiap kali akan mengoyak-ngoyak benteng pertahanan imannya.&lt;/div&gt;&lt;div class="nomor"&gt;Perlawanan budaya ini akan bisa dilakukan jika remaja muslim mampu mendekatkan dirinya dengan poros ajaran Islam dan mampu melakukan internalisasi diktum-diktum itu ke dalam kalbu, dan sekaligus terejawantahkan ke dalam aksi. Remaja muslim yang mampu menjadikan keimanannya “hidup” akan mampu bergumul dan bahkan memenangkan pertarungan yang sangat berat di hadapannya. Remaja muslim yang dengan setia menjadikan Al-Quran dan Hadits sebagai panduan hidupnya akan mampu menjadi seorang muslim tahan banting dan imun terhadap virus budaya global yang mengancam identitasnya. Seorang remaja muslim yang menjadi the living Quran akan mampu melakukan kontra aksi terhadap semua tantangan yang dihadapinya. Dia akan mampu menangkis serangan informasi satu arah yang kini datang dari Barat.&lt;/div&gt;&lt;div class="nomor"&gt;Apa yang mesti dilakukan oleh kalangan muda Islam di zaman serba kompleks ini?&lt;/div&gt;&lt;div class="nomor"&gt;Dalam pandangan saya tidak ada yang lebih baik untuk dilakukan kecuali kita semua kembali merapatkan jiwa dan kesadaran kita ke akar norma agama kita sendiri, lalu kita gali sedalam-dalamnya, kita renungkan semaksimal mungkin, kita aplikasikan dalam hidup ini. Dan kita pasarkan ajaran-ajaran Islam itu dengan sepenuh raga dan jiwa. Hanya dengan spirit berjuang yang tinggi dan komitmen yang kuat remaja muslim akan lahir kembali dalam sosok yang cemerlang dengan Islam sebagai panji.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/723494244482934199-434797601292168018?l=bajankbrilliant.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bajankbrilliant.blogspot.com/feeds/434797601292168018/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bajankbrilliant.blogspot.com/2011/01/remaja-muslim-valentines-day-dan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/723494244482934199/posts/default/434797601292168018'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/723494244482934199/posts/default/434797601292168018'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bajankbrilliant.blogspot.com/2011/01/remaja-muslim-valentines-day-dan.html' title='REMAJA MUSLIM, VALENTINE&apos;S DAY DAN PERLAWANAN BUDAYA'/><author><name>Jamaludin Tohir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15137828952366334717</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_EjSgRuGN76o/TRC1dsuepbI/AAAAAAAAAAQ/KzHhz0ntZ_w/S220/CGHDHDF.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_EjSgRuGN76o/TSgURStEYFI/AAAAAAAAAIQ/1ZO1pQ0YaDY/s72-c/bnmhgkh.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-723494244482934199.post-1417388147449027307</id><published>2011-01-07T23:34:00.000-08:00</published><updated>2011-01-07T23:34:02.595-08:00</updated><title type='text'>PERIHAL WAHYU</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_EjSgRuGN76o/TSgTY9MxfsI/AAAAAAAAAIM/LQQy-I1_OU4/s1600/DFGDFHG.jpeg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_EjSgRuGN76o/TSgTY9MxfsI/AAAAAAAAAIM/LQQy-I1_OU4/s1600/DFGDFHG.jpeg" /&gt;&lt;/a&gt;“Dan Tidak ada bagi seorang manusia pun bahwa Allah berkata-kata dengan dia kecuali dengan perantaraan wahyu atau dibelakang tabir atau dengan seizing-Nya apa yang Dia Kehendaki.”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;(QS. Asy-Syura [42] : 51)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;PERIHAL WAHYU&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Al-Qur’an adalah kumpulan wahyu Allah SWT yang diturunkan kepada Muhammad SAW yang mana kumpulan wahyu ini nantinya dibukukan menjadi mushaf yang kita lihat saat ini. Oleh karena itu, sebelum kita mengkaji hal ihwal Al-Qur’an, ada baiknya kita mengkaji terlebih dahulu mengenai perihal wahyu. Dimana kajian ini akan mencangkup keberadaan wahyu, pengertiannya, cara turunnya &amp;amp; pembuktian bahwa Al-Qur’an itu benar adalah wahyu Allah SWT.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;A. Menelusuri Keberadaan Wahyu&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ilmu pengetahuan telah membuka mata manusia akan banyaknya misteri alam yang belum mereka ketahui, namun terkadang ilmu pengetahuan dapat pula membuat orang menjadi sombong &amp;amp; pongah. Mereka tidak mau mempercayai keberadaan sesuatu yang tidak dapat dibuktikan secara ilmiah. Padahal banyak sekali fakta yang mereka hadapi namun belum dapat ditelusuri secara ilmiah, semisal :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1.       Keberadaan roh yang merupakan rahasia kehidupan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2.       Kemampuan hipnotisme yang menjelaskan hubungan jiwa manusia dengan kekuatan yang lebih tinggi yang mampu membuat orang lain melaksanakan apa yang diperintahkan kepadanya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3.       Pengalaman kita berbicara dengan diri sendiri atau berbicara dengan orang lain baik dalam keadaan sadar maupun tidak (semisal mimpi).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Atau hal yang mulai dapat dipelajari &amp;amp; dimanfaatkan seperti :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1.       Orang dapat mendengar percakapan yang direkam &amp;amp; dibawa oleh gelombang eter.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2.       Orang dapat melakukan komunikasi dalam jarak yang jauh dengan atau tanpa melihat lawan bicara.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Contoh-contoh diatas atau yang serupa dengannya, cukup dapat menjelaskan kepada kita tentang hakikat keberadaan wahyu. Sebagai seorang muslim, untuk meyakini sesuatu, selain berpegang pada contoh diatas, kita juga menjadikan nash sebagai dalil keberadaan wahyu. Allah SWT berfirman :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;إِنَّا أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ كَمَا أَوْحَيْنَا إِلَى نُوحٍ وَالنَّبِيِّينَ مِنْ بَعْدِهِ وَأَوْحَيْنَا إِلَى إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَاقَ وَيَعْقُوبَ وَالْأَسْبَاطِ وَعِيسَى وَأَيُّوبَ وَيُونُسَ وَهَارُونَ وَسُلَيْمَانَ وَءَاتَيْنَا دَاوُدَ زَبُورًا&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Sesungguhnya Kami telah mewahyukan kepadamu seperti Kami telah mewahyukan kepada Nuh &amp;amp; nabi-nabi yang kemudiannya, dan Kami telah mewahyukan pula kepada Ibrahim, Ismail, Ishak, Ya’kub &amp;amp; anak cucunya, Isa, Ayyub, Yunus, Harun &amp;amp; Sulaiman. Dan Kami berikan Zabur kepada Daud.” (An-Nisa’ [4] : 163)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ibnu Katsir mengatakan : Muhammad bin Ishak meriwayatkan dari Ibnu Abbas, “Sakan &amp;amp; Adi bin Zaid berkata : Hai Muhammad, kami tidak mengetahui Allah menurunkan sesuatu kepada manusia setelah Musa !” Maka Allah menurunkan ayat ini (An-Nisa’ [4] : 163).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;أَكَانَ لِلنَّاسِ عَجَبًا أَنْ أَوْحَيْنَا إِلَى رَجُلٍ مِنْهُمْ ...&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Patutkah menjadi keheranan bagi manusia bahwa Kami mewahyukan kepada seorang laki-laki diantara mereka …” (Yunus [10] : 2) &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ibnu Katsir berkata : Yakni Allah SWT memandang ganjil terhadap kaum kafir yang merasa heran terhadap pengutusan para rasul dari kalangan manusia. Mereka mengatakan, “Terlalu agung bagi Allah jika rasul-Nya berupa manusia seperti Muhammad.” Maka Allah AWJ menurunkan ayat ini (Yunus [10] : 2).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dengan demikian, maka wahyu yang diturunkan kepada Rasulullah SAW &amp;amp; para Nabi bukanlah hal yang mengherankan. Menyangsikan keberadaan wahyu adalah sikap yang tidak pantas bagi seorang yang berakal &amp;amp; beriman.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;B.       Pengertian Wahyu&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pembahasan pengertian wahyu akan dibagi atas dua pembahasan. Yakni pembahasan ditinjau dari bahasa &amp;amp; menurut syara’.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menurut Bahasa&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ibnu Hajar Al-Asqalani[1] mengatakan wahyu adalah memberitahukan secara samar. Sedangkan menurut Al-Qattan[2], “Al-Wahy adalah kata masdar &amp;amp; materi kata itu menunjukkan dua pengertian dasar yaitu tersembunyi &amp;amp; cepat. Oleh karena itu, maka dikatakan bahwa wahyu ialah pemberitahuan secara tersembunyi &amp;amp; cepat yang khusus ditujukan kepada orang yang diberitahu tanpa diketahui orang lain. Inilah pengertian masdarnya.” Pengertian wahyu dalam arti bahasa meliputi :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1.      Ilham sebagai bawaan dasar manusia, seperti wahyu kepada ibu Musa as :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;وَأَوْحَيْنَا إِلَى أُمِّ مُوسَى أَنْ أَرْضِعِيهِ ...&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Dan Kami ilhamkan kepada ibu Musa, “Susuilah dia…” (Al-Qasas [28] : 7)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ibnu Katsir berkata : Allah SWT memberitahukan kepada Ibu Musa &amp;amp; memasukkan ke dalam kesadarannya cara menangani Musa as.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2.       Ilham yang berupa naluri pada binatang, seperti wahyu kepada lebah :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;وَأَوْحَى رَبُّكَ إِلَى النَّحْلِ أَنِ اتَّخِذِي ...&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Dan Tuhanmu telah mewahyukan kepada lebah, “Buatlah sarang …” (An-Nahl [16] : 68)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ibnu Katsir berkata : Yang dimaksud wahyu disini adalah ialah ilham, petunjuk &amp;amp; bimbingan bagi lebah agar ia membuat sarang.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3.       Isyarat yang cepat melalui rumus &amp;amp; kode seperti isyarat Zakaria as :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;فَخَرَجَ عَلَى قَوْمِهِ مِنَ الْمِحْرَابِ فَأَوْحَى إِلَيْهِمْ أَنْ سَبِّحُوا بُكْرَةً وَعَشِيًّا&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Maka keluarlah dia dari mihrab, lalu memberi isyarat kepada mereka, “Hendaklah kamu bertasbih…” (Maryam [19] : 11)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ibnu Katsir berkata : Maka ia (Zakaria) keluar dari mihrrab dimana dia menerima berita gembira akan mendapatkan anak laki-kali menuju kaumnya. Lalu dia memberi isyarat yang halus &amp;amp; cepat kepada mereka.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;4.       Bisikan &amp;amp; tipu daya setan untuk menjadikan yang buruk kelihatan indah dalam diri manusia, firman Allah SWT :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;وَكَذَلِكَ جَعَلْنَا لِكُلِّ نَبِيٍّ عَدُوًّا شَيَاطِينَ الْإِنْسِ وَالْجِنِّ يُوحِي بَعْضُهُمْ إِلَى بَعْضٍ زُخْرُفَ الْقَوْلِ غُرُورًا وَلَوْ شَاءَ رَبُّكَ مَا فَعَلُوهُ فَذَرْهُمْ وَمَا يَفْتَرُونَ&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu syaitan-syaitan (dari jenis) manusia dan (dari jenis) jin, sebahagian mereka membisikkan kepada sebahagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia). Jikalau Tuhanmu menghendaki, niscaya mereka tidak mengerjakannya, maka tinggalkanlah mereka dan apa yang mereka ada-adakan.” (Al-An’am [6] : 112)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ibnu Katsir berkata : Ibnu Juraij berkata, “Mujahid menafsirkan ayat ini dengan jin-jin yang kafir adalah setan. Mereka membisikkan perkataan yang indah sebagai tipuan kepada setan-setan manusia berupa manusia kafir. Sebagian mereka melontarkan perkataan yang indah-indah &amp;amp; melemahkan kepada sebagian yang lain, perkataan yang elok yang dapat memperdaya si penyimak karena tidak mengetahui persoalan yang sebenarnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;وَإِنَّ الشَّيَاطِينَ لَيُوحُونَ إِلَى أَوْلِيَائِهِمْ لِيُجَادِلُوكُمْ ...&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Sesungguhnya syaitan-syaitan itu membisikkan kepada kawan-kawannya agar mereka membantah kamu”(Al-An’am [6] : 121)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ibnu Katsir berkata : Ibnu Abbas berkata, “Sebenarnya ada dua wahyu, yaitu wahyu Allah &amp;amp; wahyu syaithan. Wahyu Allah diturunkan kepada Muhammad &amp;amp; wahyu syaithan diturunkan kepada teman-temannya yaitu kaum Quraisy.” Kemudian berkata Ibnu Abbas lagi bahwa sesungguhnya setan dari Persia mewahyukan kepada teman-temannya yaitu kaum Quraisy.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;5.       Apa yang disampaikan Allah SWT kepada malaikat :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;إِذْ يُوحِي رَبُّكَ إِلَى الْمَلَائِكَةِ أَنِّي مَعَكُمْ فَثَبِّتُوا ...&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Ingatlah ketika Tuhanmu mewahyukan kepada para malaikat, “Sesungguhnya Aku bersama kamu, maka teguhkanlah…” (Al-Anfal [8] : 12)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menurut Syara’&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ibnu Hajar berkata, “Secara terminology wahyu adalah memberitahukan hukum-hukum syari’at, namun terkadang yang dimaksud dengan wahyu adalah sesuatu yang diwahyukan, yaitu kalam Allah SWT yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW.” [3]&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Imam Az-Zuhri mengatakan, “Wahyu ialah kalam Allah SWT yang disampaikan kepada salah seorang Nabi-Nya kemudian dikukuhkan-Nya kedalam hatinya. Lalu Nabi itu menyatakan bahwa itu adalah wahyu &amp;amp; ditulisnya.” [4]&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Muhammad Husein Abdullah mengatakan,“Wahyu adalah pemberitahuan Allah SWT kepada rasul-rasul tentang risalah mereka.” [5]&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;C.       Cara Wahyu Turun&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Wahyu sebagai kalam Allah SWT yang turun kepada para malaikat, para nabi &amp;amp; rasul dapat dijelaskan sebagai berikut :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;       Kepada Malaikat&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Allah SWT menyampaikan wahyu secara langsung kepada malaikat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَائِكَةِ إِنِّي جَاعِلٌ فِي الْأَرْضِ خَلِيفَةً قَالُوا أَتَجْعَلُ فِيهَا مَنْ يُفْسِدُ فِيهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَاءَ ...&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;”Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman, “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah dimuka bumi.” Mereka bertanya, “Mengapa Engkau hendak menjadikan khalifah di bumi itu orang yang …” (Al-Baqarah [2] : 30)[6]&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;إِذْ يُوحِي رَبُّكَ إِلَى الْمَلَائِكَةِ أَنِّي مَعَكُمْ فَثَبِّتُوا الَّذِينَ ءَامَنُوا ...&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Ingatlah ketika Tuhanmu mewahyukan kepada malaikat. “Sesungguhnya Aku bersama kamu, maka teguhkanlah pendirian …” (Al-Anfal [8] : 12)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hadits dari Nawas bin Sam’an yang mengatakan, “Rasulullah SAW bersabda :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Apabila Allah hendak memberikan wahyu mengenai suatu urusan, Dia berbicara melalui wahyu, maka langit pun tergetarlah dengan getaran – atau dia mengatakan goncangan – yang dahsyat karena takut kepada Allah AWJ. Apabila penghuni langit mendengar hal itu, maka pingsan dan jatuh bersujudlah mereka itu kepada Allah. Yang pertama sekali mengangkat muka diantara mereka itu adalah Jibril, maka Allah membicakan wahyu itu kepada Jibril menurut apa yang dikehendaki-Nya. Kemudian Jibril berjalan melintasi para malaikat. Setiap kali dia melalui satu langit, maka bertanyalah kepadanya malaikat langit itu, “Apakah yang telah dikatakan oleh Tuhan kita wahai Jibril ? Jibril menjawab, “Dia mengatakan yang hak &amp;amp; Dialah Yang Maha Tinggi lagi Maha Besar.” Para malaikat itu semuanya pun mengatakan seperti apa yang dikatakan Jibril. Lalu Jibril menyampaikan wahyu itu seperti diperintahkan Allah AWJ.” (HR. Tabarani)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;       Kepada Para Nabi &amp;amp; Rasul&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sampainya wahyu kepada para nabi &amp;amp; rasul melalui beberapa cara sebagaimana Allah SWT berfirman :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;وَمَا كَانَ لِبَشَرٍ أَنْ يُكَلِّمَهُ اللَّهُ إِلَّا وَحْيًا أَوْ مِنْ وَرَاءِ حِجَابٍ أَوْ يُرْسِلَ رَسُولًا فَيُوحِيَ بِإِذْنِهِ مَا يَشَاءُ إِنَّهُ عَلِيٌّ حَكِيمٌ&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Dan tidak ada bagi seorang manusiapun bahwa Allah berkata-kata dengan dia kecuali dengan perantaraan wahyu atau dibelakang tabir atau dengan mengutus seorang utusan lalu diwahyukan kepadanya dengan seizinnya apa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dia Maha Tinggi lagi Maha Bijaksana.” (QS. Asy-Syura (42) : 51)[7]&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berikut ini penjelasan tiga cara dari ayat diatas[8] :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1.      Perantaraan wahyu, untuk ini terbagi atas tiga. Yakni pertama, wahyu dimasukkan ke dalam hati &amp;amp; akalnya. Rasulullah SAW bersabda :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Sesungguhnya ruhul quds memasukkan perkataan ke dalam hati &amp;amp; akalku.” (HR. Al-Hakim)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Roh Kudus telah menghembuskan ke dalam hatiku bahwa seorang itu tidak akan mati sehingga dia menyempurnakan rezeki &amp;amp; ajalnya. Maka bertaqwalah kepada Allah, dan carilah rezeki dengan jalan yang baik.” (Hadits Abu Nu’aim dalam Al-Hilyah dengan sanad yang sahih)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kedua, wahyu datang melalui mimpi yang benar diwaktu tidur. Allah SWT berfirman :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;فَبَشَّرْنَاهُ بِغُلَامٍ حَلِيمٍ(101) فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ السَّعْيَ قَالَ يَابُنَيَّ إِنِّي أَرَى فِي الْمَنَامِ أَنِّي أَذْبَحُكَ فَانْظُرْ مَاذَا تَرَى قَالَ يَاأَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُ سَتَجِدُنِي إِنْ شَاءَ اللَّهُ مِنَ الصَّابِرِينَ&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Maka kami beri kabar gembira dengan seorang anak yang sangat sabar. Maka tatkala anak itu telah sampai pada umur sanggup berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata, “Wahai anakku, sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah bagaimana pendapatmu ?” Dia menjawab, “Wahai bapak, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu, insya Allah SWT engkau akan mendapati aku termasuk orang-orang yang sabar.” (As-Saffaat [37] : 101-102)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Dari Aisyah ra dia berkata, “Sesungguhnya apa yang mula-mula terjadi bagi Rasulullah adalah mimpi yang benar di waktu tidur. Beliau tidaklah melihat mimpi kecuali mimpi itu datang bagaikan terangnya pagi hari.” (HR. Muttafaq ‘Alaih)[9]&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ibnu Hajar mengomentari hadits ini, menurutnya, “Turunnya wahyu dengan cara mimpi yang benar adalah untuk latihan bagi Nabi untuk menerima dalam keadaan sadar, kemudian ketika sadar beliau dapat melihat cahaya, mendengar suara &amp;amp; batu-batu kerikil memberi salam kepadanya.” [10] Lebih lanjut Ibnu Hajar mengatakan bahwa Nabi mendapatkan wahyu lewat mimpi pada bulan kelahirannya yakni Rabi’ul Awal ketika umur beliau 40 tahun sedangkan turunnya wahyu dalam keadaan sadar pada bulan Ramadhan.[11]&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketiga, datang kepada Rasul SAW suara seperti dencingan lonceng &amp;amp; suara yang amat kuat yang mempengaruhi faktor-faktor kesadaran, sehingga beliau SAW dengan segala kekuatannya siap menerima pengaruh itu. Cara seperti ini paling berat buat Rasulullah SAW. Hadits dari Aisyah bahwa Haris bin Hisyam bertanya tentang wahyu &amp;amp; Rasulullah SAW menjawab :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Kadang-kadang ia datang kepadaku bagaikan dencingan lonceng &amp;amp; itulah yang paling berat bagiku, lalu ia pergi, dan aku telah menyadari apa yang dikatakannya. Dan terkadang malaikat menjelma kepadaku &amp;amp; akupun memahami apa yang ia katakan.” &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Aku pernah bertanya kepada Nabi SAW, adakah engkau merasakan wahyu ?” Nabi SAW menjawab, “Aku mendengar bunyi lonceng kemudian pada saat itu aku diam. Tidaklah diwahyukan kepadaku melainkan aku menyangka bahwa nyawaku sedang diambil.” (HR. Imam Ahmad dalam Musnadnya)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2.       Disampaikan secara langsung, untuk ini terbagi atas dua. Yakni pertama, Allah SWT berbicara dibalik tabir :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;وَلَمَّا جَاءَ مُوسَى لِمِيقَاتِنَا وَكَلَّمَهُ رَبُّهُ قَالَ رَبِّ أَرِنِي أَنْظُرْ إِلَيْكَ قَالَ لَنْ تَرَانِي ...&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Dan tatkala Musa datang untuk munajat dengan Kami diwaktu yang telah Kami tentukan dan Tuhan telah berfirman langsung kepadanya, Musa berkata, “Wahai Tuhan, tampakkanlah diri-Mu kepadaku agar aku dapat melihat Engkau.” (Al-A’raf [7] : 143)[12]&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;... وَكَلَّمَ اللَّهُ مُوسَى تَكْلِيمًا&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Dan Allah telah berbicara kepada Musa secara langsung.” (An-Nisa’ [4] : 164)[13]&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kedua, Allah SWT berbicara tanpa tabir. Menurut Ibnu Hajar pada malam Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW berbicara dengan Allah SWT secara langsung tanpa hijab.[14]&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3.       Disampaikan melalui perantara, yaitu Malaikat Jibril as&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jibril as menyampaikan wahyu Allah SWT kepada Rasulullah SAW dengan dua cara. Pertama, menjelma dengan bentuk asli. Menurut Ibnu Hajar Al-Asqalani bahwa Nabi SAW bertemu Jibril as dengan wujud aslinya hanya dua kali. HR. Imam Ahmad dari Ibnu Mas’ud mengatakan pertemuan pertama ketika bertemu pertama kali &amp;amp; kedua ketika Isra’ Mi’raj. HR. Tirmidzi dari jalur Masruq dari Aisyah mengatakan pertemuan pertama di Sidratul Muntaha &amp;amp; kedua di Ajyad.[15]&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kedua, menjelma sebagai manusia. Cara seperti ini sangat disenangi Rasul SAW, karena merasa seperti seorang manusia yang berhadapan dengan saudaranya sendiri. Aisyah ra berkata :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Aku pernah melihatnya tatkala wahyu sedang turun kepadanya pada suatu hari yang amat dingin. Lalu malaikat itu pergi, sedang keringatpun mengucur dari dahi Rasulullah.” (HR. Bukhari)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;D.      Keraguan Terhadap Al-Qur’an&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Orang Jahiliyah baik dahulu maupun sekarang selalu berusaha menimbulkan keraguan mengenai turunnya wahyu Allah SWT kepada Rasulullah SAW. Dengan tujuan untuk menggugat kenabian beliau SAW &amp;amp; keberadaan Al-Quranul Karim. Adapun argumen yang mereka gunakan adalah :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1.       Al-Qur’an karangan pribadi Muhammad SAW untuk meraih kekuasaan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Argumen ini dapat disanggah dengan mengatakan :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;a.       Jika Rasul hanya ingin meraih kekuasaan saja, tentunya dia akan menisbatkan Al-Qur’an atas dirinya sendiri yang pasti akan dapat mengangkat derajatnya di mata manusia.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;b.       Jika menisbatkan Al-Qur’an sebagai kalam Allah SWT dikatakan untuk menjadikan kata-katanya terhormat. Tentunya Rasul SAW tidak perlu lagi mengeluarkan hadits yang dinisbatkan kepada dirinya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;c.       Tuduhan bahwa Rasul SAW mengarang Al-Qur’an merupakan tuduhan yang menggambarkan bahwa Rasul SAW adalah pemimpin yang pendusta &amp;amp; palsu. Tentunya tuduhan ini tertolak dari kenyataan sejarah yang membuktikan bahwa Rasul SAW adalah sosok pribadi yang jujur sehingga digelar Al-Amin oleh orang Arab secara umum.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;d.       Rasul SAW tidak dapat langsung menjawab beberapa pertanyaan &amp;amp; masalah, memberi izin untuk tidak ikut perang dll, sebelum turunnya wahyu. Jika Al-Qur’an adalah dari Rasul SAW tentunya dia tidak perlu menunggu seperti itu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;e.       Adanya teguran kepada Rasul SAW dalam beberapa ayat. Jika Al-Qur’an dari beliau SAW, tentunya hal ini tidak akan terjadi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;f.        Didalam Al-Qur’an terkandung berita umat terdahulu, peristiwa sejarah yang sudah amat jauh, dengan kejadian yang benar &amp;amp; akurat, bahkan kejadian semesta alam yang tidak mungkin pernah dilihat manusia.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2.       Al-Qur’an dinukil Rasul SAW dari kitab sebelumnya yang diajarkan oleh para ahli kitab&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Argumentasi ini dapat ditolak dengan alasan :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;a.       Sejarah membuktikan bahwa Rasul SAW adalah seorang yang ummi &amp;amp; tidak pernah menerima pelajaran dari sesiapapun kecuali dari Allah SWT.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;b.       Memang benar Rasul SAW pernah bertemu dengan Rahib Bahira di Busyra di Syam, namun saat itu beliau SAW masih kecil &amp;amp; pertemuan itu sangat singkat.[16] Kemudian beliau SAW bertemu Waraqah bin Naufal, namun saat itu beliau SAW telah menjadi rasul bahkan hal itu diakui oleh Waraqah[17]. Kemudian beliau SAW juga banyak bertemu &amp;amp; mengadakan pembicaraan dengan Pendeta Yahudi &amp;amp; Nashrani, namun justru merekalah yang bertanya kepada beliau SAW bukan sebaliknya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3.       Al-Qur’an buatan orang Arab&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Argumentasi ini telah tertolak dengan ketidakmampuan orang Arab Jahilliah &amp;amp; termasuk orang Arab masa kini menjawab tantangan Allah SWT dalam banyak ayat yang menantang mereka membuat yang semisal Qur’an atau minimal satu surah semisal Qur’an. Hal ini karena ketinggian &amp;amp; keistimewaan susunan &amp;amp; kandungan ayat Qur’an yang merupakan mukjizat terbesar Rasul SAW.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Adapun ayat yang merupakan tantangan Allah bagi orang-orang yang meragukan bahwa Al-Qur’an itu dari sisi Allah SWT adalah :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;a.      Menantang pembuatan kitab semisal Al-Qur’an&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;قُلْ فَأْتُوا بِكِتَابٍ مِنْ عِنْدِ اللَّهِ هُوَ أَهْدَى مِنْهُمَا أَتَّبِعْهُ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Katakanlah, “Datangkanlah olehmu sebuah kitab dari sisi Allah yang kitab itu lebih (dapat) memberi petunjuk dari pada keduanya, niscaya aku mengikutinya jika kamu sungguh orang-orang yang benar.” (QS. Al-Qashash [28] : 49)[18]&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;قُلْ لَئِنِ اجْتَمَعَتِ الْإِنْسُ وَالْجِنُّ عَلَى أَنْ يَأْتُوا بِمِثْلِ هَذَا الْقُرْءَانِ لَا يَأْتُونَ بِمِثْلِهِ وَلَوْ كَانَ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ ظَهِيرًا&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Katakanlah, “Sesungguhnya jika manusia &amp;amp; jin berkumpul untuk membuat yang serupa Al-Qur’an ini, niscaya mereka tidak akan dapat membuat yang serupa dengannya, sekalipun sebagian mereka menjadi pembantu bagi sebagian yang lain.” (QS. Al-Israa [17] : 88)[19]&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Asbabun Nuzul dari ayat ini adalah Salam bin Musykam cs &amp;amp; Kaum Yahudi berkata, “ ... Turunkanlah kepada kami sebuah kitab yang kami kenal. Kalau tidak, kami akan mendatangkan kepadamu seperti yang engkau bawa.” (HR. Ibnu Ishaq &amp;amp; Ibnu Jarir dari Ibnu Abbas).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;b.       Menantang mendatangkan kalimat semisal Al-Qur’an&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;فَلْيَأْتُوا بِحَدِيثٍ مِثْلِهِ إِنْ كَانُوا صَادِقِينَ&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Maka hendaklah mereka mendatangkan kalimat yang semisal Al-Qur’an itu jika mereka orang-orang yang benar.” (QS. At-Thur [52] : 34)[20]&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;c.       Menantang mendatangkan sepuluh surat semisal Al-Qur’an&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;أَمْ يَقُولُونَ افْتَرَاهُ قُلْ فَأْتُوا بِعَشْرِ سُوَرٍ مِثْلِهِ مُفْتَرَيَاتٍ وَادْعُوا مَنِ اسْتَطَعْتُمْ مِنْ دُونِ اللَّهِ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Bahkan mereka mengatakan, “Muhammad telah membuat-buat Al-Qur’an itu. ”Katakanlah, “(Kalau demikian) maka datangkanlah 10 surat yang dibuat-buat yang menyamainya dan panggillah orang-orang yang kamu sanggup (memanggilnya) selain Allah jika kamu orang-orang yang benar.” (QS. Hud [11] : 13)[21]&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;d.       Menantang mendatangkan satu surat semisal Al-Qur’an&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;أَمْ يَقُولُونَ افْتَرَاهُ قُلْ فَأْتُوا بِسُورَةٍ مِثْلِهِ وَادْعُوا مَنِ اسْتَطَعْتُمْ مِنْ دُونِ اللَّهِ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Atau (patutkah) mereka mengatakan, “Muhammad membuat-buatnya.” Katakanlah, “(Kalau benar yang kamu katakana itu), maka cobalah datangkan sebuah surat seumpamanya &amp;amp; panggillah siapa-siapa yang dapat kamu panggil selain Allah ...” (QS. Yunus [10] : 38)[22]&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;وَإِنْ كُنْتُمْ فِي رَيْبٍ مِمَّا نَزَّلْنَا عَلَى عَبْدِنَا فَأْتُوا بِسُورَةٍ مِنْ مِثْلِهِ وَادْعُوا شُهَدَاءَكُمْ مِنْ دُونِ اللَّهِ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ(23)فَإِنْ لَمْ تَفْعَلُوا وَلَنْ تَفْعَلُوا فَاتَّقُوا النَّار...&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Dan jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang Al-Qur’an yang Kami wahyukan kepada hamba Kami, buatlah satu surat saja yang semisal Al-Qur’an itu &amp;amp; ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar. Maka jika kamu tidak dapat membuatnya &amp;amp; pasti kamu tidak dapat membuatnya, peliharalah dirimu dari neraka ...” (Al-Baqarah [2] : 23-24)[23]&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;4.       Al-Qur’an buatan orang lain&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Al-Qur’an diturunkan dalam bahasa Arab. Kalau seandainya orang Arab saja tidak mampu membuat yang semisal Qur’an karena ketinggian, keistimewaan susunan &amp;amp; kandungan ayat Qur’an. Apalagi orang bukan Arab.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Orang kafir Quraisy mengatakan bahwa Al-Qur’an dibuat oleh orang Rum, seorang tukang besi di Mekkah yang bernama Zibr Ar-Rumi. Orang Musyrik mengatakan, “Demi Allah, tidak ada yang mengajarkan Al-Qur’an ini kepada Muhammad kecuali Zibr Ar-Rumi.” Majikan Zibr Ar-Rumi memukulinya &amp;amp; berkata, ”Kau mengajari Muhammad ?” Zibr Ar-Rumi menjawab, ”Tidak, demi Allah, malahan dialah yang mengajari &amp;amp; memberi petunjuk kepadaku ...” [24]. Oleh karena itu Allah SWT berfirman :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;وَلَقَدْ نَعْلَمُ أَنَّهُمْ يَقُولُونَ إِنَّمَا يُعَلِّمُهُ بَشَرٌ لِسَانُ الَّذِي يُلْحِدُونَ إِلَيْهِ أَعْجَمِيٌّ وَهَذَا لِسَانٌ عَرَبِيٌّ مُبِينٌ&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Dan sesungguhnya Kami mengetahui bahwa mereka berkata : "Sesungguhnya Al-Qur'an itu diajarkan oleh seorang manusia kepadanya (Muhammad)". Padahal bahasa orang yang mereka tuduhkan (bahwa) Muhammad belajar kepadanya (ialah) bahasa `Ajam, sedang Al-Qur'an adalah dalam bahasa Arab yang terang.” (QS. An-Nahl [16] : 103)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;________________________________________&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;[1] Fathul Baari I hal 17.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;[2] Studi Ilmu-ilmu Qur’an hal 36-37.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;[3] Fathul Baari I hal 17. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;[4] Apa Itu Al-Qur’an hal 45.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;[5] Studi Dasar-dasar Pemikiran Islam hal 28.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;[6]Ibnu Katsir berkata : Allah SWT memberitahukan ihwal pemberitahuan karunia kepada Bani Adam &amp;amp; penghormatan kepada mereka dengan membicarakan mereka di Al-Mala’ul A’la, sebelum mereka diadakan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;[7]Ibnu Katsir berkata : Kelompok ayat ini menjelaskan cara-cara penurunan wahyu dari Allah SWT.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;[8]Lihat Asy-Syakhshiyah Al-Islamiyah I hal 133-137 &amp;amp; bandingkan dengan Apa Itu Al-Qur’an hal 46-47.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;[9] HR. Muttafaq ‘Alaih berarti hadits itu diriwayatkan oleh Bukhari, Muslim &amp;amp; Imam Ahmad.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;[10] Fathul Baari I hal 38.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;[11]Fathul Baari I hal 44.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;[12]Ibnu Katsir berkata : Musa as berbicara secara langsung dengan Allah SWT tapi tidak mampu melihat Allah SWT. Musa as berbicara dibelakang tabir.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;[13]Ibnu Katsir berkata : Penggalan ayat ini merupakan penghormatan bagi Musa as. Oleh karena itu Musa as disebut Al-Kalim (orang yang berbicara). Muktazilah menolak Musa as pernah berbicara dengan Allah SWT.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;[14] Fathul Baari I hal 33.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;[15] Fathul Baari I hal 40.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;[16] Lihat Pengantar Studi Al-Qur’an hal 191 – 192 &amp;amp; Sirah Nabawiyah Ibnu Hisyam I hal 148 – 151.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;[17] Lihat Fathul Baari I hal 38 &amp;amp; Sirah Nabawiyah Ibnu Hisyam I hal 157 – 158.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;[18]Ibnu Katsir berkata : Dua kitab yaitu Qur’an &amp;amp; Taurat Musa bin Imran.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;[19]Ibnu Katsir berkata : Karena persoalan itu diluar kemampuan mereka. Bagaimana mungkin tuturan makhluk dapat menyerupai tuturan Al-Khaliq yang tidak mirip dengan apapun ?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;[20]Ibnu Katsir berkata : Kekufuran merekalah yang telah mendorong mereka mendustakan Rasul SAW. Maka datangkanlah ungkapan semisal dengan Al-Qur’an. Apakah mereka sanggup membuatnya ?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;[21] Ibnu Katsir berkata : Tidak ada seorangpun yang dapat menampilkan ungkapan seperti Al-Qur’an tidak 10 surat dan tidak pula satu surat karena firman Rabb terlalu tinggi. Untuk dapat diserupai oleh perkataan makhluk sebagaimana sifat-Nya tidak dapat diserupai oleh perkara apapun.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;[22]Ibnu Katsir berkata : Jika kamu mampu maka datangkanlah ungkapan serupa Al-Qur’an, yakni yang sejenis dengan Al-Qur’an. Dan meminta bantuanlah dalam melakukan hal itu kepada setiap makhluk, baik jin maupun manusia.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;[23]Ibnu Katsir berkata : Allah SWT menantang mereka dengan surah Madaniyyah ini setelah sebelumnya dengan surah Makkiyah. Sesungguhnya Allah SWT telah menantang semua orang baik secara berkelompok maupun perseorangan, baik menyertakan orang awam maupun Ahli Kitab. Tantangan bagi mereka bersifat umum baik ketika di Mekkah maupun di Madinah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;[24] Pengantar Studi Al-Qur’an hal 192 – 193.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/723494244482934199-1417388147449027307?l=bajankbrilliant.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bajankbrilliant.blogspot.com/feeds/1417388147449027307/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bajankbrilliant.blogspot.com/2011/01/perihal-wahyu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/723494244482934199/posts/default/1417388147449027307'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/723494244482934199/posts/default/1417388147449027307'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bajankbrilliant.blogspot.com/2011/01/perihal-wahyu.html' title='PERIHAL WAHYU'/><author><name>Jamaludin Tohir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15137828952366334717</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_EjSgRuGN76o/TRC1dsuepbI/AAAAAAAAAAQ/KzHhz0ntZ_w/S220/CGHDHDF.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_EjSgRuGN76o/TSgTY9MxfsI/AAAAAAAAAIM/LQQy-I1_OU4/s72-c/DFGDFHG.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-723494244482934199.post-343853525925633655</id><published>2011-01-07T23:31:00.001-08:00</published><updated>2011-01-07T23:31:31.067-08:00</updated><title type='text'>PEMBAGIAN AL-QUR'AN</title><content type='html'>&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5C16%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml" rel="File-List"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5C16%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_editdata.mso" rel="Edit-Time-Data"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5C16%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx" rel="themeData"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5C16%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml" rel="colorSchemeMapping"&gt;&lt;/link&gt;    &lt;m:smallfrac m:val="off"&gt;    &lt;m:dispdef&gt;    &lt;m:lmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:rmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:defjc m:val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent m:val="1440"&gt;    &lt;m:intlim m:val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim m:val="undOvr"&gt;   &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt; &lt;/m:wrapindent&gt;&lt;style&gt;&lt;!-- /* Font Definitions */ @font-face	{font-family:Wingdings;	panose-1:5 0 0 0 0 0 0 0 0 0;	mso-font-charset:2;	mso-generic-font-family:auto;	mso-font-pitch:variable;	mso-font-signature:0 268435456 0 0 -2147483648 0;}@font-face	{font-family:"Cambria Math";	panose-1:0 0 0 0 0 0 0 0 0 0;	mso-font-charset:1;	mso-generic-font-family:roman;	mso-font-format:other;	mso-font-pitch:variable;	mso-font-signature:0 0 0 0 0 0;}@font-face	{font-family:Cambria;	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4;	mso-font-charset:0;	mso-generic-font-family:roman;	mso-font-pitch:variable;	mso-font-signature:-1610611985 1073741899 0 0 159 0;}@font-face	{font-family:Calibri;	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4;	mso-font-charset:0;	mso-generic-font-family:swiss;	mso-font-pitch:variable;	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;}@font-face	{font-family:"Traditional Arabic";	panose-1:2 1 0 0 0 0 0 0 0 0;	mso-font-charset:178;	mso-generic-font-family:auto;	mso-font-pitch:variable;	mso-font-signature:24577 0 0 0 64 0;}@font-face	{font-family:"Trebuchet MS";	panose-1:2 11 6 3 2 2 2 2 2 4;	mso-font-charset:0;	mso-generic-font-family:swiss;	mso-font-pitch:variable;	mso-font-signature:647 0 0 0 159 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal	{mso-style-unhide:no;	mso-style-qformat:yes;	mso-style-parent:"";	margin-top:0in;	margin-right:0in;	margin-bottom:10.0pt;	margin-left:0in;	line-height:115%;	mso-pagination:widow-orphan;	font-size:11.0pt;	font-family:"Calibri","sans-serif";	mso-ascii-font-family:Calibri;	mso-ascii-theme-font:minor-latin;	mso-fareast-font-family:Calibri;	mso-fareast-theme-font:minor-latin;	mso-hansi-font-family:Calibri;	mso-hansi-theme-font:minor-latin;	mso-bidi-font-family:Arial;	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}h3	{mso-style-priority:9;	mso-style-qformat:yes;	mso-style-link:"Heading 3 Char";	mso-style-next:Normal;	margin-top:10.0pt;	margin-right:0in;	margin-bottom:0in;	margin-left:0in;	margin-bottom:.0001pt;	line-height:115%;	mso-pagination:widow-orphan lines-together;	page-break-after:avoid;	mso-outline-level:3;	font-size:11.0pt;	font-family:"Cambria","serif";	mso-ascii-font-family:Cambria;	mso-ascii-theme-font:major-latin;	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";	mso-fareast-theme-font:major-fareast;	mso-hansi-font-family:Cambria;	mso-hansi-theme-font:major-latin;	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";	mso-bidi-theme-font:major-bidi;	color:#4F81BD;	mso-themecolor:accent1;}h6	{mso-style-priority:9;	mso-style-qformat:yes;	mso-style-link:"Heading 6 Char";	mso-style-next:Normal;	margin-top:10.0pt;	margin-right:0in;	margin-bottom:0in;	margin-left:0in;	margin-bottom:.0001pt;	line-height:115%;	mso-pagination:widow-orphan lines-together;	page-break-after:avoid;	mso-outline-level:6;	font-size:11.0pt;	font-family:"Cambria","serif";	mso-ascii-font-family:Cambria;	mso-ascii-theme-font:major-latin;	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";	mso-fareast-theme-font:major-fareast;	mso-hansi-font-family:Cambria;	mso-hansi-theme-font:major-latin;	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";	mso-bidi-theme-font:major-bidi;	color:#243F60;	mso-themecolor:accent1;	mso-themeshade:127;	font-weight:normal;	font-style:italic;}p.MsoHeading9, li.MsoHeading9, div.MsoHeading9	{mso-style-priority:9;	mso-style-qformat:yes;	mso-style-link:"Heading 9 Char";	mso-style-next:Normal;	margin-top:10.0pt;	margin-right:0in;	margin-bottom:0in;	margin-left:0in;	margin-bottom:.0001pt;	line-height:115%;	mso-pagination:widow-orphan lines-together;	page-break-after:avoid;	mso-outline-level:9;	font-size:10.0pt;	font-family:"Cambria","serif";	mso-ascii-font-family:Cambria;	mso-ascii-theme-font:major-latin;	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";	mso-fareast-theme-font:major-fareast;	mso-hansi-font-family:Cambria;	mso-hansi-theme-font:major-latin;	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";	mso-bidi-theme-font:major-bidi;	color:#404040;	mso-themecolor:text1;	mso-themetint:191;	font-style:italic;}p.MsoFootnoteText, li.MsoFootnoteText, div.MsoFootnoteText	{mso-style-noshow:yes;	mso-style-priority:99;	mso-style-link:"Footnote Text Char";	margin:0in;	margin-bottom:.0001pt;	mso-pagination:widow-orphan;	font-size:10.0pt;	font-family:"Times New Roman","serif";	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";}span.MsoFootnoteReference	{mso-style-noshow:yes;	mso-style-priority:99;	vertical-align:super;}p.MsoBodyTextIndent, li.MsoBodyTextIndent, div.MsoBodyTextIndent	{mso-style-noshow:yes;	mso-style-priority:99;	mso-style-link:"Body Text Indent Char";	margin-top:6.0pt;	margin-right:0in;	margin-bottom:0in;	margin-left:10.5pt;	margin-bottom:.0001pt;	text-align:justify;	text-indent:-10.5pt;	mso-pagination:widow-orphan;	font-size:9.0pt;	font-family:"Trebuchet MS","sans-serif";	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";}p.MsoBodyTextIndent2, li.MsoBodyTextIndent2, div.MsoBodyTextIndent2	{mso-style-noshow:yes;	mso-style-priority:99;	mso-style-link:"Body Text Indent 2 Char";	margin-top:6.0pt;	margin-right:0in;	margin-bottom:0in;	margin-left:14.75pt;	margin-bottom:.0001pt;	text-align:justify;	text-indent:-14.75pt;	mso-pagination:widow-orphan;	font-size:9.0pt;	font-family:"Trebuchet MS","sans-serif";	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";}p.MsoBodyTextIndent3, li.MsoBodyTextIndent3, div.MsoBodyTextIndent3	{mso-style-noshow:yes;	mso-style-priority:99;	mso-style-link:"Body Text Indent 3 Char";	margin-top:6.0pt;	margin-right:0in;	margin-bottom:0in;	margin-left:11.8pt;	margin-bottom:.0001pt;	text-align:justify;	text-indent:-11.8pt;	mso-pagination:widow-orphan;	font-size:9.0pt;	font-family:"Trebuchet MS","sans-serif";	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";}span.Heading3Char	{mso-style-name:"Heading 3 Char";	mso-style-priority:9;	mso-style-unhide:no;	mso-style-locked:yes;	mso-style-link:"Heading 3";	font-family:"Cambria","serif";	mso-ascii-font-family:Cambria;	mso-ascii-theme-font:major-latin;	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";	mso-fareast-theme-font:major-fareast;	mso-hansi-font-family:Cambria;	mso-hansi-theme-font:major-latin;	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";	mso-bidi-theme-font:major-bidi;	color:#4F81BD;	mso-themecolor:accent1;	font-weight:bold;}span.Heading6Char	{mso-style-name:"Heading 6 Char";	mso-style-priority:9;	mso-style-unhide:no;	mso-style-locked:yes;	mso-style-link:"Heading 6";	font-family:"Cambria","serif";	mso-ascii-font-family:Cambria;	mso-ascii-theme-font:major-latin;	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";	mso-fareast-theme-font:major-fareast;	mso-hansi-font-family:Cambria;	mso-hansi-theme-font:major-latin;	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";	mso-bidi-theme-font:major-bidi;	color:#243F60;	mso-themecolor:accent1;	mso-themeshade:127;	font-style:italic;}span.Heading9Char	{mso-style-name:"Heading 9 Char";	mso-style-priority:9;	mso-style-unhide:no;	mso-style-locked:yes;	mso-style-link:"Heading 9";	mso-ansi-font-size:10.0pt;	mso-bidi-font-size:10.0pt;	font-family:"Cambria","serif";	mso-ascii-font-family:Cambria;	mso-ascii-theme-font:major-latin;	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";	mso-fareast-theme-font:major-fareast;	mso-hansi-font-family:Cambria;	mso-hansi-theme-font:major-latin;	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";	mso-bidi-theme-font:major-bidi;	color:#404040;	mso-themecolor:text1;	mso-themetint:191;	font-style:italic;}span.FootnoteTextChar	{mso-style-name:"Footnote Text Char";	mso-style-noshow:yes;	mso-style-priority:99;	mso-style-unhide:no;	mso-style-locked:yes;	mso-style-link:"Footnote Text";	mso-ansi-font-size:10.0pt;	mso-bidi-font-size:10.0pt;	font-family:"Times New Roman","serif";	mso-ascii-font-family:"Times New Roman";	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";	mso-hansi-font-family:"Times New Roman";	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";}span.BodyTextIndentChar	{mso-style-name:"Body Text Indent Char";	mso-style-noshow:yes;	mso-style-priority:99;	mso-style-unhide:no;	mso-style-locked:yes;	mso-style-link:"Body Text Indent";	mso-ansi-font-size:9.0pt;	mso-bidi-font-size:9.0pt;	font-family:"Trebuchet MS","sans-serif";	mso-ascii-font-family:"Trebuchet MS";	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";	mso-hansi-font-family:"Trebuchet MS";	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";}span.BodyTextIndent2Char	{mso-style-name:"Body Text Indent 2 Char";	mso-style-noshow:yes;	mso-style-priority:99;	mso-style-unhide:no;	mso-style-locked:yes;	mso-style-link:"Body Text Indent 2";	mso-ansi-font-size:9.0pt;	mso-bidi-font-size:9.0pt;	font-family:"Trebuchet MS","sans-serif";	mso-ascii-font-family:"Trebuchet MS";	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";	mso-hansi-font-family:"Trebuchet MS";	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";}span.BodyTextIndent3Char	{mso-style-name:"Body Text Indent 3 Char";	mso-style-noshow:yes;	mso-style-priority:99;	mso-style-unhide:no;	mso-style-locked:yes;	mso-style-link:"Body Text Indent 3";	mso-ansi-font-size:9.0pt;	mso-bidi-font-size:9.0pt;	font-family:"Trebuchet MS","sans-serif";	mso-ascii-font-family:"Trebuchet MS";	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";	mso-hansi-font-family:"Trebuchet MS";	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";}p.normalassalaam, li.normalassalaam, div.normalassalaam	{mso-style-name:normalassalaam;	mso-style-unhide:no;	margin:0in;	margin-bottom:.0001pt;	text-align:justify;	line-height:12.0pt;	mso-pagination:widow-orphan;	text-autospace:none;	font-size:9.0pt;	font-family:"Arial","sans-serif";	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";}.MsoChpDefault	{mso-style-type:export-only;	mso-default-props:yes;	mso-ascii-font-family:Calibri;	mso-ascii-theme-font:minor-latin;	mso-fareast-font-family:Calibri;	mso-fareast-theme-font:minor-latin;	mso-hansi-font-family:Calibri;	mso-hansi-theme-font:minor-latin;	mso-bidi-font-family:Arial;	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}.MsoPapDefault	{mso-style-type:export-only;	margin-bottom:10.0pt;	line-height:115%;}@page Section1	{size:8.5in 11.0in;	margin:1.0in 1.0in 1.0in 1.0in;	mso-header-margin:35.4pt;	mso-footer-margin:35.4pt;	mso-paper-source:0;}div.Section1	{page:Section1;}--&gt;&lt;/style&gt;  &lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_EjSgRuGN76o/TSgSvcLzv7I/AAAAAAAAAII/1gpCDZo718U/s1600/SFASDf.jpeg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_EjSgRuGN76o/TSgSvcLzv7I/AAAAAAAAAII/1gpCDZo718U/s1600/SFASDf.jpeg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;h6 align="center" style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/h6&gt;&lt;h6 align="center" style="line-height: normal; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; font-style: normal;"&gt;“Siapa yang berbicara tentang Al-Qur’an dengan pemikirannya semata, kemudian benar, maka itupun tetap dinilai salah.”&lt;/span&gt;&lt;/h6&gt;&lt;h6 align="center" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 115%;"&gt;(&lt;b&gt;HR. Abu Dawud, Turmidzi &amp;amp; Nasa’i)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h6&gt;&lt;h6 align="center" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 115%;"&gt;PEMBAGIAN AL-QUR`AN&lt;/span&gt;&lt;/h6&gt;&lt;div class="MsoHeading9"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;A.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 7pt; line-height: 115%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;Macam Pembagian Ayat &amp;amp; Surah&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in 0in 4pt 9pt; text-indent: 27pt;"&gt;Para ulama berusaha untuk mengkaji Al-Qur’an dengan lebih mendalam dengan cara mengelompokkan ayat-ayatnya sesuai waktu &amp;amp; tempat turunnya. Sehingga timbullah istilah Madaniyah &amp;amp; Makkiyah. &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 4pt 9pt; text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;Abul Qasim Al-Hasan An-Naisaburi&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt; dalam &lt;i&gt;At-Tanbih ‘ala Fadli ‘Ulumil Qur’an&lt;/i&gt; menyebutkan, “&lt;i&gt;Diantara ilmu-ilmu Qur’an yang paling mulia adalah ilmu tentang Nuzul Qur’an &amp;amp; daerahnya, urutan turunnya di Makkah &amp;amp; Madinah, …” &lt;a href="http://www.blogger.com/post-create.do" name="_ftnref1"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="mk:@MSITStore:E:%5COFFICE%5CCHM%20FILE%5CBelajar%20Mengenal%20&amp;amp;%20Mencintai%20Al-Qur%27an.chm::/%7Ehtm/VI.%201.%20Bagi.htm#_ftn1" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;[1]&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 4pt 9pt; text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;Qadi Abu Bakar Al-Baqalani&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt; dalam &lt;i&gt;Al-Intisar&lt;/i&gt; mengatakan, &lt;i&gt;“Pengetahuan tentang Makki &amp;amp; Madani itu mengacu pada hafalan para shahabat &amp;amp; tabi’in. Tidak ada suatu keterangan pun yang datang dari Rasulullah mengenai hal itu, sebab ia tidak diperintahkan untuk itu. Dan Allah SWT tidak menjadikan ilmu pengetahuan hal itu sebagai kewajiban umat.”&lt;/i&gt; &lt;a href="http://www.blogger.com/post-create.do" name="_ftnref2"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="mk:@MSITStore:E:%5COFFICE%5CCHM%20FILE%5CBelajar%20Mengenal%20&amp;amp;%20Mencintai%20Al-Qur%27an.chm::/%7Ehtm/VI.%201.%20Bagi.htm#_ftn2" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;[2]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 4pt 9pt; text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;Sehingga terjadi perbedaan pendapat dari para ulama dalam menentukan apakah ayat ini Madaniyah ataukah Makkiyah. &lt;b&gt;Imam As-Suyuthi&lt;/b&gt; menyebutkan jika pembukaan surah turun di Makkah maka ditulis di Makkah. Jika ayat berikutnya turun di Madinah maka ayat-ayat itu diikutkan kepadanya. Dan baik Makkiyah ataupun Madaniyah, didalammya terdapat ayat-ayat yang dikecualikan.&lt;a href="http://www.blogger.com/post-create.do" name="_ftnref3"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="mk:@MSITStore:E:%5COFFICE%5CCHM%20FILE%5CBelajar%20Mengenal%20&amp;amp;%20Mencintai%20Al-Qur%27an.chm::/%7Ehtm/VI.%201.%20Bagi.htm#_ftn3" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;[3]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;b&gt;Ibnu Katsir&lt;/b&gt; didalam tafsirnya menyebutkan ada 25 surah Madaniyah &amp;amp; 89 surah Makkiyah. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 4pt 9pt; text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;Sesuai perkataan Abu Qasim An-Naisaburi, ada 14 hal yang penting dipelajari dalam pembahasan ini : &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 4pt 27pt; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;1.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 7pt; line-height: 115%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;Surah-surah Madaniyah&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 4pt 0.25in; text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;Pendapat yang paling mendekati kebenaran mengenai jumlahnya adalah &lt;b&gt;20 surah&lt;/b&gt; yakni : Al-Baqarah [2], Ali ‘Imran [3], An-Nisa’ [4], Al-Ma’idah [5], Al-Anfal [8], At-Taubah [9], An-Nur [24], Al-Ahzab [33], Muhammad [47], Al-Fath [48], Al-Hujurat [49], Al-Hadid [57], Al-Mujadalah [58], Al-Hasyr [59], Al-Mumtahanah [60], Al-Jumu’ah [62], Al-Munafiqun [63], At-Talaq [65], At-Tahrim [66], An-Nasr [110].&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 4pt 27pt; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;2.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 7pt; line-height: 115%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;Surah-surah Makkiyah&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 4pt 0.25in; text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;Pendapat yang paling mendekati kebenaran mengenai jumlahnya adalah &lt;b&gt;82 surah&lt;/b&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 4pt 27pt; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;3.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 7pt; line-height: 115%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;Surah-surah yang diperselisihkan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 4pt 0.25in; text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;Pendapat yang paling mendekati kebenaran mengenai jumlahnya adalah &lt;b&gt;12 surah&lt;/b&gt; yakni : Al-Fatihah [1], Ar-Ra’d [13], Ar-Rahman [55], As-Saf [61], At-Taghaabun [64], Al-Mutaffifin [83], Al-Qadar [97], Al-Bayyinah [98], Az-Zalzalah [99], Al-Ikhlas [112], Al-Falaq [113], An-Nas [114].&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 4pt 27pt; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;4.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 7pt; line-height: 115%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;Ayat Makkiyah dalam surah Madaniyah&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyTextIndent" style="margin: 0in 0in 4pt 0.25in; text-indent: 27pt;"&gt;Contoh ayat seperti ini adalah QS. Al-Anfal [8] : 30, Allah SWT berfirman :&lt;/div&gt;&lt;h3 dir="RTL" style="direction: rtl; margin: 0in 0.25in 4pt; text-align: justify; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;;"&gt;وَإِذْ يَمْكُرُ بِكَ الَّذِينَ كَفَرُوا لِيُثْبِتُوكَ أَوْ يَقْتُلُوكَ أَوْ يُخْرِجُوكَ وَيَمْكُرُونَ وَيَمْكُرُ اللَّهُ وَاللَّهُ خَيْرُ الْمَاكِرِينَ&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 4pt 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;“Dan (ingatlah) ketika orang kafir (Quraisy) membuat makar terhadapmu untuk menangkap &amp;amp; memenjarakanmu atau membunuhmu atau mengusirmu. Mereka membuat makar, tetapi Allah menggagalkan makar mereka. Dan Allah adalah sebaik-baik pembalas makar.” &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;(&lt;b&gt;Al-Anfal [8] : 30&lt;/b&gt;)&lt;a href="http://www.blogger.com/post-create.do" name="_ftnref4"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="mk:@MSITStore:E:%5COFFICE%5CCHM%20FILE%5CBelajar%20Mengenal%20&amp;amp;%20Mencintai%20Al-Qur%27an.chm::/%7Ehtm/VI.%201.%20Bagi.htm#_ftn4" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;[4]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="RTL" lang="AR-SA" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 4pt 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;Contoh lain adalah QS. Al-Anfal [8] : 64.&lt;a href="http://www.blogger.com/post-create.do" name="_ftnref5"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="mk:@MSITStore:E:%5COFFICE%5CCHM%20FILE%5CBelajar%20Mengenal%20&amp;amp;%20Mencintai%20Al-Qur%27an.chm::/%7Ehtm/VI.%201.%20Bagi.htm#_ftn5" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;[5]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 4pt 27pt; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;5.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 7pt; line-height: 115%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;Ayat Madaniyah dalam surah Makkiyah &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 4pt 0.25in; text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;Contohnya seperti perkataan &lt;b&gt;Ibnu Abbas &lt;/b&gt;bahwa QS. Al-An’am turun sekaligus di Mekkah sehingga Makkiyah kecuali ayat 151-153. Dan QS. Al-Hajj [22] adalah Makkiyah kecuali ayat 19-21. &lt;b&gt;Ibnu Katsir&lt;/b&gt; juga menyebutkan QS. Al-Ankabut [29] : 6.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" dir="RTL" style="direction: rtl; margin: 0in 1.55pt 4pt 0in; text-align: justify; text-indent: 1.55pt; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;;"&gt;وَمَنْ جَاهَدَ فَإِنَّمَا يُجَاهِدُ لِنَفْسِهِ إِنَّ اللَّهَ لَغَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِينَ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 4pt 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;“Dan siapa yang berjihat, maka sesungguhnya jihadnya itu adalah untuk dirinya sendiri. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kaya dari semesta alam.”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt; (&lt;b&gt;QS. Al-Ankabut [29] : 6&lt;/b&gt;)&lt;/span&gt;&lt;span dir="RTL" lang="AR-SA" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 4pt 27pt; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;6.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 7pt; line-height: 115%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;Ayat yang diturunkan di Mekkah sedang hukumnya Madaniyah&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 4pt 0.25in; text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;Contoh ayat seperti ini adalah QS. Al-Hujurat [49] : 13, Allah SWT berfirman :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;h3 dir="RTL" style="direction: rtl; margin: 0in 0.25in 4pt; text-align: justify; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;;"&gt;يَاأَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَى وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 4pt 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;“Wahai manusia, kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki &amp;amp; seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah adalah yang paling bertakwa. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui &amp;amp; Maha Mengenal.” &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;(&lt;b&gt;Al-Hujurat [49] : 13&lt;/b&gt;)&lt;a href="http://www.blogger.com/post-create.do" name="_ftnref6"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="mk:@MSITStore:E:%5COFFICE%5CCHM%20FILE%5CBelajar%20Mengenal%20&amp;amp;%20Mencintai%20Al-Qur%27an.chm::/%7Ehtm/VI.%201.%20Bagi.htm#_ftn6" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;[6]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="RTL" lang="AR-SA" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 4pt 27pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;7.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 7pt; line-height: 115%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;Ayat yang diturunkan di Madinah sedang hukumnya Makkiyah&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 4pt 0.25in; text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;Ayat seperti ini diturunkan di Madinah dan tetapi seruannya ditujukan kepada orang musyrik penduduk Mekkah. Contohya adalah QS. Al-Mumtahanah [60] dan permulaan QS. Al-Bara’ah (At-Taubah) [9] yang ditujukan untuk Musyrikin Mekkah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 4pt 27pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;8.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 7pt; line-height: 115%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;Ayat yang serupa dengan yang diturunkan di Mekkah dalam Madaniyah&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyTextIndent" style="margin: 0in 0in 4pt 0.25in; text-indent: 27pt;"&gt;Yakni ayat yang dalam surah Madaniyah tetapi mempunyai gaya bahasa dan ciri umum Makkiyah. Contohnya QS. Al-Anfal [8] : 32 &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyTextIndent" dir="RTL" style="direction: rtl; margin: 0in 1.55pt 4pt 0.25in; text-align: justify; text-indent: 1.55pt; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;وَإِذْ قَالُوا اللَّهُمَّ إِنْ كَانَ هَذَا هُوَ الْحَقَّ مِنْ عِنْدِكَ فَأَمْطِرْ عَلَيْنَا حِجَارَةً مِنَ السَّمَاءِ أَوِ ائْتِنَا بِعَذَابٍ أَلِيمٍ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 4pt 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;“Dan (ingatlah), ketika mereka berkata : Ya Allah, jika benar (Al-Qur’an) ini benar dari sisi-Mu, maka hujanilah kami dengan batu dari langit. Atau datangkanlah kepada kami azab yang pedih.”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;(&lt;b&gt;QS. Al-Anfaal [8] : 32&lt;/b&gt;)&lt;a href="http://www.blogger.com/post-create.do" name="_ftnref7"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="mk:@MSITStore:E:%5COFFICE%5CCHM%20FILE%5CBelajar%20Mengenal%20&amp;amp;%20Mencintai%20Al-Qur%27an.chm::/%7Ehtm/VI.%201.%20Bagi.htm#_ftn7" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;[7]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="RTL" lang="AR-SA" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 4pt 27pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;9.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 7pt; line-height: 115%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;Ayat yang serupa dengan yang diturunkan di Madinah dalam Makkiyah&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 4pt 0.25in; text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;Yakni ayat yang dalam surah Makkiyah tetapi mempunyai gaya bahasa &amp;amp; ciri umum Madaniyah. Contohnya QS. An-Najm [53] : 32&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" dir="RTL" style="direction: rtl; margin-bottom: 4pt; text-align: justify; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;;"&gt;الَّذِينَ يَجْتَنِبُونَ كَبَائِرَ الْإِثْمِ وَالْفَوَاحِشَ إِلَّا اللَّمَمَ ...&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 4pt 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;“(Yaitu) Mereka yang menjauhi dosa-dosa besar &amp;amp; perbuatan keji yang selain kesalahan-kesalahan kecil.” &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;(&lt;b&gt;An-Najm [53] : 32&lt;/b&gt;)&lt;a href="http://www.blogger.com/post-create.do" name="_ftnref8"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="mk:@MSITStore:E:%5COFFICE%5CCHM%20FILE%5CBelajar%20Mengenal%20&amp;amp;%20Mencintai%20Al-Qur%27an.chm::/%7Ehtm/VI.%201.%20Bagi.htm#_ftn8" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;[8]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="RTL" lang="AR-SA" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 4pt 27pt; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;10.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 7pt; line-height: 115%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;Ayat yang dibawa dari Mekkah ke Madinah&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 4pt 0.25in; text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;Contohnya adalah QS. Al-A’la [87] dalilnya &lt;b&gt;HR. Bukhari&lt;/b&gt; dari Al-Barra bin ‘Azib yang menceritakan kedatangan pertama shahabat ke Madinah. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 4pt 27pt; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;11.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 7pt; line-height: 115%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;Ayat yang dibawa dari Madinah ke Mekkah&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 4pt 0.25in; text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;Contohnya awal QS. Al-Bara’ah [9] dalilnya ketika Rasul SAW memerintahkan Ali kw untuk menyampaikan kepada Abu Bakar ra untuk berhaji &amp;amp; mengumumkan bahwa setelah tahun kesembilan tidak seorangpun Kaum Musyrikin diperbolehkan berhaji. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 4pt 27pt; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;12.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 7pt; line-height: 115%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;Ayat yang turun pada malam &amp;amp; siang hari&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 4pt 0.25in; text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;Kebanyakan ayat Qur’an turun pada siang hari. Ayat yang turun pada malam hari diantaranya adalah QS. Ali Imran [3] : 190.&lt;a href="http://www.blogger.com/post-create.do" name="_ftnref9"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="mk:@MSITStore:E:%5COFFICE%5CCHM%20FILE%5CBelajar%20Mengenal%20&amp;amp;%20Mencintai%20Al-Qur%27an.chm::/%7Ehtm/VI.%201.%20Bagi.htm#_ftn9" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;[9]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; Contoh lainnya QS. At-Taubah [9] : 117-118&lt;a href="http://www.blogger.com/post-create.do" name="_ftnref10"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="mk:@MSITStore:E:%5COFFICE%5CCHM%20FILE%5CBelajar%20Mengenal%20&amp;amp;%20Mencintai%20Al-Qur%27an.chm::/%7Ehtm/VI.%201.%20Bagi.htm#_ftn10" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;[10]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &amp;amp; QS. Al-Fath [48]. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 4pt 27pt; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;13.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 7pt; line-height: 115%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;Ayat yang turun diwaktu menetap &amp;amp; dalam perjalanan &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyTextIndent" style="margin: 0in 0in 4pt 0.25in; text-indent: 27pt;"&gt;Kebanyakan Qur’an itu turun diwaktu menetap. Ayat yang turun didalam perjalanan adalah At-Taubah [9] : 34 &lt;a href="http://www.blogger.com/post-create.do" name="_ftnref11"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="mk:@MSITStore:E:%5COFFICE%5CCHM%20FILE%5CBelajar%20Mengenal%20&amp;amp;%20Mencintai%20Al-Qur%27an.chm::/%7Ehtm/VI.%201.%20Bagi.htm#_ftn11" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;[11]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;, QS. Al-Hajj [22] : 1-2 &lt;a href="http://www.blogger.com/post-create.do" name="_ftnref12"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="mk:@MSITStore:E:%5COFFICE%5CCHM%20FILE%5CBelajar%20Mengenal%20&amp;amp;%20Mencintai%20Al-Qur%27an.chm::/%7Ehtm/VI.%201.%20Bagi.htm#_ftn12" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;[12]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &amp;amp; QS. Al-Fath [48].&lt;a href="http://www.blogger.com/post-create.do" name="_ftnref13"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="mk:@MSITStore:E:%5COFFICE%5CCHM%20FILE%5CBelajar%20Mengenal%20&amp;amp;%20Mencintai%20Al-Qur%27an.chm::/%7Ehtm/VI.%201.%20Bagi.htm#_ftn13" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;[13]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 4pt 27pt; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;14.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 7pt; line-height: 115%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;Ayat yang turun pada musim panas &amp;amp; dingin&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 4pt 0.25in; text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;Para ulama memberi contoh ayat yang turun di musim panas ialah QS. An-Nisa’ [4] : 176&lt;a href="http://www.blogger.com/post-create.do" name="_ftnref14"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="mk:@MSITStore:E:%5COFFICE%5CCHM%20FILE%5CBelajar%20Mengenal%20&amp;amp;%20Mencintai%20Al-Qur%27an.chm::/%7Ehtm/VI.%201.%20Bagi.htm#_ftn14" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;[14]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &amp;amp; At-Taubah [9] : 81.&lt;a href="http://www.blogger.com/post-create.do" name="_ftnref15"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="mk:@MSITStore:E:%5COFFICE%5CCHM%20FILE%5CBelajar%20Mengenal%20&amp;amp;%20Mencintai%20Al-Qur%27an.chm::/%7Ehtm/VI.%201.%20Bagi.htm#_ftn15" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;[15]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; Sedangkan yang turun dimusim dingin dicontohkan QS. An-Nur [24] : 11-26&lt;a href="http://www.blogger.com/post-create.do" name="_ftnref16"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="mk:@MSITStore:E:%5COFFICE%5CCHM%20FILE%5CBelajar%20Mengenal%20&amp;amp;%20Mencintai%20Al-Qur%27an.chm::/%7Ehtm/VI.%201.%20Bagi.htm#_ftn16" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;[16]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &amp;amp; Al-Ahzab [33] : 9.&lt;a href="http://www.blogger.com/post-create.do" name="_ftnref17"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="mk:@MSITStore:E:%5COFFICE%5CCHM%20FILE%5CBelajar%20Mengenal%20&amp;amp;%20Mencintai%20Al-Qur%27an.chm::/%7Ehtm/VI.%201.%20Bagi.htm#_ftn17" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;[17]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyTextIndent2" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 9pt; text-indent: 27pt;"&gt;Namun selanjutnya yang paling banyak dibahas adalah mengenai surah-surah Makkiyah &amp;amp; Madaniyah karena Makkiyah melambangkan fase dakwah yang memerlukan pengukuhan aqidah &amp;amp; penjelasan rukun-rukun iman. Madaniyah merupakan fase pembinaan masyarakat &amp;amp; Negara Islam yaitu fase yang memerlukan penetapan undang-undang &amp;amp; pengorganisasian.&lt;a href="http://www.blogger.com/post-create.do" name="_ftnref18"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="mk:@MSITStore:E:%5COFFICE%5CCHM%20FILE%5CBelajar%20Mengenal%20&amp;amp;%20Mencintai%20Al-Qur%27an.chm::/%7Ehtm/VI.%201.%20Bagi.htm#_ftn18" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;[18]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 4pt 0.25in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;B.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 7pt; line-height: 115%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;Kegunaan Mengetahui Makkiyah &amp;amp; Madaniyah&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 4pt 9pt; text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;Pengetahuan mengenai Makkiyah &amp;amp; Madaniyah berguna untuk :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 26.9pt; text-align: justify; text-indent: -17.85pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;1.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 7pt; line-height: 115%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;Alat bantu penafsiran Qur’an. Seorang penafsir dapat membedakan antara ayat yang nasikh &amp;amp; mansukh bila ada ayat yang kontradiktif.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 26.9pt; text-align: justify; text-indent: -17.85pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;2.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 7pt; line-height: 115%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;Meresapi gaya bahasa Qur’an dan memanfaatkan dalam metode berdakwah menuju jalan Allah SWT sebab setiap situasi mempunyai bahasa tersendiri.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;3.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 7pt; line-height: 115%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;Mengetahui sejarah hidup Nabi Muhammad SAW melalui ayat-ayat yang diturunkan sehingga dapat dipantau tahapan dakwah Rasululah SAW.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="normalassalaam" style="line-height: normal;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 4pt 0.25in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;C.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 7pt; line-height: 115%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;Dasar Pembagian Makkiyah &amp;amp; Madaniyah&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 4pt 9pt; text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;&amp;nbsp;Mengenai defenisi Makkiyah &amp;amp; Madaniyah, terdapat tiga pandangan ulama, yaitu :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 4pt 27pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;1.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 7pt; line-height: 115%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;Berdasarkan tempat turun&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 4pt 0.25in; text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;Makkiyah adalah yang turun di Mekkah dan sekitarnya seperti &lt;i&gt;Mina&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;Arafah&lt;/i&gt; &amp;amp; &lt;i&gt;Hudaibiyah&lt;/i&gt;. Madaniyah adalah yang turun di Madinah &amp;amp; sekitarnya seperti &lt;i&gt;Uhud&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;Quba&lt;/i&gt; &amp;amp; &lt;i&gt;Sil’.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyTextIndent" style="margin: 0in 0in 4pt 0.25in; text-indent: 27pt;"&gt;Kelemahan pendapat ini tidak ada pembagian konkrit untuk yang turun di perjalanan seperti di Tabuk (QS. At-Taubah [9] : 42) atau Baitul Maqdis (QS. Az-Zukhruf [43] : 45). Selain itu, yang turun di Mekkah sesudah hijrah akan disebut Makkiyah.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 4pt 27pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;2.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 7pt; line-height: 115%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;Berdasarkan sasaran&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 4pt 0.25in; text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;Makkiyah adalah yang seruannya ditujukan kepada penduduk Mekkah (&lt;i&gt;ya ayyuhan nas&lt;/i&gt;) &amp;amp; Madani adalah yang seruannya kepada penduduk Madinah (&lt;i&gt;ya ayyuhal ladzina amanu&lt;/i&gt;).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 4pt 0.25in; text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;Kelemahan pendapat ini adalah kebanyakan surah tidak selalu dibuka dengan seruan diatas. Selain itu ketentuan ini pun tidak konsisten misalnya didalam QS. Al-Baqarah terdapat ayat 21 &amp;amp; 168 dan ayat pertama QS. An-Nisa’ [4] yang dimulai dengan &lt;i&gt;ya ayyuhan nas &lt;/i&gt;padahal kedua surah itu Madaniyah. Begitu pula QS. Al-Hajj [22] yang Makkiyah tapi ayat ke-77 dimulai dengan &lt;i&gt;ya ayyuhal ladzina amanu&lt;/i&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 4pt 27pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;3.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 7pt; line-height: 115%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;Berdasarkan waktu turun&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;Makkiyah adalah yang diturunkan sebelum hijrah meskipun bukan di Mekkah &amp;amp; Madaniyah adalah yang diturunkan setelah hijrah meskipun bukan di Madinah. Contoh An-Nisa [4] : 58 &amp;amp; Al-Maidah [5] : 3. Pendapat ini lebih baik karena ia lebih memberikan kepastian &amp;amp; konsisten.&lt;a href="http://www.blogger.com/post-create.do" name="_ftnref19"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="mk:@MSITStore:E:%5COFFICE%5CCHM%20FILE%5CBelajar%20Mengenal%20&amp;amp;%20Mencintai%20Al-Qur%27an.chm::/%7Ehtm/VI.%201.%20Bagi.htm#_ftn19" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;[19]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 17.85pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoHeading9"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;D.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 7pt; line-height: 115%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;Cara Penentuan Makkiyah &amp;amp; Madaniyah &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 4pt 9pt; text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;Dua cara menentukan Makkiyah &amp;amp; Madaniyah, yaitu : &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 26.9pt; text-align: justify; text-indent: -17.85pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;1.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 7pt; line-height: 115%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;Sima’i Naqli, y&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;akni dengan pendengaran seperti apa adanya yang didasarkan pada riwayat shahih dari shahabat Rasul SAW yang menyaksikan turunnya wahyu atau dari para &lt;i&gt;tabi’in&lt;/i&gt; yang menerima &amp;amp; mendengar dari para shahabat. Sebagian besar proses penentuan pembagian Makkiyah &amp;amp; Madaniyyah didasarkan pada cara ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;2.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 7pt; line-height: 115%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;Qiyasi Ijtihadi, y&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;akni dengan cara ijtihad yang didasarkan pada ciri-ciri Makkiyah &amp;amp; Madaniyah&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="normalassalaam" style="line-height: normal;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 4pt 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;E.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 7pt; line-height: 115%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;Ketentuan dan Ciri Ayat Makiyah&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 4pt 9pt; text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;Para ulama telah meneliti masalah ini &amp;amp; menyimpulkan beberapa ketentuan &amp;amp; ciri khas Makkiyah, yaitu :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 4pt 9pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;Ketentuannya &lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 26.9pt; text-align: justify; text-indent: -17.85pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;1.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 7pt; line-height: 115%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;Setiap surah yang mengandung &lt;i&gt;sajdah&lt;/i&gt;. &lt;b&gt;Imam Al-Mundziri &lt;/b&gt;mengatakan ada 15 tempat ayat &lt;i&gt;sajdah&lt;/i&gt; dalam Al-Qur’an.&lt;a href="http://www.blogger.com/post-create.do" name="_ftnref20"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="mk:@MSITStore:E:%5COFFICE%5CCHM%20FILE%5CBelajar%20Mengenal%20&amp;amp;%20Mencintai%20Al-Qur%27an.chm::/%7Ehtm/VI.%201.%20Bagi.htm#_ftn20" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;[20]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 26.9pt; text-align: justify; text-indent: -17.85pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;2.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 7pt; line-height: 115%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;Setiap surah yang mengandung lafal &lt;i&gt;kalla&lt;/i&gt;. Lafal ini ada sebanyak 33 buah di dalam 15 buah surah yang terdapat pada separuh akhir Al-Qur’an.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 26.9pt; text-align: justify; text-indent: -17.85pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;3.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 7pt; line-height: 115%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;Setiap surah yang mengandung lafadz &lt;i&gt;ya ayyuhan nas&lt;/i&gt; &amp;amp; tidak ada &lt;i&gt;ya ayyuhal ladzina amanu&lt;/i&gt; kecuali QS. Al-Hajj [22].&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 26.9pt; text-align: justify; text-indent: -17.85pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;4.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 7pt; line-height: 115%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;Setiap surah yang mengandung kisah para nabi &amp;amp; umat terdahulu kecuali QS. Al-Baqarah [2].&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 26.9pt; text-align: justify; text-indent: -17.85pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;5.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 7pt; line-height: 115%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;Setiap surah yang mengandung kisah Adam &amp;amp; Iblis kecuali QS. Al-Baqarah [2].&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 4pt 27pt; text-align: justify; text-indent: -17.85pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;6.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 7pt; line-height: 115%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;Setiap surah yang dibuka dengan huruf singkatan kecuali QS. Al-Baqarah [2] &amp;amp; Ali Imran [3]. Sedang surah Ar-Ra’d [13] masih diperselisihkan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 4pt 9pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;Ciri tema &amp;amp; gaya bahasa&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt; :&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 26.9pt; text-align: justify; text-indent: -17.85pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;1.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 7pt; line-height: 115%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;Ajakan kepada tauhid &amp;amp; beribadah hanya kepada Allah SWT, pembuktian risalah, seputar hari kemudian, surga &amp;amp; neraka, argumentasi terhadap orang musyrik dengan bukti rasional &amp;amp; ayat &lt;i&gt;kauniyah.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 26.9pt; text-align: justify; text-indent: -17.85pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;2.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 7pt; line-height: 115%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;Peletakan dasar umum bagi perundangan &amp;amp; ahklak mulia yang menjadi dasar terbentuknya masyarakat, menyingkap dosa musyrikin dalam penumpahan darah, memakan harta anak yatim, tradisi buruk jahiliyah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 26.9pt; text-align: justify; text-indent: -17.85pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;3.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 7pt; line-height: 115%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;Menyebut kisah para nabi &amp;amp; umat terdahulu sebagai pelajaran &amp;amp; hiburan buat Rasul SAW agar tabah &amp;amp; yakin akan kemenangan Islam.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;4.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 7pt; line-height: 115%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;Suku katanya pendek-pendek disertai kata-kata mengesankan, pernyataannya singkat, terasa menembus ditelinga &amp;amp; terdengar sangat keras, menggetarkan hati, dan maknanya meyakinkan dengan lafal sumpah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 9pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 4pt 0.25in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;F.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 7pt; line-height: 115%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;Ciri Khas Ayat Madaniyah&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 4pt 9pt; text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;Adapun ketentuan &amp;amp; ciri khas Madaniyah, yaitu :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 4pt 9pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;Ketentuan&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt; :&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 26.9pt; text-indent: -17.85pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;1.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 7pt; line-height: 115%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;Setiap surah yang mengandung kewajiban atau &lt;i&gt;had&lt;/i&gt; (sanksi).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 26.9pt; text-align: justify; text-indent: -17.85pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;2.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 7pt; line-height: 115%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;Setiap surah yang didalamnya disebutkan munafikin kecuali QS. Al-Ankabut [29]. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 4pt 27pt; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;3.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 7pt; line-height: 115%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;Setiap surah yang mengandung dialog dengan ahli kitab.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 4pt 9pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;Ciri tema dan gaya bahasa&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt; :&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 26.9pt; text-align: justify; text-indent: -17.85pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;1.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 7pt; line-height: 115%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;Menjelaskan ibadah, muamalah, &lt;i&gt;had&lt;/i&gt;, kekeluargaan, warisan, jihad, hubungan sosial &amp;amp; hubungan internasional, baik diwaktu damai maupun perang, kaidah hukum &amp;amp; masalah perundangan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 26.9pt; text-align: justify; text-indent: -17.85pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;2.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 7pt; line-height: 115%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;Seruan terhadap ahli kitab &amp;amp; ajakan untuk beriman, menjelaskan penyimpangan mereka terhadap kitab-kitab Allah SWT, permusuhan mereka terhadap kebenaran &amp;amp; perselisihan mereka setelah ilmu dating kepada mereka.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 26.9pt; text-align: justify; text-indent: -17.85pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;3.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 7pt; line-height: 115%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;Menyingkap perilaku munafikin, menganalisis kejiwaan mereka, membuka kedoknya &amp;amp; menjelaskan bahwa mereka berbahaya bagi agama.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 4pt 27pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt; line-height: 115%;"&gt;4.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 7pt; line-height: 115%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;Suku kata &amp;amp; ayatnya panjang-panjang dan dengan gaya bahasa yang memantapkan syariat serta menjelaskan tujuan &amp;amp; sasarannya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings; font-size: 20pt; line-height: 115%;"&gt;˜™&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br clear="all" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;hr align="left" size="1" width="33%" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/post-create.do" name="_ftn1"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="mk:@MSITStore:E:%5COFFICE%5CCHM%20FILE%5CBelajar%20Mengenal%20&amp;amp;%20Mencintai%20Al-Qur%27an.chm::/%7Ehtm/VI.%201.%20Bagi.htm#_ftnref1" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="color: blue; font-size: 9pt;"&gt;[1]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;"&gt; &lt;b&gt;Studi Ilmu-ilmu Al-Qur’an &lt;/b&gt;hal 72.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/post-create.do" name="_ftn2"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="mk:@MSITStore:E:%5COFFICE%5CCHM%20FILE%5CBelajar%20Mengenal%20&amp;amp;%20Mencintai%20Al-Qur%27an.chm::/%7Ehtm/VI.%201.%20Bagi.htm#_ftnref2" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="color: blue; font-size: 9pt;"&gt;[2]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;"&gt; &lt;b&gt;Studi Ilmu-ilmu Al-Qur’an &lt;/b&gt;hal 83.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/post-create.do" name="_ftn3"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="mk:@MSITStore:E:%5COFFICE%5CCHM%20FILE%5CBelajar%20Mengenal%20&amp;amp;%20Mencintai%20Al-Qur%27an.chm::/%7Ehtm/VI.%201.%20Bagi.htm#_ftnref3" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="color: blue; font-size: 9pt;"&gt;[3]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;"&gt; &lt;b&gt;Apa Itu Al-Qur’an &lt;/b&gt;hal 50.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/post-create.do" name="_ftn4"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="mk:@MSITStore:E:%5COFFICE%5CCHM%20FILE%5CBelajar%20Mengenal%20&amp;amp;%20Mencintai%20Al-Qur%27an.chm::/%7Ehtm/VI.%201.%20Bagi.htm#_ftnref4" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="color: blue; font-size: 9pt;"&gt;[4]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;"&gt;Ibnu Katsir&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;"&gt; mengatakan bahwa pembesar Quraisy bertemu di Darun Nadwah, Iblis ikut dengan menyamar sebagai Syekh Nejed. Mereka berembuk untuk memenjarakan Rasul SAW sampai mati atau membuangnya. Tapi Iblis menolak pandangan itu. Lalu Abu Jahal mengusulkan untuk membunuh Rasul SAW dengan sejumlah pemuda dari berbagai suku. Pendapat ini kemudian diterima semua. Lalu Jibril as memberitahukan Rasul SAW. Dan lalu Rasul SAW diperintahkan hijrah ke Madinah. Sementara Ali kw menggantikan Rasul SAW tidur ditempat beliau.(&lt;b&gt;Ringkasan Tafsir Ibnu Katsir II&lt;/b&gt; pada pembahasan surah Al-Anfal)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/post-create.do" name="_ftn5"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="mk:@MSITStore:E:%5COFFICE%5CCHM%20FILE%5CBelajar%20Mengenal%20&amp;amp;%20Mencintai%20Al-Qur%27an.chm::/%7Ehtm/VI.%201.%20Bagi.htm#_ftnref5" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="color: blue; font-size: 9pt;"&gt;[5]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;"&gt;Hadits yang dikeluarkan Al-Bazzar dari Ibnu Abbas mengatakan bahwa ayat ini diturunkan ketika Umar bin Khattab masuk Islam.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/post-create.do" name="_ftn6"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="mk:@MSITStore:E:%5COFFICE%5CCHM%20FILE%5CBelajar%20Mengenal%20&amp;amp;%20Mencintai%20Al-Qur%27an.chm::/%7Ehtm/VI.%201.%20Bagi.htm#_ftnref6" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="color: blue; font-size: 9pt;"&gt;[6]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;"&gt;Ibnu Katsir&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;"&gt; membahas ayat ini dengan mencantumkan hadis yang menceritakan kondisi sewaktu &lt;i&gt;Fat-hu&lt;/i&gt; Makkah yakni ketika Rasul SAW sedang berkhutbah diatas unta. (&lt;b&gt;Ringkasan Tafsir Ibnu Katsir IV&lt;/b&gt;) Sedangkan didalam Kitab &lt;i&gt;Asbabun Nuzul&lt;/i&gt; hal 518 menyebutkan ayat ini turun sewaktu &lt;i&gt;Fat-hu&lt;/i&gt; Makkah ketika peristiwa Bilal azan diatas Ka’bah. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/post-create.do" name="_ftn7"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="mk:@MSITStore:E:%5COFFICE%5CCHM%20FILE%5CBelajar%20Mengenal%20&amp;amp;%20Mencintai%20Al-Qur%27an.chm::/%7Ehtm/VI.%201.%20Bagi.htm#_ftnref7" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="color: blue; font-size: 9pt;"&gt;[7]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;"&gt;Ayat ini mengingatkan pada permintaan Musyrikin Mekkah untuk disegerakan datangnya azab Allah SWT.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/post-create.do" name="_ftn8"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="mk:@MSITStore:E:%5COFFICE%5CCHM%20FILE%5CBelajar%20Mengenal%20&amp;amp;%20Mencintai%20Al-Qur%27an.chm::/%7Ehtm/VI.%201.%20Bagi.htm#_ftnref8" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="color: blue; font-size: 9pt;"&gt;[8]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;"&gt;As-Suyuthi&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;"&gt; mengatakan bahwa perbuatan keji ialah setiap dosa yang ada sanksinya dan dosa besar akan mendapat siksa neraka. Sedang kesalahan kecil diantara keduanya. Di Makkah belum ada sanksi &amp;amp; yang serupa dengannya. (&lt;b&gt;Al-Itqan I &lt;/b&gt;hal 18 yang dikutip dalam &lt;b&gt;Studi Ilmu-ilmu Al-Quran&lt;/b&gt; hal 76-77).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/post-create.do" name="_ftn9"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="mk:@MSITStore:E:%5COFFICE%5CCHM%20FILE%5CBelajar%20Mengenal%20&amp;amp;%20Mencintai%20Al-Qur%27an.chm::/%7Ehtm/VI.%201.%20Bagi.htm#_ftnref9" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="color: blue; font-size: 9pt;"&gt;[9]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;"&gt; &lt;b&gt;Ibnu Hibban&lt;/b&gt; mengutip hadist dari Bilal yang menceritakan bahwa dia melihat Rasul SAW menangis setelah mendapat wahyu QS. Ali Imran [3] : 190.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/post-create.do" name="_ftn10"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="mk:@MSITStore:E:%5COFFICE%5CCHM%20FILE%5CBelajar%20Mengenal%20&amp;amp;%20Mencintai%20Al-Qur%27an.chm::/%7Ehtm/VI.%201.%20Bagi.htm#_ftnref10" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="color: blue; font-size: 9pt;"&gt;[10]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;"&gt; Ayat ini turun sebagai bentuk pengampunan Allah SWT kepada tiga orang shahabat yang tidak ikut perang Tabuk karena kelalaian mereka, setelah mereka tobat dan menjalani hukuman didiamkan (dikucilkan) kaum muslimin selama 50 hari. Mereka adalah Ka’ab bin Malik, Murarah bin Ar-Rabi’ &amp;amp; Hilal bin Umaiyah. (&lt;b&gt;Sirah Nabawiyah Ibnu Hisyam&lt;/b&gt; &lt;b&gt;II&lt;/b&gt; hal 494-502).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/post-create.do" name="_ftn11"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="mk:@MSITStore:E:%5COFFICE%5CCHM%20FILE%5CBelajar%20Mengenal%20&amp;amp;%20Mencintai%20Al-Qur%27an.chm::/%7Ehtm/VI.%201.%20Bagi.htm#_ftnref11" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="color: blue; font-size: 9pt;"&gt;[11]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;"&gt; Dari &lt;b&gt;HR. Ahmad&lt;/b&gt; bahwa ayat ini turun ketika Rasul SAW dalam perjalanan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/post-create.do" name="_ftn12"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="mk:@MSITStore:E:%5COFFICE%5CCHM%20FILE%5CBelajar%20Mengenal%20&amp;amp;%20Mencintai%20Al-Qur%27an.chm::/%7Ehtm/VI.%201.%20Bagi.htm#_ftnref12" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="color: blue; font-size: 9pt;"&gt;[12]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;"&gt; &lt;b&gt;HR. Tirmidzi&lt;/b&gt; &amp;amp; &lt;b&gt;Hakim&lt;/b&gt; bahwa ayat ini turun ketika Rasul SAW dalam perjalanan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/post-create.do" name="_ftn13"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="mk:@MSITStore:E:%5COFFICE%5CCHM%20FILE%5CBelajar%20Mengenal%20&amp;amp;%20Mencintai%20Al-Qur%27an.chm::/%7Ehtm/VI.%201.%20Bagi.htm#_ftnref13" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="color: blue; font-size: 9pt;"&gt;[13]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;"&gt; &lt;b&gt;HR. Hakim&lt;/b&gt; dari Al-Miswar bin Makhramah &amp;amp; Marwan bin Al-Hakkam, keduanya berkata, “&lt;i&gt;Surah Al-Fath dari awal sampai akhir turun diantara Mekah &amp;amp; Madinah mengenai Hudaibiyah&lt;/i&gt;.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/post-create.do" name="_ftn14"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="mk:@MSITStore:E:%5COFFICE%5CCHM%20FILE%5CBelajar%20Mengenal%20&amp;amp;%20Mencintai%20Al-Qur%27an.chm::/%7Ehtm/VI.%201.%20Bagi.htm#_ftnref14" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="color: blue; font-size: 9pt;"&gt;[14]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;"&gt; &lt;b&gt;HR. Muslim&lt;/b&gt; menceritakan pertanyaan Umar ra kepada Rasul SAW mengenai &lt;i&gt;kalalah&lt;/i&gt;, sabda Rasul SAW, “Umar, belum cukupkah bagimu satu ayat yang diturunkan pada musim panas yang terdapat diakhir surah An-Nisa’ ?”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/post-create.do" name="_ftn15"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="mk:@MSITStore:E:%5COFFICE%5CCHM%20FILE%5CBelajar%20Mengenal%20&amp;amp;%20Mencintai%20Al-Qur%27an.chm::/%7Ehtm/VI.%201.%20Bagi.htm#_ftnref15" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="color: blue; font-size: 9pt;"&gt;[15]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;"&gt; Ayat ini turun sewaktu Perang Tabuk pada musin panas dimana kaum munafik tidak mau berangkat perang. (&lt;b&gt;Sirah Nabawiyah Ibnu Hisyam II&lt;/b&gt; hal 476).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/post-create.do" name="_ftn16"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="mk:@MSITStore:E:%5COFFICE%5CCHM%20FILE%5CBelajar%20Mengenal%20&amp;amp;%20Mencintai%20Al-Qur%27an.chm::/%7Ehtm/VI.%201.%20Bagi.htm#_ftnref16" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="color: blue; font-size: 9pt;"&gt;[16]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;"&gt; Menurut &lt;i&gt;Manna’ Al-Qattan&lt;/i&gt;, “Dalam hadits shahih disebutkan Aisyah berkata, “&lt;i&gt;Ayat-ayat itu turun pada hari yang dingin&lt;/i&gt;.” (&lt;b&gt;Studi ilmu-ilmu Al-Qur’an &lt;/b&gt;hal 80)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/post-create.do" name="_ftn17"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="mk:@MSITStore:E:%5COFFICE%5CCHM%20FILE%5CBelajar%20Mengenal%20&amp;amp;%20Mencintai%20Al-Qur%27an.chm::/%7Ehtm/VI.%201.%20Bagi.htm#_ftnref17" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="color: blue; font-size: 9pt;"&gt;[17]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;"&gt; &lt;b&gt;HR. Baihaqi&lt;/b&gt; dari Huzaifah berkata, “Orang-orang meninggalkan Rasulullah pada malam peristiwa Ahzab, kecuali 12 lelaki. Lalu Rasulullah datang kepadaku &amp;amp; berkata : &lt;i&gt;Bangkitlah &amp;amp; berangkatlah ke medan Perang Ahzab&lt;/i&gt;. Aku menjawab, “&lt;i&gt;Ya Rasulullah, demi yang mengutus engkau dengan sebenarnya, aku mematuhi engkau karena malu. Sebab hari dingin sekali&lt;/i&gt;.” Lalu turunlah ayat (ini).”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/post-create.do" name="_ftn18"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="mk:@MSITStore:E:%5COFFICE%5CCHM%20FILE%5CBelajar%20Mengenal%20&amp;amp;%20Mencintai%20Al-Qur%27an.chm::/%7Ehtm/VI.%201.%20Bagi.htm#_ftnref18" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="color: blue; font-size: 9pt;"&gt;[18]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;"&gt; &lt;b&gt;Apa Itu Al-Qur’an &lt;/b&gt;hal 49.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/post-create.do" name="_ftn19"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="mk:@MSITStore:E:%5COFFICE%5CCHM%20FILE%5CBelajar%20Mengenal%20&amp;amp;%20Mencintai%20Al-Qur%27an.chm::/%7Ehtm/VI.%201.%20Bagi.htm#_ftnref19" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="color: blue; font-size: 9pt;"&gt;[19]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;"&gt; &lt;b&gt;Studi Ilmu-ilmu Al-Qur’an&lt;/b&gt; hal 84.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/post-create.do" name="_ftn20"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="mk:@MSITStore:E:%5COFFICE%5CCHM%20FILE%5CBelajar%20Mengenal%20&amp;amp;%20Mencintai%20Al-Qur%27an.chm::/%7Ehtm/VI.%201.%20Bagi.htm#_ftnref20" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="color: blue; font-size: 9pt;"&gt;[20]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;"&gt; Ayat &lt;i&gt;sajdah&lt;/i&gt; didalam Al-Qur’an adalah Al-A’raf [7] : 206, Ar-Ra’d [13] :15, An-Nahl [16] : 50, Al-Isra’ [17] : 109, Al-Hajj [22] : 18 &amp;amp; 77, Al-Furqan [25] : 60, An-Naml [27] : 26, As-Sajdah [32] : 15, As-Shaad [38] : 24, Ha Mim [41] : 38, An-Najm [53] : 62, Al-Insyiqaq [84] : 21, Al-‘Alaq [96] : 19 &amp;amp; Maryam [19] : 58. (&lt;b&gt;Pedoman Bertaqarub Kepada Allah &lt;/b&gt;hal 155).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/723494244482934199-343853525925633655?l=bajankbrilliant.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bajankbrilliant.blogspot.com/feeds/343853525925633655/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bajankbrilliant.blogspot.com/2011/01/pembagian-al-quran.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/723494244482934199/posts/default/343853525925633655'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/723494244482934199/posts/default/343853525925633655'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bajankbrilliant.blogspot.com/2011/01/pembagian-al-quran.html' title='PEMBAGIAN AL-QUR&apos;AN'/><author><name>Jamaludin Tohir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15137828952366334717</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_EjSgRuGN76o/TRC1dsuepbI/AAAAAAAAAAQ/KzHhz0ntZ_w/S220/CGHDHDF.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_EjSgRuGN76o/TSgSvcLzv7I/AAAAAAAAAII/1gpCDZo718U/s72-c/SFASDf.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-723494244482934199.post-4869436312091156077</id><published>2011-01-07T23:30:00.000-08:00</published><updated>2011-01-07T23:30:02.805-08:00</updated><title type='text'>PENGERTIAN AL-QUR'AN</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_EjSgRuGN76o/TSgSYsUFYRI/AAAAAAAAAIE/QcYP9uVlaNM/s1600/SDGSD.jpeg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_EjSgRuGN76o/TSgSYsUFYRI/AAAAAAAAAIE/QcYP9uVlaNM/s1600/SDGSD.jpeg" /&gt;&lt;/a&gt;“Inilah Al-Kitab (Al-Qur’an) yang tidak ada keraguan didalamnya, merupakan petunjuk bagi mereka yang bertaqwa.”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;(QS. Al-Baqarah [2] : 2)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;PENGERTIAN AL QUR`AN&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;A.      Definisi Al-Qur’an&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pembahasan mengenai pengertian Al-Qur’an akan ditinjau dari dua aspek, yakni pembahasan dari sudut pandang bahasa &amp;amp; dari sudut pandang syara’.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menurut Bahasa&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Qur’an pada mulanya seperti qira’ah yaitu masdar dari qara’a, qira’atan, qur’anan. Qara’a mempunyai arti mengumpulkan dan menghimpun dan qira’ah berarti menghimpun huruf-huruf dan kata-kata yang satu dengan yang lain dalam satu ucapan yang tersusun rapi. Allah SWT berfirman :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;إِنَّ عَلَيْنَا جَمْعَهُ وَقُرْءَانَهُ(17) فَإِذَا قَرَأْنَاهُ فَاتَّبِعْ قُرْءَانَهُ&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Sesungguhnya atas tanggungan Kamilah mengumpulkannya (dalam dadamu) dan (membuatmu pandai) membacanya. Apabila Kami telah selesai membacakannya maka ikutilah bacaannya.” (Al-Qiyamah [75] : 17-18)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Qur’anah disini berarti qira’atahu (bacaannya/cara membacanya). Kita dapat mengatakan qara’tuhu, qur’an, qira’atan wa qur’anan artinya sama saja. Disini maqru’ (apa yang dibaca) diberi nama Qur’an yakni penamaan maf’ul dengan masdar.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menurut Syara’&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Secara syara’ Qur’an ialah kalamullah yang merupakan mukjizat yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan secara mutawwatir &amp;amp; membacanya merupakan ibadah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Definisi ditas dianggap telah cukup sempurna, karena defenisi harus merupakan deskripsi realitas yang mempunyai ciri jami’ &amp;amp; mani’.[1] Berikut ini penjelasan mengenai definisi diatas ditinjau dari ciri jami’ &amp;amp; mani’ :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1.       Kata kalamullah, berfungsi untuk mengkhususkan hanya kepada kalam Allah SWT.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2.       Kata merupakan mukjizat, berfungsi menjelaskan bahwa seluruh Al-Qur’an adalah mukjizat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3.       Kata diturunkan, berfungsi untuk mengecualikan kalamullah yang lain.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Contoh kalamullah lainnya adalah :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;قُلْ لَوْ كَانَ الْبَحْرُ مِدَادًا لِكَلِمَاتِ رَبِّي لَنَفِدَ الْبَحْرُ قَبْلَ أَنْ تَنْفَدَ كَلِمَاتُ رَبِّي وَلَوْ جِئْنَا بِمِثْلِهِ مَدَدًا&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Katakanlah : "Kalau sekiranya lautan menjadi tinta untuk (menulis) kalimat-kalimat Tuhanku, sungguh habislah lautan itu sebelum habis (ditulis) kalimat-kalimat Tuhanku, meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu (pula) (QS. Al-Kahfi (18) : 109) &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;وَلَوْ أَنَّمَا فِي الْأَرْضِ مِنْ شَجَرَةٍ أَقْلَامٌ وَالْبَحْرُ يَمُدُّهُ مِنْ بَعْدِهِ سَبْعَةُ أَبْحُرٍ مَا نَفِدَتْ كَلِمَاتُ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dan seandainya pohon-pohon di bumi menjadi pena dan laut (menjadi tinta), ditambahkan kepadanya tujuh laut (lagi) sesudah (kering) nya, niscaya tidak akan habis-habisnya (dituliskan) kalimat Allah. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana (QS.Luqman (31) : 27)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;4.       Kalimat kepada Nabi Muhammad SAW, berfungsi untuk mengecualikan nabi-nabi &amp;amp; rasul yang lain.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;5.       Kalimat diriwayatkan secara mutawwatir, berfungsi untuk mengecualikan riwayat yang tidak mutawwatir.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;6.       Kalimat membacanya merupakan ibadah, berfungsi untuk mengecualikan hadits Nabawi &amp;amp; Qudsi.[2]&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;B.       Nama-Nama Al-Qur’an&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Allah SWT menamakan Qur’an dengan beberapa nama. Imam As-Suyuthi[3] bahkan menyebutkan ada 46 buah nama. Muhammad Husain Abdullah[4] mengatakan bahwa sebagian nama tersebut sebenarnya merupakan sifat-sifat Al-Qur’an bukanlah namanya. Manna’ Khalil Al-Qattan[5] memaparkan nama &amp;amp; sifat dari Al-Qur’an. Berikut nama-nama Qur’an menurut beliau :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1.       Al-Qur’an, Allah SWT berfirman :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;إِنَّ هَذَا الْقُرْءَانَ يَهْدِي لِلَّتِي هِيَ أَقْوَمُ ...&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Qur’an ini memberi petunjuk kepada jalan yang lebih lurus.” (Al-Isra’ [17] : 9)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2.       Al-Kitab, Allah SWT berfirman :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;لَقَدْ أَنْزَلْنَا إِلَيْكُمْ كِتَابًا فِيهِ ذِكْرُكُمْ أَفَلَا تَعْقِلُونَ&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Telah kami turunkan kepadamu Al-Kitab yang didalamnya ...” (Al-Anbiya’ [21] : 10)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3.       Al-Furqan, Allah SWT berfirman :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;تَبَارَكَ الَّذِي نَزَّلَ الْفُرْقَانَ عَلَى عَبْدِهِ لِيَكُونَ لِلْعَالَمِينَ نَذِيرًا&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Maha Suci Allah yang telah menurunkan Al-Furqan kepada ...” (Al-Furqan [25] : 1)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;4.       Az-Zikr, Allah SWT berfirman :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Sesungguhnya Kamilah yang telah menurunkan Az-Zikr, …” (Al-Hijr [15] : 9)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;5.       At-Tanzil, Allah SWT berfirman :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;وَإِنَّهُ لَتَنْزِيلُ رَبِّ الْعَالَمِينَ&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Dan Qur’an ini Tanzil (diturunkan) dari Tuhan …” (Asy-Syua’ara [26] : 192)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebutan Al-Qur’an &amp;amp; Al-Kitab adalah lebih popular. Dr. M. Abdullah Daraz berkata, “Ia dinamakan Qur’an karena dibaca dengan lisan &amp;amp; dinamakan Al-Kitab karena ia ditulis dengan pena. Kedua nama ini menujukkan makna yang sesuai dengan kenyataannya.” [6]&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;C.       Sifat-sifat Al-Qur’an&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Allah SWT melukiskan Al-Qur’an dengan beberapa sifat, diantaranya :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1.       Nur (Cahaya), Allah SWT berfirman :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;يَاأَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاءَكُمْ بُرْهَانٌ مِنْ رَبِّكُمْ وَأَنْزَلْنَا إِلَيْكُمْ نُورًا مُبِينًا&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Wahai manusia telah datang kepadamu bukti kebenaran dari Tuhan-Mu &amp;amp; telah Kami turunkan kepadamu cahaya yang terang benderang.” (An-Nisa’ [4] : 174)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2.       Mauizah (Nasehat), Syifa (Obat), Huda (Petunjuk), Rahmah, firman Allah SWT :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;يَاأَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاءَتْكُمْ مَوْعِظَةٌ مِنْ رَبِّكُمْ وَشِفَاءٌ لِمَا فِي الصُّدُورِ وَهُدًى وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Wahai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu nasehat dari Tuhanmu &amp;amp; obat bagi yang ada didalam dada &amp;amp; petunjuk serta rahmat ...” (Yunus [10] : 57)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3.       Mubin (Yang menerangkan), Allah SWT berfirman :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;قَدْ جَاءَكُمْ مِنَ اللَّهِ نُورٌ وَكِتَابٌ مُبِينٌ&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Sesungguhnya telah datang kepadamu cahaya dari Allah SWT &amp;amp; Kitab yang menerangkan.” (Al-Maidah [5] :15)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;4.       Mubarak (Yang diberkati), Allah SWT berfirman :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;وَهَذَا كِتَابٌ أَنْزَلْنَاهُ مُبَارَكٌ مُصَدِّقُ الَّذِي بَيْنَ يَدَيْهِ ...&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Dan Qur’an ini adalah yang telah kami berkati, membenarkan kitab-kitab yang diturunkan sebelumnya….” (Al-An’am [6] : 92)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;5.       Busyra (Khabar gembira), Allah SWT berfirman :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;... مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيْهِ وَهُدًى وَبُشْرَى لِلْمُؤْمِنِينَ&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“…yang membenarkan kitab-kitab yang sebelumnya dan menjadikan petunjuk serta berita gembira bagi orang-orang yang beriman.” (Al-Baqarah [2] : 97)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;6.       ‘Aziz (Yang mulia), Allah SWT berfirman :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا بِالذِّكْرِ لَمَّا جَاءَهُمْ وَإِنَّهُ لَكِتَابٌ عَزِيزٌ&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Mereka yang mengingkari Az-Zikr ketika Qur’an itu datang kepada mereka, (mereka pasti akan celaka). Qur’an kitab yang mulia.” (Fussilat [41] : 41)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;7.       Majid (Yang dihormati), Allah SWT berfirman :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;بَلْ هُوَ قُرْءَانٌ مَجِيدٌ&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Bahkan yang mereka dustakan itu adalah Qur’an yang dihormati.” (Al-Buruj [85] :21)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;8.       Basyir (Pembawa khabar gembira) dan Nazir (Pembawa peringatan), Allah SWT berfirman&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;كِتَابٌ فُصِّلَتْ ءَايَاتُهُ قُرْءَانًا عَرَبِيًّا لِقَوْمٍ يَعْلَمُونَ(3) بَشِيرًا وَنَذِيرًا ...&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Kitab yang dijelaskan ayat-ayatnya, yakni bacaan dalam bahasa Arab, untuk kaum yang mengetahui, yang membawa khabar gembira &amp;amp; yang membawa peringatan...” (Fussilat [41] : 3-4)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;D.      Keistimewaan Al-Qur’an&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Banyak ulama yang telah menulis tentang keistimewaan Al-Qur’an.[7] Ada yang berdasarkan hadits shahih tapi ada pula berdasarkan hadits lemah bahkan palsu. Orang yang menciptakan hadits palsu mengenai keistimewaan Al-Qur’an dengan tujuan untuk membuat orang kembali mencintai Qur’an. Ini merupakan tindakan yang menunjukkan kebodohan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1.      Keistimewaan bagi pembacanya dan yang mendengarkannya, Allah SWT berfirman :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;وَإِذَا قُرِئَ الْقُرْءَانُ فَاسْتَمِعُوا لَهُ وَأَنْصِتُوا لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Apabila dibacakan Al-Qur’an (kepadamu), maka dengarkanlah baik-baik &amp;amp; perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat.” (Al-A’raf [7] : 204)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Siapa saja membaca satu huruf dari Al-Qur’an, dia akan memperoleh satu kebaikan. Dan kebaikan itu akan dibalas 10 X lipat. Aku tidak mengatakan alif lam mim itu satu huruf. Tapi alif satu huruf, lam satu huruf dan mim satu huruf.” (HR. Tirmidzi dari Ibnu Mas’ud, yang mengatakan hadits ini hasan &amp;amp; shahih)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Adapun hadits yang membicarakan hal ini adalah :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Dari Umamah ra, ia berkata, “Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, “Bacalah Al-Qur’an, karena sesungguhnya ia akan datang pada hari kiamat sebagai pemberi syafa’at bagi orang-orang yang membacanya.” (HR. Muslim)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Bacalah Al-Qur’an! Sebab dihari kiamat nanti akan datang sebagai penolong bagi pembacanya.” (HR. Turmudzi)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2.       Keistimewaan bagi yang mempelajari dan mengajarkannya&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Orang yang paling baik diantara kalian adalah orang yang mempelajari Al-Qur’an &amp;amp; mengajarkannya.” (HR. Bukhari)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3.       Keistimewaan bagi yang mengkhatamkan &amp;amp; penghafalnya&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Abu Hurairah berkata, “Siapa yang membaca Al-Qur’an dalam setiap tahun dua kali (khatam) maka ia telah menunaikan haknya, sebab Nabi SAW membacanya kepada JIbril pada tahun kematiannya sebanyakdua kali.” (Diriwayatkan oleh Hasan bin Ziad)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Sesungguhnya orang yang didalam dadanya tidak terdapat sedikitpun ayat Al-Qur’an, ibarat rumah yang roboh.” (HR. Turmidzi)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam hadits dari Abu Hurairah mengatakan bahwa Rasulullah SAW mengangkat pemimpin utusan dari kalangan sahabatnya berdasarkan hafalan mereka.[8]&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;4.       Keistimewaan surat yang dikandungnya&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“… Bacalah Az-Zahrawain, yaitu Al-Baqarah &amp;amp; Ali Imran. Karena kedua-duanya akan datang dihari kiamat seolah-olah menjadi dua tumpuk awan yang menaungi pembacanya atau menjadi dua burung yang sedang terbang lalu datang hendak membela pembacanya …(HR. Muslim)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Jantung Al-Qur’an adalah surat Yasiin. Tidaklah surat itu dibaca oleh seseorang yang menghendaki keridlaan Allah SWT &amp;amp; keselamatan pada hari akhirat, melainkan Allah SWT akan mengampuni dosa-dosanya,” (HR. Abu Dawud)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Siapa saja yang membaca Al-Waqi’ah tiap-tiap malam, maka ia tidak akan ditimpa kepapaan.” (HR. Al-Baihaqi)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Rasulullah menerangkan bahwa sesungguhnya Qulhuwallahu ahad itu menyamai 1/3 dari Al-Qur’an.” (HR. Muslim)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Berkata Abu Hurairah, “Rasulullah SAW bersabda, “Dalam Al-Qur’an terdapat surat berisi tiga puluh ayat yang dapat memberikan syafa’t kepada yang membacanya sehingga ia akan diampuni, yaitu Tabarakalladzi biyadihil Mulku.” (HR. Abu Dawud)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Siapa saja membaca dua ayat terakhir Al-Baqarah tiap-tiap malam, terpeliharalah dia dari bencana.” (HR. Ahmad)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;E.       Beda Al-Qur’an dengan Hadits Nabawi &amp;amp; Hadits Qudsi&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Secara ringkas perbedaan antara Al-Qur’an dengan hadits Nabawi &amp;amp; hadits Qudsi dapat dilihat pada tabel berikut ini :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;No   Al-Qur’an Hadits Nabawi Hadits Qudsi&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1  Asal lafalnya dari Allah SWT Rasulullah SAW  Rasulullah SAW &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2  Penyandarannya kepada Allah SWT  Rasulullah SAW  Allah SWT/Rasul&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3 Derajat riwayat Semua mutawwatir Tidak semua mutawwatir Tidak semua mutawwatir&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;4 Kemungkinan ditiru Tidak dapat Dapat Dapat&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;5  Membacanya Ibadah (pahala tiap huruf) Tidak pahala secara khusus Tidak pahala secara khusus&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;6 Membacanya dalam shalat Boleh Tidak boleh Tidak boleh&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;7 Menyentuh bagi yang junub Tidak boleh Boleh Boleh&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;8 Contohnya ………… ………… …………&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Contoh Hadits Qudsi :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1.       Contoh yang disandarkan kepada Rasul SAW adalah :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Dari Abu Hurairah ra dari Rasulullah SAW mengenai apa yang diriwayatkan dari Tuhannya AWJ, “Tangan Allah itu penuh, tidak dikurangi oleh nafkah, baik diwaktu malam ataupun siang hari….” (HR. Bukhari)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2.       Contoh yang disandarkan kepada Allah SWT adalah :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Dari Abu Hurairah ra bahwa Rasulullah SAW berkata : Allah SWT berfirman, “Aku menurut persangkaan hamba-Ku terhadap-Ku. Aku bersamanya bila ia menyebut-Ku. Bila dia menyebut-Ku didalam dirinya, maka Akupun menyebutnya di dalam diri-Ku. Dan bila dia menyebut-Ku di kalangan orang banyak, maka Aku-pun menyebutnya dikalangan orang banyak yang lebih baik dari itu ….” (HR. Bukhari dan Muslim)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;F.       Al-Qur’an Mukzizat Terbesar Rasulullah SAW&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kemukjizatan (i’jaz) adalah menetapkan kelemahan. Apabila ijaz telah terbukti, maka tampaklah kemampuan mu’jiz. Yang dimaksud dengan i’jaz dalam pembicaraan ini ialah menampakkan kebenaran Nabi SAW dengan menampakkan kelemahan orang Arab &amp;amp; generasi berikutnya untuk menghadapi Al-Qur’an. Dan mukjizat adalah sesuatu hal luar biasa yang disertai tantangan &amp;amp; selamat dari perlawanan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lalu dimana letak dari kemukjizatan dari Al-Qur’an ? Manna Al-Qattan mengemukakan beberapa pendapat[9] :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1.       Abu Ishaq An-Nizam &amp;amp; pengikutnya dari kaum Syi’ah seperti Al-Murtada berpendapat, kemukjizatan Al-Qur’an adalah dengan cara sirfah (pemalingan). Menurut Nizam sirfah adalah bahwa Allah SWT memalingkan orang Arab untuk menantang Al-Qur’an padahal sebenarnya mereka mampu menghadapinya. Sedang menurut Al-Murtada sirfah adalah bahwa Allah SWT telah mencabut dari mereka ilmu yang diperlukan untuk menghadapi Al-Qur’an agar mereka tidak mampu membuat semisal Al-Qu’an.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2.       Kemukjizatan Al-Qur’an terletak pada pemberitaannya tentang hal-hal ghaib yang akan datang maupun yang jauh telah berlalu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3.       Kemukjizatan Al-Qur’an karena mengandung bermacam ilmu &amp;amp; hikmah yang sangat dalam.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;4.       Kemukjizatan Al-Qur’an karena mengandung badi’ yang sangat unik &amp;amp; khas.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;5.       Kemukjizatan Al-Qur’an terletak pada balagahnya yang mencapai tingkat tertinggi &amp;amp; tidak ada bandingnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pendapat pertama dibatalkan oleh Qadi Abu Bakar Al-Baqalani dengan berkata, “Salah satu hal yang membatalkan pendapat sirfah ialah kalaulah menandingi Qur’an itu mungkin tetapi mereka dihalangi oleh sirfah, maka kalam Allah itu tidak mukjizat, melainkan sirfah itulah yang mukjizat. Dengan demikian, kalam tersebut tidak mempunyai kelebihan apapun atas kalam yang lain.” [10]&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Imam Suyuthi mengatakan bahwa Allah SWT telah menantang manusia &amp;amp; jin dalam QS. Al-Isra’ [17] : 88. Seandainya mereka telah dibuat tidak berdaya sedemikian rupa, maka tidak ada gunanya tantangan Allah SWT itu. Sebab sama saja dengan berhimpunnya orang-orang yang sudah mati.[11]&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pendapat kedua, menurut Zarkasyi tidak dapat diterima, sebab ia menuntut ayat-ayat yang tidak mengandung berita tentang hal-hal ghaib yang akan datang &amp;amp; yang telah lalu, tidak mengandung mukjizat. Dan ini adalah bathil, sebab Allah SWT telah menjanjikan setiap surah sebagai mukjizat tersendiri.[12]&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Imam Taqiyuddin An-Nabhani mengatakan bahwa kemukjizatan Al-Qur’an itu terletak pada Al-Qur’an itu sendiri, yaitu pada lafadz-lafadz yang mengandung makna. Jadi segi-segi kemukjizatan Al-Qur’an tiada lain terdapat pada uslubnya. Yaitu cara pengungkapan makna-makna dengan ungkapan-ungkapan bahasa.[13] Hal ini senada dengan Qadhi Abu Bakar Al-Baqilani[14] yang berkata, “Segi kemukjizatannya terletak pada susunan kalimat &amp;amp; kepadatan maknanya.”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Begitu pula pendapat Manna Al-Qattan[15], “Pada hakikatnya, Qur’an itu mukjizat dengan segala makna yang dibawakannya &amp;amp; dikandung oleh lafadz-lafadznya.” Selanjutnya ia menjelaskan tiga macam aspek kemukjizatan dari Al-Qur’an :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1.       Kemukjizatan bahasa, misalnya dalam keteraturan bunyi yang indah, lafadz-lafadz yang memenuhi hak setiap makna pada tempatnya, adanya khitab yang dapat dipahami setiap orang walau berbeda tingkat intelektualnya serta kalimatnya dapat memuaskan akal &amp;amp; menyenangkan perasaan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2.       Kemukjizatan ilmiah, hal ini terletak pada dorongannya kepada umat untuk berfikir disamping membukakan bagi mereka pintu-pintu pengetahuan &amp;amp; mengajak mereka memasukinya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3.       Kemukjizatan tasyri’. Al-Qur’an merupakan Dustur Tasyri paripurna yang menegakkan kehidupan manusia diatas dasar konsep yang paling utama. Al-Qur’an mengandung berbagai hukum yang mengatur hubungan manusia dengan Tuhannya &amp;amp; sesamanya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ulama berbeda pendapat mengenai kadar kemukjizatan dari Al-Qur’an. Berikut ini beberapa pendapat yang beredar :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1.       Kemukjizatan Al-Qur’an dengan keseluruhannya bukan sebagiannya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2.       Sebagian kecil atau sebagian besar dari Al-Qur’an juga merupakan mukjizat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3.       Kemukjizatan itu cukup hanya dengan satu surah lengkap.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Manna Al-Qattan mengatakan bahwa mengenai segi atau kadar kemukjizatan, kita cukup mengatakan bahwa Al-Qur’an adalah kalamullah. Ini saja sudah cukup. Jika seorang penyelidik yang objektif &amp;amp; mencari kebenaran memperhatikan Al-Qur’an dari aspek manapun yang ia sukai. Maka tentu kemukjizatan itu ia dapatkan dengan terang &amp;amp; jelas.[16]&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kesimpulannya adalah Al-Qur’an itu memang benar-benar merupakan mukjizat yang besar yang dimiliki oleh Rasulullah SAW. Oleh karena itu beliau SAW bersabda :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Setiap Nabi pasti diberi sesuatu yang serupa, yang dengan itu, manusia akan meyakininya. Tetapi yang diberikan kepadaku adalah wahyu yang telah diturunkan Allah kepadaku, maka aku berharap menjadi Nabi yang paling banyak pengikutnya.” (HR. Bukhari)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;________________________________________&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;[1] Jami’ berarti mencangkup semua aspek realitas yang dideskripsikan dan mani’ berarti mencegah semua aspek yang tidak masuk dalam deskripsi tersebut. Sehingga suatu definisi itu menjadi jelas &amp;amp; punya ciri khas.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;[2]Hadits Qudsi ialah setiap hadits yang mengandung penyandaran Rasulullah SAW kepada Allah SWT. Lihat Usulut Hadist hal 9.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;[3] Apa Itu Al-Qur’an hal 15.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;[4]Studi Dasar-dasar Pemikiran Islam hal 27.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;[5]Studi Ilmu-ilmu Qur’an hal 18-22.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;[6] Studi Ilmu-ilmu Qur’an hal 19.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;[7] Lihat Taqarrub Kepada Allah hal 17-22.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;[8]Lihat Ringkasan Tafsir Ibnu Katsir I pada pembahasan awal surah Al-Baqarah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;[9] Studi ilmu-ilmu Al-Qur’an hal 374 – 378.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;[10] Studi Ilmu-ilmu Al-Qur’an hal 375.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;[11] Apa Itu Al-Qur’an hal 115.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;[12]Studi Ilmu-ilmu Al-Qur’an hal 377.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;[13]Asy-Syakhshiyah Al-Islamiyah I hal 168.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;[14]Apa Itu Al-Qur’an hal 115 – 116.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;[15] Studi Ilmu-ilmu Al-Qur’an hal 379 – 399.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;[16]Studi Ilmu-ilmu Al-Qur’an hal 379.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/723494244482934199-4869436312091156077?l=bajankbrilliant.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bajankbrilliant.blogspot.com/feeds/4869436312091156077/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bajankbrilliant.blogspot.com/2011/01/pengertian-al-quran.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/723494244482934199/posts/default/4869436312091156077'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/723494244482934199/posts/default/4869436312091156077'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bajankbrilliant.blogspot.com/2011/01/pengertian-al-quran.html' title='PENGERTIAN AL-QUR&apos;AN'/><author><name>Jamaludin Tohir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15137828952366334717</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_EjSgRuGN76o/TRC1dsuepbI/AAAAAAAAAAQ/KzHhz0ntZ_w/S220/CGHDHDF.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_EjSgRuGN76o/TSgSYsUFYRI/AAAAAAAAAIE/QcYP9uVlaNM/s72-c/SDGSD.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-723494244482934199.post-3953179345891825580</id><published>2011-01-07T23:27:00.000-08:00</published><updated>2011-01-07T23:27:47.085-08:00</updated><title type='text'>ASBABU AN-NUZUL</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_EjSgRuGN76o/TSgRm5HBvrI/AAAAAAAAAIA/CwBmNrBRSvY/s1600/FDHDFYFH.jpeg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_EjSgRuGN76o/TSgRm5HBvrI/AAAAAAAAAIA/CwBmNrBRSvY/s1600/FDHDFYFH.jpeg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5C16%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml" rel="File-List"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5C16%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_editdata.mso" rel="Edit-Time-Data"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5C16%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx" rel="themeData"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5C16%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml" rel="colorSchemeMapping"&gt;&lt;/link&gt;    &lt;m:smallfrac m:val="off"&gt;    &lt;m:dispdef&gt;    &lt;m:lmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:rmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:defjc m:val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent m:val="1440"&gt;    &lt;m:intlim m:val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim m:val="undOvr"&gt;   &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt; &lt;/m:wrapindent&gt;&lt;style&gt;&lt;!-- /* Font Definitions */ @font-face	{font-family:Wingdings;	panose-1:5 0 0 0 0 0 0 0 0 0;	mso-font-charset:2;	mso-generic-font-family:auto;	mso-font-pitch:variable;	mso-font-signature:0 268435456 0 0 -2147483648 0;}@font-face	{font-family:"Cambria Math";	panose-1:0 0 0 0 0 0 0 0 0 0;	mso-font-charset:1;	mso-generic-font-family:roman;	mso-font-format:other;	mso-font-pitch:variable;	mso-font-signature:0 0 0 0 0 0;}@font-face	{font-family:Cambria;	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4;	mso-font-charset:0;	mso-generic-font-family:roman;	mso-font-pitch:variable;	mso-font-signature:-1610611985 1073741899 0 0 159 0;}@font-face	{font-family:Calibri;	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4;	mso-font-charset:0;	mso-generic-font-family:swiss;	mso-font-pitch:variable;	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;}@font-face	{font-family:"Traditional Arabic";	panose-1:2 1 0 0 0 0 0 0 0 0;	mso-font-charset:178;	mso-generic-font-family:auto;	mso-font-pitch:variable;	mso-font-signature:24577 0 0 0 64 0;}@font-face	{font-family:"Trebuchet MS";	panose-1:2 11 6 3 2 2 2 2 2 4;	mso-font-charset:0;	mso-generic-font-family:swiss;	mso-font-pitch:variable;	mso-font-signature:647 0 0 0 159 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal	{mso-style-unhide:no;	mso-style-qformat:yes;	mso-style-parent:"";	margin-top:0in;	margin-right:0in;	margin-bottom:10.0pt;	margin-left:0in;	line-height:115%;	mso-pagination:widow-orphan;	font-size:11.0pt;	font-family:"Calibri","sans-serif";	mso-ascii-font-family:Calibri;	mso-ascii-theme-font:minor-latin;	mso-fareast-font-family:Calibri;	mso-fareast-theme-font:minor-latin;	mso-hansi-font-family:Calibri;	mso-hansi-theme-font:minor-latin;	mso-bidi-font-family:Arial;	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}h1	{mso-style-priority:9;	mso-style-unhide:no;	mso-style-qformat:yes;	mso-style-link:"Heading 1 Char";	mso-style-next:Normal;	margin-top:24.0pt;	margin-right:0in;	margin-bottom:0in;	margin-left:0in;	margin-bottom:.0001pt;	line-height:115%;	mso-pagination:widow-orphan lines-together;	page-break-after:avoid;	mso-outline-level:1;	font-size:14.0pt;	font-family:"Cambria","serif";	mso-ascii-font-family:Cambria;	mso-ascii-theme-font:major-latin;	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";	mso-fareast-theme-font:major-fareast;	mso-hansi-font-family:Cambria;	mso-hansi-theme-font:major-latin;	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";	mso-bidi-theme-font:major-bidi;	color:#365F91;	mso-themecolor:accent1;	mso-themeshade:191;	mso-font-kerning:0pt;}h2	{mso-style-priority:9;	mso-style-unhide:no;	mso-style-qformat:yes;	mso-style-link:"Heading 2 Char";	mso-margin-top-alt:auto;	margin-right:0in;	mso-margin-bottom-alt:auto;	margin-left:0in;	mso-pagination:widow-orphan;	mso-outline-level:2;	font-size:18.0pt;	font-family:"Times New Roman","serif";	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";}h3	{mso-style-priority:9;	mso-style-qformat:yes;	mso-style-link:"Heading 3 Char";	mso-style-next:Normal;	margin-top:10.0pt;	margin-right:0in;	margin-bottom:0in;	margin-left:0in;	margin-bottom:.0001pt;	line-height:115%;	mso-pagination:widow-orphan lines-together;	page-break-after:avoid;	mso-outline-level:3;	font-size:11.0pt;	font-family:"Cambria","serif";	mso-ascii-font-family:Cambria;	mso-ascii-theme-font:major-latin;	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";	mso-fareast-theme-font:major-fareast;	mso-hansi-font-family:Cambria;	mso-hansi-theme-font:major-latin;	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";	mso-bidi-theme-font:major-bidi;	color:#4F81BD;	mso-themecolor:accent1;}h4	{mso-style-priority:9;	mso-style-qformat:yes;	mso-style-link:"Heading 4 Char";	mso-style-next:Normal;	margin-top:10.0pt;	margin-right:0in;	margin-bottom:0in;	margin-left:0in;	margin-bottom:.0001pt;	line-height:115%;	mso-pagination:widow-orphan lines-together;	page-break-after:avoid;	mso-outline-level:4;	font-size:11.0pt;	font-family:"Cambria","serif";	mso-ascii-font-family:Cambria;	mso-ascii-theme-font:major-latin;	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";	mso-fareast-theme-font:major-fareast;	mso-hansi-font-family:Cambria;	mso-hansi-theme-font:major-latin;	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";	mso-bidi-theme-font:major-bidi;	color:#4F81BD;	mso-themecolor:accent1;	font-style:italic;}h6	{mso-style-priority:9;	mso-style-qformat:yes;	mso-style-link:"Heading 6 Char";	mso-style-next:Normal;	margin-top:10.0pt;	margin-right:0in;	margin-bottom:0in;	margin-left:0in;	margin-bottom:.0001pt;	line-height:115%;	mso-pagination:widow-orphan lines-together;	page-break-after:avoid;	mso-outline-level:6;	font-size:11.0pt;	font-family:"Cambria","serif";	mso-ascii-font-family:Cambria;	mso-ascii-theme-font:major-latin;	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";	mso-fareast-theme-font:major-fareast;	mso-hansi-font-family:Cambria;	mso-hansi-theme-font:major-latin;	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";	mso-bidi-theme-font:major-bidi;	color:#243F60;	mso-themecolor:accent1;	mso-themeshade:127;	font-weight:normal;	font-style:italic;}p.MsoHeading9, li.MsoHeading9, div.MsoHeading9	{mso-style-priority:9;	mso-style-qformat:yes;	mso-style-link:"Heading 9 Char";	mso-style-next:Normal;	margin-top:10.0pt;	margin-right:0in;	margin-bottom:0in;	margin-left:0in;	margin-bottom:.0001pt;	line-height:115%;	mso-pagination:widow-orphan lines-together;	page-break-after:avoid;	mso-outline-level:9;	font-size:10.0pt;	font-family:"Cambria","serif";	mso-ascii-font-family:Cambria;	mso-ascii-theme-font:major-latin;	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";	mso-fareast-theme-font:major-fareast;	mso-hansi-font-family:Cambria;	mso-hansi-theme-font:major-latin;	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";	mso-bidi-theme-font:major-bidi;	color:#404040;	mso-themecolor:text1;	mso-themetint:191;	font-style:italic;}p.MsoFootnoteText, li.MsoFootnoteText, div.MsoFootnoteText	{mso-style-noshow:yes;	mso-style-priority:99;	mso-style-link:"Footnote Text Char";	margin:0in;	margin-bottom:.0001pt;	mso-pagination:widow-orphan;	font-size:10.0pt;	font-family:"Times New Roman","serif";	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";}span.MsoFootnoteReference	{mso-style-noshow:yes;	mso-style-priority:99;	vertical-align:super;}p.MsoBodyText, li.MsoBodyText, div.MsoBodyText	{mso-style-noshow:yes;	mso-style-priority:99;	mso-style-link:"Body Text Char";	margin-top:6.0pt;	margin-right:0in;	margin-bottom:0in;	margin-left:0in;	margin-bottom:.0001pt;	text-align:justify;	mso-pagination:widow-orphan;	font-size:9.0pt;	font-family:"Trebuchet MS","sans-serif";	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";}p.MsoBodyTextIndent, li.MsoBodyTextIndent, div.MsoBodyTextIndent	{mso-style-noshow:yes;	mso-style-priority:99;	mso-style-link:"Body Text Indent Char";	margin-top:6.0pt;	margin-right:0in;	margin-bottom:0in;	margin-left:10.5pt;	margin-bottom:.0001pt;	text-align:justify;	text-indent:-10.5pt;	mso-pagination:widow-orphan;	font-size:9.0pt;	font-family:"Trebuchet MS","sans-serif";	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";}p.MsoBodyText2, li.MsoBodyText2, div.MsoBodyText2	{mso-style-noshow:yes;	mso-style-priority:99;	mso-style-link:"Body Text 2 Char";	margin-top:6.0pt;	margin-right:0in;	margin-bottom:0in;	margin-left:9.0pt;	margin-bottom:.0001pt;	text-align:justify;	mso-pagination:widow-orphan;	direction:rtl;	unicode-bidi:embed;	font-size:12.0pt;	font-family:"Trebuchet MS","sans-serif";	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";	font-weight:bold;	font-style:italic;}p.MsoBodyText3, li.MsoBodyText3, div.MsoBodyText3	{mso-style-noshow:yes;	mso-style-priority:99;	mso-style-link:"Body Text 3 Char";	margin-top:6.0pt;	margin-right:0in;	margin-bottom:0in;	margin-left:0in;	margin-bottom:.0001pt;	text-align:justify;	mso-pagination:widow-orphan;	direction:rtl;	unicode-bidi:embed;	font-size:12.0pt;	font-family:"Trebuchet MS","sans-serif";	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";	font-weight:bold;}p.MsoBodyTextIndent2, li.MsoBodyTextIndent2, div.MsoBodyTextIndent2	{mso-style-noshow:yes;	mso-style-priority:99;	mso-style-link:"Body Text Indent 2 Char";	margin-top:6.0pt;	margin-right:0in;	margin-bottom:0in;	margin-left:14.75pt;	margin-bottom:.0001pt;	text-align:justify;	text-indent:-14.75pt;	mso-pagination:widow-orphan;	font-size:9.0pt;	font-family:"Trebuchet MS","sans-serif";	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";}p.MsoBodyTextIndent3, li.MsoBodyTextIndent3, div.MsoBodyTextIndent3	{mso-style-noshow:yes;	mso-style-priority:99;	mso-style-link:"Body Text Indent 3 Char";	margin-top:6.0pt;	margin-right:0in;	margin-bottom:0in;	margin-left:11.8pt;	margin-bottom:.0001pt;	text-align:justify;	text-indent:-11.8pt;	mso-pagination:widow-orphan;	font-size:9.0pt;	font-family:"Trebuchet MS","sans-serif";	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";}span.Heading1Char	{mso-style-name:"Heading 1 Char";	mso-style-priority:9;	mso-style-unhide:no;	mso-style-locked:yes;	mso-style-link:"Heading 1";	mso-ansi-font-size:14.0pt;	mso-bidi-font-size:14.0pt;	font-family:"Cambria","serif";	mso-ascii-font-family:Cambria;	mso-ascii-theme-font:major-latin;	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";	mso-fareast-theme-font:major-fareast;	mso-hansi-font-family:Cambria;	mso-hansi-theme-font:major-latin;	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";	mso-bidi-theme-font:major-bidi;	color:#365F91;	mso-themecolor:accent1;	mso-themeshade:191;	font-weight:bold;}span.Heading2Char	{mso-style-name:"Heading 2 Char";	mso-style-priority:9;	mso-style-unhide:no;	mso-style-locked:yes;	mso-style-link:"Heading 2";	mso-ansi-font-size:18.0pt;	mso-bidi-font-size:18.0pt;	font-family:"Times New Roman","serif";	mso-ascii-font-family:"Times New Roman";	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";	mso-hansi-font-family:"Times New Roman";	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";	font-weight:bold;}span.Heading3Char	{mso-style-name:"Heading 3 Char";	mso-style-priority:9;	mso-style-unhide:no;	mso-style-locked:yes;	mso-style-link:"Heading 3";	font-family:"Cambria","serif";	mso-ascii-font-family:Cambria;	mso-ascii-theme-font:major-latin;	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";	mso-fareast-theme-font:major-fareast;	mso-hansi-font-family:Cambria;	mso-hansi-theme-font:major-latin;	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";	mso-bidi-theme-font:major-bidi;	color:#4F81BD;	mso-themecolor:accent1;	font-weight:bold;}span.Heading4Char	{mso-style-name:"Heading 4 Char";	mso-style-priority:9;	mso-style-unhide:no;	mso-style-locked:yes;	mso-style-link:"Heading 4";	font-family:"Cambria","serif";	mso-ascii-font-family:Cambria;	mso-ascii-theme-font:major-latin;	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";	mso-fareast-theme-font:major-fareast;	mso-hansi-font-family:Cambria;	mso-hansi-theme-font:major-latin;	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";	mso-bidi-theme-font:major-bidi;	color:#4F81BD;	mso-themecolor:accent1;	font-weight:bold;	font-style:italic;}span.Heading6Char	{mso-style-name:"Heading 6 Char";	mso-style-priority:9;	mso-style-unhide:no;	mso-style-locked:yes;	mso-style-link:"Heading 6";	font-family:"Cambria","serif";	mso-ascii-font-family:Cambria;	mso-ascii-theme-font:major-latin;	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";	mso-fareast-theme-font:major-fareast;	mso-hansi-font-family:Cambria;	mso-hansi-theme-font:major-latin;	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";	mso-bidi-theme-font:major-bidi;	color:#243F60;	mso-themecolor:accent1;	mso-themeshade:127;	font-style:italic;}span.Heading9Char	{mso-style-name:"Heading 9 Char";	mso-style-priority:9;	mso-style-unhide:no;	mso-style-locked:yes;	mso-style-link:"Heading 9";	mso-ansi-font-size:10.0pt;	mso-bidi-font-size:10.0pt;	font-family:"Cambria","serif";	mso-ascii-font-family:Cambria;	mso-ascii-theme-font:major-latin;	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";	mso-fareast-theme-font:major-fareast;	mso-hansi-font-family:Cambria;	mso-hansi-theme-font:major-latin;	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";	mso-bidi-theme-font:major-bidi;	color:#404040;	mso-themecolor:text1;	mso-themetint:191;	font-style:italic;}span.FootnoteTextChar	{mso-style-name:"Footnote Text Char";	mso-style-noshow:yes;	mso-style-priority:99;	mso-style-unhide:no;	mso-style-locked:yes;	mso-style-link:"Footnote Text";	mso-ansi-font-size:10.0pt;	mso-bidi-font-size:10.0pt;	font-family:"Times New Roman","serif";	mso-ascii-font-family:"Times New Roman";	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";	mso-hansi-font-family:"Times New Roman";	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";}span.BodyTextChar	{mso-style-name:"Body Text Char";	mso-style-noshow:yes;	mso-style-priority:99;	mso-style-unhide:no;	mso-style-locked:yes;	mso-style-link:"Body Text";	mso-ansi-font-size:9.0pt;	mso-bidi-font-size:9.0pt;	font-family:"Trebuchet MS","sans-serif";	mso-ascii-font-family:"Trebuchet MS";	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";	mso-hansi-font-family:"Trebuchet MS";	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";}span.BodyTextIndentChar	{mso-style-name:"Body Text Indent Char";	mso-style-noshow:yes;	mso-style-priority:99;	mso-style-unhide:no;	mso-style-locked:yes;	mso-style-link:"Body Text Indent";	mso-ansi-font-size:9.0pt;	mso-bidi-font-size:9.0pt;	font-family:"Trebuchet MS","sans-serif";	mso-ascii-font-family:"Trebuchet MS";	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";	mso-hansi-font-family:"Trebuchet MS";	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";}span.BodyText2Char	{mso-style-name:"Body Text 2 Char";	mso-style-noshow:yes;	mso-style-priority:99;	mso-style-unhide:no;	mso-style-locked:yes;	mso-style-link:"Body Text 2";	mso-ansi-font-size:12.0pt;	mso-bidi-font-size:12.0pt;	font-family:"Trebuchet MS","sans-serif";	mso-ascii-font-family:"Trebuchet MS";	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";	mso-hansi-font-family:"Trebuchet MS";	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";	font-weight:bold;	font-style:italic;}span.BodyText3Char	{mso-style-name:"Body Text 3 Char";	mso-style-noshow:yes;	mso-style-priority:99;	mso-style-unhide:no;	mso-style-locked:yes;	mso-style-link:"Body Text 3";	mso-ansi-font-size:12.0pt;	mso-bidi-font-size:12.0pt;	font-family:"Trebuchet MS","sans-serif";	mso-ascii-font-family:"Trebuchet MS";	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";	mso-hansi-font-family:"Trebuchet MS";	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";	font-weight:bold;}span.BodyTextIndent2Char	{mso-style-name:"Body Text Indent 2 Char";	mso-style-noshow:yes;	mso-style-priority:99;	mso-style-unhide:no;	mso-style-locked:yes;	mso-style-link:"Body Text Indent 2";	mso-ansi-font-size:9.0pt;	mso-bidi-font-size:9.0pt;	font-family:"Trebuchet MS","sans-serif";	mso-ascii-font-family:"Trebuchet MS";	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";	mso-hansi-font-family:"Trebuchet MS";	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";}span.BodyTextIndent3Char	{mso-style-name:"Body Text Indent 3 Char";	mso-style-noshow:yes;	mso-style-priority:99;	mso-style-unhide:no;	mso-style-locked:yes;	mso-style-link:"Body Text Indent 3";	mso-ansi-font-size:9.0pt;	mso-bidi-font-size:9.0pt;	font-family:"Trebuchet MS","sans-serif";	mso-ascii-font-family:"Trebuchet MS";	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";	mso-hansi-font-family:"Trebuchet MS";	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";}.MsoChpDefault	{mso-style-type:export-only;	mso-default-props:yes;	mso-ascii-font-family:Calibri;	mso-ascii-theme-font:minor-latin;	mso-fareast-font-family:Calibri;	mso-fareast-theme-font:minor-latin;	mso-hansi-font-family:Calibri;	mso-hansi-theme-font:minor-latin;	mso-bidi-font-family:Arial;	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}.MsoPapDefault	{mso-style-type:export-only;	margin-bottom:10.0pt;	line-height:115%;}@page Section1	{size:8.5in 11.0in;	margin:1.0in 1.0in 1.0in 1.0in;	mso-header-margin:35.4pt;	mso-footer-margin:35.4pt;	mso-paper-source:0;}div.Section1	{page:Section1;} /* List Definitions */ @list l0	{mso-list-id:1276868013;	mso-list-template-ids:-2039710192;}@list l0:level1	{mso-level-number-format:alpha-lower;	mso-level-tab-stop:.5in;	mso-level-number-position:left;	text-indent:-.25in;}ol	{margin-bottom:0in;}ul	{margin-bottom:0in;}--&gt;&lt;/style&gt;    &lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;br /&gt;&lt;h6 align="center" style="line-height: normal; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; font-style: normal;"&gt;“(Al-Qur’an) itu adalah penerang bagi seluruh manusia dan petunjuk serta pelajaran bagi orang-orang yang bertaqwa.”&lt;/span&gt;&lt;/h6&gt;&lt;h6 align="center" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 115%;"&gt;(&lt;b&gt;Ali Imran [3] : 138&lt;/b&gt;)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h6&gt;&lt;h6 align="center" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 115%;"&gt;ASBABUN NUZUL&lt;/span&gt;&lt;/h6&gt;&lt;div class="MsoHeading9" style="margin-left: 0.25in;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;A.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 7pt; line-height: 115%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;Pengantar Awal&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyTextIndent" style="margin: 0in 0in 4pt 9pt; text-indent: 27pt;"&gt;Definisi Asbabun Nuzul adalah suatu hal yang karenanya Al-Qur’an diturunkan untuk menerangkan status (hukum)-nya pada masa hal itu terjadi baik berupa peristiwa maupun pertanyaan. Ihwal turunnya ayat Al-Qur’an terbagi atas dua bagian yaitu (1) diturunkan tanpa sebab atau pertanyaan sebelumnya &amp;amp; (2) diturunkan setelah adanya kasus (sebab) ataupun pertanyaan. Oleh karena itu tidak semua ayat Qur’an mempunyai Asbabun Nuzulnya. Tidak termasuk Asbabun Nuzul berita-berita tentang generasi terdahulu &amp;amp; peristiwa-peristiwa masa lalu, seperti kisah serangan tentara gajah sebagai Asbabun Nuzul surah Al-Fiil, kisah Kaum Nuh, Kaum ‘Ad, Kaum Tsamud &amp;amp; lain-lain. &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyTextIndent" style="margin: 0in 0in 4pt 9pt; text-indent: 27pt;"&gt;Para ulama menaruh perhatian yang sangat besar dalam pengetahuan Asbabun Nuzul. Ulama yang terkenal dibidang ini adalah &lt;b&gt;Ali bin Madini&lt;/b&gt; (guru Imam Bukhari), &lt;b&gt;Al-Wahidi&lt;/b&gt;, &lt;b&gt;Al-Ja’bari&lt;/b&gt;, &lt;b&gt;Syaikhul Islam Ibnu Hajar&lt;/b&gt; &amp;amp; &lt;b&gt;As-Suyuthi&lt;/b&gt;. As-Suyuthi dalam &lt;i&gt;Al-Itqan &lt;/i&gt;jilid 1 hal 28 berkata, “&lt;i&gt;Dalam hal ini, aku telah mengarang satu kitab lengkap, singkat &amp;amp; sangat baik serta dalam bidang ilmu ini belum ada satu kitab pun dapat menyamainya. Kitab itu aku namakan Lubabul Manaqul fi Asbabin Nuzul.”&lt;/i&gt; &lt;a href="http://www.blogger.com/post-create.do" name="_ftnref1"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="mk:@MSITStore:E:%5COFFICE%5CCHM%20FILE%5CBelajar%20Mengenal%20&amp;amp;%20Mencintai%20Al-Qur%27an.chm::/%7Ehtm/VI.%204.%20Asbabun.htm#_ftn1" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;[1]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyTextIndent" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 9pt; text-indent: 27pt;"&gt;Pedoman dasar ulama mengetahui Asbabun Nuzul adalah riwayat shahih dari Rasul SAW atau shahabat ra. Karena pemberitahuan shahabat mengenai hal ini (bila jelas) maka hal itu mempunyai hukum &lt;i&gt;marfu’&lt;/i&gt;. &lt;b&gt;As-Suyuthi&lt;/b&gt; berpendapat dalam &lt;i&gt;Al-Itqan&lt;/i&gt; jilid 1 hal 31 bahwa bila ucapan seorang tabi’in secara jelas menunjukkan Asbabun Nuzul, maka ucapan itu dapat diterima. Dan mempunyai kedudukan &lt;i&gt;mursal&lt;/i&gt; bila penyandaran kepada tabi’in itu benar &amp;amp; ia termasuk salah seorang imam tafsir yang mengambil ilmunya dari shahabat, seperti &lt;b&gt;Mujahid&lt;/b&gt;, &lt;b&gt;‘Ikrimah&lt;/b&gt; &amp;amp; &lt;b&gt;Sa’id bin Jubair&lt;/b&gt; serta didukung oleh hadits &lt;i&gt;mursal&lt;/i&gt; yang lain.&lt;a href="http://www.blogger.com/post-create.do" name="_ftnref2"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="mk:@MSITStore:E:%5COFFICE%5CCHM%20FILE%5CBelajar%20Mengenal%20&amp;amp;%20Mencintai%20Al-Qur%27an.chm::/%7Ehtm/VI.%204.%20Asbabun.htm#_ftn2" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;[2]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyTextIndent" style="margin-top: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 4pt 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;B.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 7pt; line-height: 115%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;Manfaat Mempelajarinya&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 4pt 9pt; text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;Mengetahui Asbabun Nuzul dari ayat Qur’an adalah perkara yang penting. &lt;b&gt;Al-Wahidi&lt;/b&gt; berpendapat bahwa menafsirkan ayat tanpa bertitik tolak pada sejarah &amp;amp; penjelasan turunnya tidaklah mungkin. &lt;b&gt;Ibnu Daqiqil ‘Ied&lt;/b&gt; berpendapat bahwa keterangan tentang Asbabun Nuzul merupakan salah satu jalan yang tepat dalam memahami Al-Qur’an. &lt;b&gt;Ibnu Taimiyah&lt;/b&gt; berpendapat bahwa ilmu Asbabun Nuzul akan membantu dalam memahami ayat, karena ilmu tentang sebab akan menimbulkan ilmu akibat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 4pt 9pt; text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;Adapun manfaat mempelajari Asbabun Nuzul adalah :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 26.9pt; text-align: justify; text-indent: -17.85pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;1.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 7pt; line-height: 115%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;Mengetahui hikmah diundangkannya suatu hukum &amp;amp; perhatian syara’ terhadap kepentingan umum.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 26.9pt; text-align: justify; text-indent: -17.85pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;2.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 7pt; line-height: 115%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;Mengkhususkan hukum yang diturunkan dengan sebab yang terjadi, bila hukum itu dinyatakan dalam bentuk umum. Ini bagi mereka yang berpendapat bahwa yang menjadi pegangan adalah sebab yang khusus bukan lafal yang umum. Masalah ini merupakan masalah khilafiyah yang akan saya jelaskan kemudian.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 4pt 27pt; text-align: justify; text-indent: -17.85pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt; line-height: 115%;"&gt;3.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 7pt; line-height: 115%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;Memberi pengkhususan lafal umum (yang terdapat dalil yang mengkhususkan) hanya terhadap yang selain bentuk sebab. Dan bentuk sebab itu tidak dapat dikeluarkan, karena masuknya sebab ke dalam lafal yang umum itu bersifat &lt;i&gt;qaht’i&lt;/i&gt; (pasti). Contohnya : &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;h2 dir="RTL" style="direction: rtl; margin-left: 0.25in; text-align: right; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;;"&gt;إِنَّ الَّذِينَ يَرْمُونَ الْمُحْصَنَاتِ الْغَافِلَاتِ الْمُؤْمِنَاتِ لُعِنُوا فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ وَلَهُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌ&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 4pt 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;“Sesungguhnya orang-orang yang menuduh wanita-wanita yang baik-baik, yang lengah lagi beriman (berbuat zina), mereka kena la`nat di dunia dan akhirat, dan bagi mereka azab yang besar.”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt; (&lt;b&gt;QS. An-Nuur [24] : 23&lt;/b&gt;)&lt;/span&gt;&lt;span dir="RTL" lang="AR-SA" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 17.85pt; text-align: justify; text-indent: 17.85pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;Ayat ini turun berkenaan dengan Aisyah ra secara khusus&lt;a href="http://www.blogger.com/post-create.do" name="_ftnref3"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="mk:@MSITStore:E:%5COFFICE%5CCHM%20FILE%5CBelajar%20Mengenal%20&amp;amp;%20Mencintai%20Al-Qur%27an.chm::/%7Ehtm/VI.%204.%20Asbabun.htm#_ftn3" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;[3]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; atau para isteri Nabi SAW. Namun juga berlaku umum untuk semua mukminah. Tetapi Allah SWT tidak menerima tobat orang yang menuduh zina Aisyah atau para isteri Nabi SAW &amp;amp; menerima tobat jika yang dituduh adalah mukminah selain mereka.&lt;a href="http://www.blogger.com/post-create.do" name="_ftnref4"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="mk:@MSITStore:E:%5COFFICE%5CCHM%20FILE%5CBelajar%20Mengenal%20&amp;amp;%20Mencintai%20Al-Qur%27an.chm::/%7Ehtm/VI.%204.%20Asbabun.htm#_ftn4" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;[4]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; Hal ini mengingat masuknya sebab (orang menuduh Aisyah &amp;amp; isteri-isteri nabi SAW) kedalam cakupan makna lafal yang umum itu bersifat &lt;i&gt;qath’i&lt;/i&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 4pt 27pt; text-align: justify; text-indent: -17.85pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;4.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 7pt; line-height: 115%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;Merupakan cara terbaik untuk memahami makna Al-Qur’an &amp;amp; menyingkap kesamaran yang tersembunyi dalam ayat-ayatnya. Contohnya :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" dir="RTL" style="direction: rtl; margin: 0in 0in 4pt 0.25in; text-align: justify; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;;"&gt;لَا تَحْسَبَنَّ الَّذِينَ يَفْرَحُونَ بِمَا أَتَوْا وَيُحِبُّونَ أَنْ يُحْمَدُوا بِمَا لَمْ يَفْعَلُوا فَلَا تَحْسَبَنَّهُمْ بِمَفَازَةٍ مِنَ الْعَذَابِ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 4pt 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;“Janganlah sekali-kali kamu menyangka bahwa orang-orang yang gembira dengan apa yang telah mereka kerjakan dan mereka suka supaya dipuji terhadap perbuatan yang belum mereka kerjakan janganlah kamu menyangka bahwa mereka terlepas dari siksa, dan bagi mereka siksa yang pedih.”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt; (&lt;b&gt;QS. Ali Imran [3] : 188&lt;/b&gt;)&lt;/span&gt;&lt;span dir="RTL" lang="AR-SA" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 4pt 0.25in; text-align: justify; text-indent: 0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;Marwan bin Al-Hakam kesulitan memahami ayat ini, sehingga Ibn Abbas menjelaskan bahwa ayat ini turun berkenaan dengan ahli kitab yang menyembunyikan persoalan dari Rasul SAW. Dengan cara itu mereka mengharap dipuji &amp;amp; mereka bergembira telah berbuat seperti itu.&lt;a href="http://www.blogger.com/post-create.do" name="_ftnref5"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="mk:@MSITStore:E:%5COFFICE%5CCHM%20FILE%5CBelajar%20Mengenal%20&amp;amp;%20Mencintai%20Al-Qur%27an.chm::/%7Ehtm/VI.%204.%20Asbabun.htm#_ftn5" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;[5]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; Contoh lainnya, Firman Allah SWT :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" dir="RTL" style="direction: rtl; margin: 0in 0in 4pt 0.25in; text-align: justify; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;;"&gt;إِنَّ الصَّفَا وَالْمَرْوَةَ مِنْ شَعَائِرِ اللَّهِ فَمَنْ حَجَّ الْبَيْتَ أَوِ اعْتَمَرَ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْهِ أَنْ يَطَّوَّفَ بِهِمَا ...&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 4pt 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;“Sesungguhnya Shafaa &amp;amp; Marwah adalah sebahagian dari syi`ar Allah. Maka barangsiapa yang beribadah haji ke Baitullah atau ber-`umrah, maka tidak ada dosa baginya mengerjakan sa`i antara keduanya….”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt; (&lt;b&gt;QS. Al-Baqarah [2] : 158&lt;/b&gt;)&lt;/span&gt;&lt;span dir="RTL" lang="AR-SA" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 17.85pt; text-align: justify; text-indent: 17.85pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;Ada yang berpendapat &lt;i&gt;sa’i&lt;/i&gt; itu &lt;i&gt;mubah&lt;/i&gt; dengan ayat ini. Namun Aisyah ra menjelaskan bahwa &lt;i&gt;sa’i&lt;/i&gt; itu suatu kewajiban dengan cara menceritakan asbabun nuzul ayat ini yang berkenaan dengan kebiasaan jahiliyyah orang Anshar.&lt;a href="http://www.blogger.com/post-create.do" name="_ftnref6"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="mk:@MSITStore:E:%5COFFICE%5CCHM%20FILE%5CBelajar%20Mengenal%20&amp;amp;%20Mencintai%20Al-Qur%27an.chm::/%7Ehtm/VI.%204.%20Asbabun.htm#_ftn6" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;[6]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 4pt 27pt; text-align: justify; text-indent: -17.85pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;5.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 7pt; line-height: 115%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;Mengetahui kepada siapa ayat itu diturunkan sehingga ayat tersebut tidak diterapkan kepada orang lain karena dorongan rasa permusuhan &amp;amp; perselisihan. Contohnya :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyText3" dir="RTL" style="margin: 0in 0.25in 4pt;"&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;;"&gt;وَالَّذِي قَالَ لِوَالِدَيْهِ أُفٍّ لَكُمَا أَتَعِدَانِنِي أَنْ أُخْرَجَ وَقَدْ خَلَتِ الْقُرُونُ مِنْ قَبْلِي وَهُمَا يَسْتَغِيثَانِ اللَّهَ وَيْلَكَ ءَامِنْ إِنَّ وَعْدَ اللَّهِ حَقٌّ فَيَقُولُ مَا هَذَا إِلَّا أَسَاطِيرُ الْأَوَّلِينَ&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 4pt 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;“Dan orang yang berkata kepada dua orang ibu bapaknya: "Cis bagi kamu keduanya, apakah kamu keduanya memperingatkankepadaku bahwa aku akan dibangkitkan, padahal sungguh telah berlalu beberapa umat sebelumku? lalu kedua ibu bapaknya itu memohon pertolongan kepada Allah seraya mengatakan, "Celaka kamu, berimanlah! Sesungguhnya janji Allah adalah benar". Lalu dia berkata: "Ini tidak lain hanyalah dongengan orang-orang yang dahulu belaka".&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt; (&lt;b&gt;QS. Al-Ahqaf [46] : 17&lt;/b&gt;)&lt;/span&gt;&lt;span dir="RTL" lang="AR-SA" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: 0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;Karena marah kepada Abdurrahman bin Abu Bakar, Marwan mengatakan bahwa ayat ini turun mengenai Abdurrahman. Namun Aisyah ra membantahnya &amp;amp; mengatakan, &lt;i&gt;“Marwan telah berdusta. Demi Allah, maksud ayat itu tidaklah demikian.”&lt;/i&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/post-create.do" name="_ftnref7"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="mk:@MSITStore:E:%5COFFICE%5CCHM%20FILE%5CBelajar%20Mengenal%20&amp;amp;%20Mencintai%20Al-Qur%27an.chm::/%7Ehtm/VI.%204.%20Asbabun.htm#_ftn7" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;[7]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 4pt 0.25in; text-align: justify; text-indent: -17.85pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;C.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 7pt; line-height: 115%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;Lafal &amp;amp; Sebab Ayat&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 4pt 9pt; text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;Pembahasan ini dibagi menjadi dua yaitu :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 4pt 27pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;1.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 7pt; line-height: 115%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;Apabila yang diturunkan sesuai dengan sebab secara umum, atau sesuai dengan sebab secara khusus, maka yang umum diterapkan pada keumumannya &amp;amp; yang khusus pada kekhususannya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 4pt 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;Contoh pertama&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyText3" dir="RTL" style="margin: 0in 0.25in 4pt;"&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;;"&gt;وَيَسْأَلُونَكَ عَنِ الْمَحِيضِ قُلْ هُوَ أَذًى فَاعْتَزِلُوا النِّسَاءَ فِي الْمَحِيضِ وَلَا تَقْرَبُوهُنَّ حَتَّى يَطْهُرْنَ فَإِذَا تَطَهَّرْنَ فَأْتُوهُنَّ مِنْ حَيْثُ أَمَرَكُمُ اللَّهُ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ التَّوَّابِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 4pt 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;“Mereka bertanya kepadamu tentang haidh. Katakanlah : "Haidh itu adalah kotoran". Oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haidh; &amp;amp; janganlah kamu mendekati mereka, sebelum mereka suci. Apabila mereka telah suci, maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allah kepadamu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang taubat &amp;amp; menyukai orang-orang yang mensucikan diri.”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt; (&lt;b&gt;QS. Al-Baqarah [2] : 222&lt;/b&gt;)&lt;/span&gt;&lt;span dir="RTL" lang="AR-SA" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 4pt 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;Anas&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt; berkata : Bila isteri orang-orang Yahudi haid, mereka dikeluarkan dari rumah. Tidak diberi makan &amp;amp; minum. Dan didalam rumah tidak boleh bersama-sama. Lalu ditanyakan tentang hal ini kepada Rasulullah SAW, maka Allah SWT menurunkan Al-Baqarah [2] : 222. Kemudian sabda Rasul SAW : &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 4pt 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;“&lt;i&gt;Bersama-samalah dengan mereka di rumah &amp;amp; perbuatlah segala sesuatu kecuali menggaulinya&lt;/i&gt;.” (&lt;b&gt;HR. Muslim&lt;/b&gt;, &lt;b&gt;Abu Daud&lt;/b&gt;, &lt;b&gt;Nasa’i&lt;/b&gt;, &lt;b&gt;Tirmidzi&lt;/b&gt;, &lt;b&gt;Ibnu Majah&lt;/b&gt; &amp;amp; yang lainnya)&lt;a href="http://www.blogger.com/post-create.do" name="_ftnref8"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="mk:@MSITStore:E:%5COFFICE%5CCHM%20FILE%5CBelajar%20Mengenal%20&amp;amp;%20Mencintai%20Al-Qur%27an.chm::/%7Ehtm/VI.%204.%20Asbabun.htm#_ftn8" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;[8]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 4pt 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;Contoh kedua&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" dir="RTL" style="direction: rtl; margin: 0in 0in 4pt 0.25in; text-align: justify; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;;"&gt;وَسَيُجَنَّبُهَا &lt;u&gt;الْأَتْقَى&lt;/u&gt;(17)الَّذِي يُؤْتِي مَالَهُ يَتَزَكَّى(18)وَمَا لِأَحَدٍ عِنْدَهُ مِنْ نِعْمَةٍ تُجْزَى(19)إِلَّا ابْتِغَاءَ وَجْهِ رَبِّهِ الْأَعْلَى(20)وَلَسَوْفَ يَرْضَى&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 4pt 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;“Dan kelak akan dijauhkan orang yang paling takwa dari neraka itu, yang menafkahkan hartanya (di jalan Allah) untuk membersihkannya, padahal tidak ada seorangpun memberikan suatu ni'mat kepadanya yang harus dibalasnya, tetapi (dia memberikan itu semata-mata) karena mencari keridhaan Tuhannya Yang Maha Tinggi. Dan kelak dia benar-benar mendapat kepuasan.” &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;(&lt;b&gt;QS. Al-Lail [92] : 17-21&lt;/b&gt;)&lt;/span&gt;&lt;span dir="RTL" lang="AR-SA" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 4pt 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;Kata &lt;i&gt;al-atqa&lt;/i&gt; menunjukkan tasrif berbentuk &lt;i&gt;af’al &lt;/i&gt;untuk menunjukkan arti superlative, &lt;i&gt;tafdil&lt;/i&gt; yang disertai &lt;i&gt;al-‘adiyah&lt;/i&gt;, sehingga ia dikhususkan bagi orang yang karenanya ayat itu turun. Menurut &lt;b&gt;Al-Wahidi&lt;/b&gt;, “&lt;i&gt;Al-Atqa adalah Abu Bakar As-Siddiq, menurut pendapat para ahli tafsir&lt;/i&gt;.” Menurut &lt;b&gt;‘Urwah&lt;/b&gt;, “&lt;i&gt;Abu Bakar telah memerdekakan 7 (tujuh) orang budak yang disiksa karena membela agama Allah, untuk itu turunlah ayat ini&lt;/i&gt;.”&lt;a href="http://www.blogger.com/post-create.do" name="_ftnref9"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="mk:@MSITStore:E:%5COFFICE%5CCHM%20FILE%5CBelajar%20Mengenal%20&amp;amp;%20Mencintai%20Al-Qur%27an.chm::/%7Ehtm/VI.%204.%20Asbabun.htm#_ftn9" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;[9]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; ‘&lt;b&gt;Amir bin Abdullah bin Zubair&lt;/b&gt;, menambahkan, “&lt;i&gt;Maka berkenaan dengan Abu Bakar, turunlah ayat ini&lt;/i&gt;.”&lt;a href="http://www.blogger.com/post-create.do" name="_ftnref10"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="mk:@MSITStore:E:%5COFFICE%5CCHM%20FILE%5CBelajar%20Mengenal%20&amp;amp;%20Mencintai%20Al-Qur%27an.chm::/%7Ehtm/VI.%204.%20Asbabun.htm#_ftn10" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;[10]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 4pt 27pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;2.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 7pt; line-height: 115%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;Jika sebab itu khusus sedang ayat yang turun berbentuk umum. Ada dua pendapat :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol start="1" style="margin-top: 0in;" type="a"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 4pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9pt;"&gt;Menurut      Jumhur Ulama, yang menjadi pegangan adalah lafal yang umum bukan sebab      yang khusus. Contohnya :&lt;/span&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="MsoNormal" dir="RTL" style="direction: rtl; margin: 0in 0in 4pt 27pt; text-align: justify; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;;"&gt;وَالَّذِينَ يَرْمُونَ أَزْوَاجَهُمْ وَلَمْ يَكُنْ لَهُمْ شُهَدَاءُ إِلَّا أَنْفُسُهُمْ فَشَهَادَةُ أَحَدِهِمْ أَرْبَعُ شَهَادَاتٍ بِاللَّهِ إِنَّهُ لَمِنَ الصَّادِقِينَ(6)وَالْخَامِسَةُ أَنَّ لَعْنَةَ اللَّهِ عَلَيْهِ إِنْ كَانَ مِنَ الْكَاذِبِينَ(7)وَيَدْرَأُ عَنْهَا الْعَذَابَ أَنْ تَشْهَدَ أَرْبَعَ شَهَادَاتٍ بِاللَّهِ إِنَّهُ لَمِنَ الْكَاذِبِينَ(8)وَالْخَامِسَةَ أَنَّ غَضَبَ اللَّهِ عَلَيْهَا إِنْ كَانَ مِنَ الصَّادِقِينَ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 4pt 27pt; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;“Dan orang-orang yang menuduh isterinya (berzina), padahal mereka tidak ada mempunyai saksi-saksi selain diri mereka sendiri, maka persaksian orang itu ialah empat kali bersumpah dengan nama Allah, sesungguhnya dia adalahtermasuk orang-orang yang benar. Dan (sumpah) yang kelima : bahwa la`nat Allah atasnya, jika dia termasuk orang-orang yang berdusta. Isterinya itu dihindarkan dari hukuman oleh sumpahnya empat kali atas nama Allah sesungguhnya suaminya itu benar-benar termasuk orang-orang yang dusta, dan (sumpah) yang kelima : bahwa la`nat Allah atasnya jika suaminya itu termasuk orang-orang yang benar”. &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;(&lt;b&gt;QS. An-Nuur [24] : 6-9&lt;/b&gt;)&lt;/span&gt;&lt;span dir="RTL" lang="AR-SA" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 4pt 27pt; text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;Hukum yang diambil dari lafal umum ini tidak hanya mengenai peristiwa Hilal, tetapi diterapkan pula pada kasus serupa lainnya tanpa memerlukan dalil lain. Dan inilah kiranya pendapat yang lebih tepat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;b.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 7pt; line-height: 115%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;Segolongan ulama berpendapat, yang menjadi pegangan adalah sebab yang khusus, bukan lafal yang umum. Karena lafal yang umum itu menunjukkan bentuk sebab yang khusus. Untuk dapat diberlakukan kepada kasus selain sebab, diperlukan dalil lain seperti &lt;i&gt;qias&lt;/i&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 4pt 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;D.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 7pt; line-height: 115%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;Redaksi Sebab Nuzul&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 4pt 9pt; text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;Cara menilai redaksi asbabun nuzul yang bersumber dari riwayat yang shahih adalah :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 4pt 27pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;1.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 7pt; line-height: 115%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;Redaksi yang menunjukkan dengan jelas sebab nuzul&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 4pt 0.25in; text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;Berupa pernyataan tegas seperti perawi mengatakan &lt;i&gt;sebab nuzul ayat ini adalah begini&lt;/i&gt; atau menggunakan &lt;i&gt;fa ta’qibiyah&lt;/i&gt; (kira-kira seperti “&lt;i&gt;maka&lt;/i&gt;” yang menunjukkan urutan peristiwa) yang dirangkaikan dengan kata “&lt;i&gt;turunlah ayat”,&lt;/i&gt; sesudah ia menyebutkan peristiwa atau pertanyaan. Misalnya ia mengatakan &lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="RTL" lang="AR-SA" style="font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;;"&gt;حَدَّثَ كَذَا&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt; (Telah terjadi peristiwa begini) atau &lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="RTL" lang="AR-SA" style="font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;;"&gt;سُءِلَ رَسُولُ صلعم عَن كَذَا فَنَزَلَت الآيَةُ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt; (Rasulullah SAW ditanya tentang hal begini, maka turunlah ayat ini).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 4pt 27pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;2.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 7pt; line-height: 115%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;Redaksi yang boleh jadi menerangkan sebab nuzul atau sekadar menjelaskan kandungan hukum ayat&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyTextIndent2" style="margin: 0in 0in 4pt 0.25in; text-indent: 27pt;"&gt;Perawi tidak memastikan sebab nuzul. Hal ini bila perawi mengatakan : (1) &lt;b&gt;&lt;span dir="RTL" lang="AR-SA" style="font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;نَزَلَت هاَذِهِ الآيَةُ فِي كَذَا&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt; (&lt;i&gt;ayat ini turun mengenai urusan ini&lt;/i&gt;)&lt;i&gt;, &lt;/i&gt;(2) &lt;b&gt;&lt;span dir="RTL" lang="AR-SA" style="font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;أَحسِبُ هَاذِهِ الآيَةَ نَزَلَت فِي كَذَا&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt; (&lt;i&gt;aku mengira ayat ini turun mengenai soal ini&lt;/i&gt;)&lt;i&gt;, &lt;/i&gt;(3) &lt;b&gt;&lt;span dir="RTL" lang="AR-SA" style="font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;أَحسِبُ هَاذِهِ الآيَةَ نَزَلَت إِلاَّ فِي كَذَامَا&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;(&lt;i&gt;aku tidak mengira ayat ini turun kecuali mengenai hal yang begini&lt;/i&gt;).&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;Ulama belum sepakat untuk redaksi pertama (&lt;i&gt;ayat ini turun mengenai urusan ini&lt;/i&gt;)&lt;i&gt;.&lt;/i&gt; &lt;b&gt;Imam Bukhari&lt;/b&gt; memasukkannya sebagai &lt;i&gt;hadits musnad&lt;a href="http://www.blogger.com/post-create.do" name="_ftnref11"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="mk:@MSITStore:E:%5COFFICE%5CCHM%20FILE%5CBelajar%20Mengenal%20&amp;amp;%20Mencintai%20Al-Qur%27an.chm::/%7Ehtm/VI.%204.%20Asbabun.htm#_ftn11" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;[11]&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/i&gt; sedang yang lain tidak. &lt;b&gt;Imam Zarkasyi&lt;/b&gt; memasukkan redaksi tersebut sebagai kandungan hukum bukannya sebab nuzul. &lt;b&gt;Ibnu Taimiyah&lt;/b&gt; mengatakan bahwa redaksi itu terkadang menyatakan sebab turun dan terkadang pula menyatakan kandungan hukum meskipun sebabnya tidak ada.&lt;a href="http://www.blogger.com/post-create.do" name="_ftnref12"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="mk:@MSITStore:E:%5COFFICE%5CCHM%20FILE%5CBelajar%20Mengenal%20&amp;amp;%20Mencintai%20Al-Qur%27an.chm::/%7Ehtm/VI.%204.%20Asbabun.htm#_ftn12" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;[12]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.25in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 4pt 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;E.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 7pt; line-height: 115%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;Cara menentukan Asbabun Nuzul&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 4pt 9pt; text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;Abul Hasan Ali bin Ahmad An-Nahwi Al-Mufassir &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;(&lt;b&gt;Al-Wahidi&lt;/b&gt;) mengatakan, &lt;i&gt;“Tidak halal berpendapat mengenai Asbabun Nuzul Kitab kecuali dengan berdasarkan pada riwayat atau mendengar langsung dari orang yang menyaksikan turunnya, mengetahui sebab-sebabnya &amp;amp; membahas tentang pengertiannya serta bersungguh-sungguh dalam mencarinya.” &lt;/i&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/post-create.do" name="_ftnref13"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="mk:@MSITStore:E:%5COFFICE%5CCHM%20FILE%5CBelajar%20Mengenal%20&amp;amp;%20Mencintai%20Al-Qur%27an.chm::/%7Ehtm/VI.%204.%20Asbabun.htm#_ftn13" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;[13]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 4pt; text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;Adapun cara menentukan &lt;i&gt;Asbabun Nuzul&lt;/i&gt; adalah :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 26.9pt; text-align: justify; text-indent: -17.85pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;1.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 7pt; line-height: 115%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;Apabila semuanya tidak tegas dalam menunjukkan sebab, maka tidak ada salahnya untuk membawanya kepada atau dipandang sebagai tafsir &amp;amp; kandungan ayat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 4pt 27pt; text-align: justify; text-indent: -17.85pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt; line-height: 115%;"&gt;2.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 7pt; line-height: 115%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;Apabila sebagian tidak tegas &amp;amp; sebagian lain tegas, maka yang menjadi pegangan adalah yang tegas. Contohnya :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;h2 dir="RTL" style="direction: rtl; margin-left: 0.25in; text-align: right; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;;"&gt;نِسَاؤُكُمْ حَرْثٌ لَكُمْ فَأْتُوا حَرْثَكُمْ أَنَّى شِئْتُمْ وَقَدِّمُوا لِأَنْفُسِكُمْ وَاتَّقُوا اللَّهَ وَاعْلَمُوا أَنَّكُمْ مُلَاقُوهُ وَبَشِّرِ الْمُؤْمِنِينَ&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 4pt 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;“Isteri-isterimu adalah (seperti) tanah tempat kamu bercocok-tanam, maka datangilah tanah tempat bercocok-tanammu itu bagaimana saja kamu kehendaki. Dan kerjakanlah (amal yang baik) untuk dirimu, dan bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa kamu kelak akan menemui-Nya. Dan berilah kabar gembira orang-orang yang beriman.”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt; (&lt;b&gt;QS. Al-Baqarah [2] : 223&lt;/b&gt;)&lt;/span&gt;&lt;span dir="RTL" lang="AR-SA" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 4pt 0.25in; text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;Ibn Umar berkata,&lt;i&gt;”Ayat ini turun mengenai persoalan mendatangi isteri dari belakang.”&lt;/i&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/post-create.do" name="_ftnref14"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="mk:@MSITStore:E:%5COFFICE%5CCHM%20FILE%5CBelajar%20Mengenal%20&amp;amp;%20Mencintai%20Al-Qur%27an.chm::/%7Ehtm/VI.%204.%20Asbabun.htm#_ftn14" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;[14]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; Namun bentuk redaksi riwayat ini tidak tegas. Dalam riwayat lain yang tegas, dari Jabir dikatakan,&lt;i&gt;”Orang-orang Yahudi berkata : ’Apabila laki-laki mendatangi isterinya dari belakang, maka anaknya nanti akan bermata juling.’ Maka turunlah ayat ini.”&lt;/i&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/post-create.do" name="_ftnref15"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="mk:@MSITStore:E:%5COFFICE%5CCHM%20FILE%5CBelajar%20Mengenal%20&amp;amp;%20Mencintai%20Al-Qur%27an.chm::/%7Ehtm/VI.%204.%20Asbabun.htm#_ftn15" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;[15]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 4pt 27pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt; line-height: 115%;"&gt;3.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 7pt; line-height: 115%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;Apabila semuanya tegas, maka riwayat yang shahih yang menjadi pegangan. Contohnya :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyText3" dir="RTL" style="margin: 0in 0.25in 4pt;"&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;;"&gt;وَالضُّحَى(1)وَاللَّيْلِ إِذَا سَجَى(2)مَا وَدَّعَكَ رَبُّكَ وَمَا قَلَى(3)وَلَلْآخِرَةُ خَيْرٌ لَكَ مِنَ الْأُولَى(4)وَلَسَوْفَ يُعْطِيكَ رَبُّكَ فَتَرْضَى&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 4pt 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;“Demi waktu matahari sepenggalahan naik, dan demi malam apabila telah sunyi, Tuhanmu tiada meninggalkan kamu dan tiada (pula) benci kepadamu, dan sesungguhnya akhir itu lebih baik bagimu dari permulaan. Dan kelak Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu, lalu (hati) kamu menjadi puas.”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt; (&lt;b&g
